Info dari Medsos, BKSDA Sulsel Amankan Belasan Ekor Satwa yang Dilindungi

Kompas.com - 12/12/2017, 18:41 WIB
Kakatua Besar Jambul Kuning, salah satu satwa yang dilindungi dan berhasil diamankan petugas Gakkum BKSDA Sulawesi Selatan dari tangan warga, Selasa (12/12/2017). KOMPAS.com / ABDUL HAQKakatua Besar Jambul Kuning, salah satu satwa yang dilindungi dan berhasil diamankan petugas Gakkum BKSDA Sulawesi Selatan dari tangan warga, Selasa (12/12/2017).
|
EditorErwin Hutapea


GOWA, KOMPAS.com - Aparat Balai Konservasi Sumber Daya Alam ( BKSDA) Sulawesi Selatan berhasil mengamankan belasan ekor satwa yang dilindungi dari tangan warga yang selama ini memelihara satwa tersebut secara ilegal pada Selasa (12/12/2017).

Satwa tersebut berupa burung nuri berbagai macam, burung kakak tua berbagai macam, serta seekor kanguru tanah yang habitatnya ada di Papua. Satwa liar tersebut diamankan oleh aparat sesuai dari informasi media sosial Facebook.

Dari informasi itu, petugas kemudian menggelar razia. Selain mengamankan belasan satwa tersebut, petugas mengamankan dua orang yang diduga terlibat dalam perdagangan satwa yang dilindungi.

"Hasil dari informasi Facebook terkait adanya satwa yang dipelihara maupun diperdagangkan secara ilegal dan kami melakukan razia. Ternyata memang benar, dari sejumlah lokasi yang dirazia, kami menemukan 16 ekor satwa yang dilindungi," kata Muhammad Nur, Kepala Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan BKSDA Wilayah Sulawesi.

Baca juga: BKSDA Identifikasi Bangkai Gajah di Aceh Timur

Adapun satwa yang dilindungi itu berupa tujuh ekor Kasturi Kepala Hitam, dua ekor Kakatua Besar Jambul Kuning, satu ekor Kakatua Orange, dan satu ekor Kanguru Tanah Irian. Kini semuanya diserahkan kepada pihak Gowa Discovery Park (GDP) yang berlokasi di Benteng Sombaopu, Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa.

Satwa tersebut diserahkan kepada pihak GDP untuk dikarantina dan dirawat untuk selanjutnya akan dilepasliarkan ke habitat asalnya lantaran pihak BKSDA Sulawesi belum memiliki fasilitas karantina dan pemeliharaan satwa.

"Kami menyerahkan kepada pihak GDP sebab GDP memiliki standar karantina dan standar perawatan satwa yang memenuhi kelayakan," kata Muhammad Nur.

Pihaknya juga mengimbau kepada semua anggota masyarakat yang merasa menguasai satwa yang dilindungi agar menyerahkannya kepada pihak yang berwenang.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Diduga Bodong, Polda Jatum Sita 2 McLaren, hingga 4 Ferrari

Diduga Bodong, Polda Jatum Sita 2 McLaren, hingga 4 Ferrari

Regional
4 Desa di Dharmasraya Terendam Banjir 3 Meter, Ratusan KK Terisolasi

4 Desa di Dharmasraya Terendam Banjir 3 Meter, Ratusan KK Terisolasi

Regional
Polisi Pulangkan 3 Warga yang Terlibat Kerusuhan Saat Penggusuran Tamansari

Polisi Pulangkan 3 Warga yang Terlibat Kerusuhan Saat Penggusuran Tamansari

Regional
Tiba di Trenggalek, Jenazah TKI Korban Pembunuhan di Malaysia Disambut Ratusan Warga

Tiba di Trenggalek, Jenazah TKI Korban Pembunuhan di Malaysia Disambut Ratusan Warga

Regional
Warga Tamansari Digusur, Predikat Bandung Kota Peduli HAM Dikritisi

Warga Tamansari Digusur, Predikat Bandung Kota Peduli HAM Dikritisi

Regional
9 Bulan Tak Gajian, Petugas Kebersihan Demo di Jalan Trans Sulawesi

9 Bulan Tak Gajian, Petugas Kebersihan Demo di Jalan Trans Sulawesi

Regional
BBKSDA Riau Pasang Kamera Trap di Lokasi Temuan Jejak Harimau Sumatera

BBKSDA Riau Pasang Kamera Trap di Lokasi Temuan Jejak Harimau Sumatera

Regional
Ular Piton Sepanjang 1 Meter Berkeliaran di Balai Kota Surakarta

Ular Piton Sepanjang 1 Meter Berkeliaran di Balai Kota Surakarta

Regional
Bupati Bogor Sebut UN Jadi Masalah Besar bagi Siswa di Indonesia

Bupati Bogor Sebut UN Jadi Masalah Besar bagi Siswa di Indonesia

Regional
Menolak Diajak Pulang, Seorang Istri Tewas Ditusuk 8 Kali oleh Suaminya

Menolak Diajak Pulang, Seorang Istri Tewas Ditusuk 8 Kali oleh Suaminya

Regional
Kerap Resahkan Penumpang, 2 Calo Tiket di Pelabuhan Sekupang Ditangkap

Kerap Resahkan Penumpang, 2 Calo Tiket di Pelabuhan Sekupang Ditangkap

Regional
Kronologi Sopir Taksi Online Dibegal Penumpangnya dan Ditinggalkan di Pinggir Jalan

Kronologi Sopir Taksi Online Dibegal Penumpangnya dan Ditinggalkan di Pinggir Jalan

Regional
Cabuli Balita 3 Tahun di Kupang, Pria Asal Liliba Ini Ditangkap

Cabuli Balita 3 Tahun di Kupang, Pria Asal Liliba Ini Ditangkap

Regional
Angin Kencang Terjang Jember, Pohon Roboh di 7 Lokasi

Angin Kencang Terjang Jember, Pohon Roboh di 7 Lokasi

Regional
Ratusan Hektar Sawah di Kampar Terancam Gagal Panen Akibat Banjir

Ratusan Hektar Sawah di Kampar Terancam Gagal Panen Akibat Banjir

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X