Kompas.com - 18/12/2017, 22:15 WIB
Kapolresta Solo, AKBP Ribut Hari Wibowo didampingi Kasat Reskrim, Kompol Agus Puryadi (kanan) menunjukkan barang bukti kasus penipuan bermodus investasi bodong dengan kerugian mencapai Rp 111 miliar di Mapolresta Solo, Senin (18/12/2017). KOMPAS.com/Muhlis Al AlawiKapolresta Solo, AKBP Ribut Hari Wibowo didampingi Kasat Reskrim, Kompol Agus Puryadi (kanan) menunjukkan barang bukti kasus penipuan bermodus investasi bodong dengan kerugian mencapai Rp 111 miliar di Mapolresta Solo, Senin (18/12/2017).
|
EditorReni Susanti

SOLO, KOMPAS.com — Sebanyak 108 orang dilaporkan menjadi korban penipuan investasi bodong berkedok investasi emas di Kota Solo, Jawa Tengah. Total kerugian yang dilaporkan ke polisi lebih dari Rp 111 miliar.

"Laporan penipuan yang masuk awalnya 15 orang. Tapi sampai hari ini, sudah 108 pelapor melaporkan penipuan yang dilakukan Heriyanto alias Yusack dengan total kerugian mencapai Rp 111.375.300.000," kata Kapolresta Solo, AKBP Ribut Hari Wibowo, Senin (18/12/2017) .

Tak berhenti di Yusack, polisi masih menelisik keterlibatan tersangka lainnya. Sebab pelaku memiliki 12 kaki tangan yang membantu menjaring korban.

Dari tangan tersangka, polisi mengamankan barang bukti berupa Mobil Honda Mobilio warna Silver nopol N 481 RI, serta sejumlah ATM dan juga mobil honda Jazz nopol AB-1662-SI.

 

(Baca juga : Melihat Kekecewaan Korban Investasi Bodong Pandawa...)

Tak hanya itu, polisi juga menyita 77 lembar kuitansi pembelian emas dan satu unit laptop merek Lenovo warna hitam.

Selain menjerat dengan pasal penipuan dan penggelapan, polisi menjerat tersangka Yusack dengan Undang-undang Pencucian Uang.

Kasatreskrim Polresta Solo, Kompol Agus Puryadi mengatakan, penangkapan Yusack dilakukan setelah tiga minggu penyelidikan.

Untuk menjerat para korbannya, sambung Agus, korban ditawari investasi emas berbunga sebanyak 12 persen dari satu emas yang diinvestasikan. Awalnya investasi berjalan lancar namun setelah beberapa kali menjadi macet.

(Baca juga : Korban Investasi Bodong Kerap Terjadi pada Orang yang Melek Internet )

"Tersangka menjanjikan laba 12 persen dalam kurun waktu satu minggu setelah warga menanamkan modal. Namun beberapa transaksi kemudian, tersangka tidak bisa penuhi janji hingga akhirnya melarikan diri," tutupnya. 

Kompas TV Pelaku menawarkan investasi pulsa listrik dan telepon seluler melalui internet.




Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Regional
Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Regional
Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Regional
Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Regional
Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Regional
Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Regional
Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Regional
Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Regional
Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Regional
Positif Covid-19, Atalia Praratya Banjir Doa dan Dukungan

Positif Covid-19, Atalia Praratya Banjir Doa dan Dukungan

Regional
Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Regional
Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Regional
Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Regional
Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Regional
Ketua PWI Sumut Apresiasi Inisiatif Bobby Nasution Ajak Wartawan Berdialog

Ketua PWI Sumut Apresiasi Inisiatif Bobby Nasution Ajak Wartawan Berdialog

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X