Kompas.com - 04/12/2017, 19:24 WIB
Inilah bahan-bahan pil PCC yang diamankan tim BNN dan Mabes Polri di Solo, Senin (4/12/2017). KOMPAS.com/Muhlis Al AlawiInilah bahan-bahan pil PCC yang diamankan tim BNN dan Mabes Polri di Solo, Senin (4/12/2017).
|
EditorErwin Hutapea

SOLO, KOMPAS.com - Kepala Badan Narkotika Nasional Komjen Budi Waseso menjelaskan, pengungkapan pabrik pil PCC di Solo dan Semarang beserta gudang penyimpanannya di Sukoharjo membutuhkan waktu hingga lima bulan. 

Penelusuran pabrik pembuat pil haram itu bermula saat terjadi insiden dua pelajar asal Sulawesi yang tewas menenggak pil PCC.

"Pengungkapan dua pabrik pil PCC di Jateng dan satu gudang penyimpanannya di Sukoharjo berawal dari pengembangan kasus di Kendari yang memakan korban hingga 62 anak sekolah," kata Budi Waseso yang akrab disapa dengan Buwas.

Dari pengembangan penyidikan kasus itu, kata Buwas, BNN dan Polri berhasil mengamankan bahan pembuatan pil PCC 12 ton. Namun, saat itu aparat kepolisian dan BNN tidak bisa menangani karena pengawasan bahan makanan dan obat-obatan menjadi ranah kewenangan Kemenkes dan BPOM.

Baca juga: Digerebek BNN, Pabrik Pil PCC Solo Sudah Produksi 50 Juta Butir

Kepala BNN Komjen Pol Budi Waseso berbincang dengan tersangka pembuat pil PCC yang pabriknya digerebek di Solo, Senin (4/12/2017).KOMPAS.com/Muhlis Al Alawi Kepala BNN Komjen Pol Budi Waseso berbincang dengan tersangka pembuat pil PCC yang pabriknya digerebek di Solo, Senin (4/12/2017).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tak ciut nyali, timnya terus menyelisik keberadaan pabrik pembuat pil PCC. Seminggu sebelum digerebek, tim BNN dan Mabes Polri sudah mencium keberadaan dua pabrik pil PCC di Solo dan Semarang.

Namun, untuk menggerebek lokasi dan menangkap pelaku, kata Buwas, tim membutuhkan bukti adanya akitivitas pembuatan pil haram tersebut. "Dan kemarin kami mendapatkan info ada aktivitas pembuatan pil di pabrik, makanya langsung kami gerebek dan tangkap pembuatnya," ujar Buwas.

Di pabrik itu, tim menangkap tujuh tersangka bersama barang bukti berupa tiga jutaan pil PCC, tiga mesin pencetak pil, dan bahan-bahan pembuat pil PCC.

Tujuh tersangka yang diamankan yakni Wildan Adhyasta (24), Jaja Isworo (22), Heri Dwimanto (22), Maryanto (48), Susilo (44), Suwardi (44), dan Abid Khairul Asmi (19).

"Satu tersangka Sri Anggoro alias Ronggo yang diduga sebagai pengendalinya kami tangkap di Tasikmalaya saat hendak melarikan diri ke Singapura," ujar Buwas.

Baca juga: Kapolda Jateng: Rumah Produksi Jutaan Pil PCC Dilengkapi Peredam Suara

Kepala BNN Komjen Pol Budi Waseso menunjuk pil PCC yang sudah dikemas di lokasi penggerebekan pabrik Pil PCC di Solo, Senin (4/12 2017). KOMPAS.com/Muhlis Al Alawi Kepala BNN Komjen Pol Budi Waseso menunjuk pil PCC yang sudah dikemas di lokasi penggerebekan pabrik Pil PCC di Solo, Senin (4/12 2017).

Dari lokasi penggerebekan di Gilingan-Solo, kata Buwas, tim menggerebek sebuah rumah yang menjadi gudang penyimpanan bahan pembuat pil PCC di Jalan Gelatik Raya, Langen Harjo, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo.

Tak hanya itu, tim juga mendatangi rumah di Kelurahan Bayam, Sukoharjo, yang menyimpan 51 zak bubuk PCC dan satu unit mesin besar pencetak pil PCC. Terakhir, tim menuju rumah indekos tersangka Wildan di Jalan Baturan, Colomadu, Kabupaten Karang Anyar. 


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Regional
Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Regional
Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Regional
Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Regional
Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Regional
PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

Regional
Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Regional
Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Regional
Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Regional
Wagub Uu Minta Masyarakat Aktif Kembangkan Potensi Wisata di Desa Jabar

Wagub Uu Minta Masyarakat Aktif Kembangkan Potensi Wisata di Desa Jabar

Regional
Dengarkan Curhat Pekerja Migran, Ganjar Minta Mereka Lapor jika Jadi Korban Pungli

Dengarkan Curhat Pekerja Migran, Ganjar Minta Mereka Lapor jika Jadi Korban Pungli

Regional
Pemprov Jabar Gaet Investor Timur Tengah, Kang Emil: Kami Lakukan lewat Door-to-Door

Pemprov Jabar Gaet Investor Timur Tengah, Kang Emil: Kami Lakukan lewat Door-to-Door

Regional
Pasangan Moka Jabar 2021 Resmi Terpilih, Ridwan Kamil: Semoga Bisa Menjadi Teladan

Pasangan Moka Jabar 2021 Resmi Terpilih, Ridwan Kamil: Semoga Bisa Menjadi Teladan

Regional
Ketua Komisi III DPR Minta Polri Transparan Ungkap Kasus Dugaan Pemerkosaan Anak di Luwu Timur

Ketua Komisi III DPR Minta Polri Transparan Ungkap Kasus Dugaan Pemerkosaan Anak di Luwu Timur

Regional
Wakil Ketua TP PKK Jabar: Kualitas Pemuda Harus Ditingkatkan lewat Pendidikan

Wakil Ketua TP PKK Jabar: Kualitas Pemuda Harus Ditingkatkan lewat Pendidikan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.