Seorang Pejabat Disdik Kepulauan Riau Meninggal Saat Didemo Mahasiswa - Kompas.com

Seorang Pejabat Disdik Kepulauan Riau Meninggal Saat Didemo Mahasiswa

Kompas.com - 18/12/2017, 16:06 WIB
Ilustrasi serangan jantungstevanovicigor Ilustrasi serangan jantung

BATAM, KOMPAS.com - Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan Pendidikan Khusus (PPK) Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Mardiana meninggal, Senin (18/12/2017).

Mardiana meninggal saat didemo puluhan mahasiswa yang tergabung dari Aliansi Mahasiswa Peduli Beasiswa, yang meminta Dinas Pendidikan Provinsi Kepri untuk membatalkan hasil pengumuman beasiswa tahun anggaran 2017, di depan kantor Dinas Pendidikan Provinsi Kepri pagi tadi.

Menurut pendemo, banyak ditemukan kejangalan terkait nama-nama penerima beasiswa. Misalnya ada nama ganda.

Belum diketahui secara pasti penyebab kematian Mardiana. Namun pihak kepolisian menegaskan bahwa kematian pejabat ini bukan karena dari aksi demo yang dilakukan puluhan mahasiswa, melainkan akibat penyakit yang diderita almarhumah.

"Meninggalnya almarhumah sama sekali tidak ada kaitannya dengan aksi demo yang dilakukan adik-adik mahasiswa. Sebab saat aksi demo berlangsung, almarhumah berada empat hingga lima metar dari aksi demo," kata Kapolres Tanjungpinang AKBP Ardiyanto Tedjo Baskor.

Dari hasil pemeriksaan tim dokter di RSUP Provinsi Kepri, almarhumah meninggal akibat penyakit yang dideritanya, yakni jantung hipertensi.

"Jadi sekali lagi saya tegaskan, almarhumah meninggal akibat penyakit yang dideritanya, bukan dari aksi demo yang dilakukan adik-adik mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Peduli Beasiswa," katanya.

Baca juga : Jadi Buronan Kasus Korupsi, Dokter Jantung Ini Masih Buka Praktik di Malaysia

Tidak itu saja, Ardiyanto juga membantah telah terjadi bentrok antara mahasiswa dengan petugas kepolisian saat mereka memaksa masuk ke kantor Dinas Pendidikan Provinsi Kepri.

"Bentrok tidak ada, tapi kalau terlibat saling dorong itu hal biasa dalam sebuah aksi demo. Namun info yang menyebutkan dua orang mahasiswa mengalami luka di bagian leher dan tangan, serta satu orang dari pihak kepolisian terjatuh mengalami luka di bagian lutut, itu sama sekali tidak ada dan tidak benar," terangnya.

Lebih jauh Ardiyanto menjelaskan, para mahasiswa yang tergabung dari Aliansi Mahasiswa Peduli Beasiswa melakukan ujuk rasa meminta Dinas Pendidikan Provinsi Kepri untuk membatalkan hasil pengumuman beasiswa tahun anggaran 2017.

Menurut mereka, banyak ditemukan kejangalan terkait nama-nama penerima beasiswa.

Baca juga : Diduga Kena Serangan Jantung, Seorang Penumpang Bus Meninggal

Dalam orasinya, sambung Ardiyanto, mahasiswa juga meneriakkan bahwa tim panitia seleksi penerima beasiswa tidak akurat dalam memverifikasi berkas, sehingga menimbulkan banyak permasalahan.

Kompas TV Ratusan mahasiswa Akademi Keperawatan kota Tegal, Jawa Tengah menghadang rombongan mobil wali kota Tegal, Siti Masitha Suparno, untuk meminta penjelasan atas rencana penutupan kampus mereka.


EditorFarid Assifa
Komentar

Terkini Lainnya


Close Ads X