Kompas.com - 04/12/2017, 17:04 WIB
Kepala BNN Komjen Budi Waseso saat konferensi pers di Semarang, Senin (4/12/2017) pagi. KOMPAS.com/Nazar NurdinKepala BNN Komjen Budi Waseso saat konferensi pers di Semarang, Senin (4/12/2017) pagi.
|
EditorFarid Assifa

SOLO, KOMPAS.com - Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Pol Budi Waseso menyatakan bahwa pabrik obat terlarang pil Paracetamol Caffein Carisoprodol (PCC) di Solo yang digerebek timnya ternyata sudah memproduksi 50 juta pil haram tersebut.

"Di sini kami menemukan lebih 50 juta pil PCC yang sudah jadi dan di Semarang tiga juta butir. Selain itu kami menangkap 11 pelaku dan dua di antaranya bandar Jono," kata Budi Waseso yang akrab dipanggil Buwas saat menggelar jumpa pers di tempat kejadian perkara di Jalan Setiabudi No 66, Gilingan, Banjarsari, Solo, Senin ( 4/12/2017).

Didampingi Wakapolda Jateng Brigjen Pol Indrajit, Buwas mengatakan, setiap harinya pabrik yang digerebek di Solo memproduksi paling sedikit tiga juta butir pil PCC. Sebab, pabrik tersebut merupakan jaringan sindikat yang pemasarannya diduga hingga seluruh pelosok Indonesia.

"Pabrik ini enggak ecek-ecek, produksi besar. Peredarannya sudah sampai Kalimantan, Sulawesi dan Jakarta," kata Buwas.

Baca juga : Kapolda Jateng: Rumah Produksi Jutaan Pil PCC Dilengkapi Peredam Suara

Buwas menuturkan, penghasilan bersih dari pabrik pil PCC di Solo mencapai Rp 2,7 miliar. Hal itu terlihat dari rekapan penjualan yang tercatat pada buku pembukuan dan tabungan.

Tak hanya itu, demikian Buwas, tim juga menyita tiga mesin pencetak obat, tiga drum bahan kimia alkohol, 60 rol alumunium foik pembungkus pil, 2 drum cairan bahan baku siap cetak, 40 karung Carisoprodol kemasan 25 kilogram.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kami juga menyita empat karung berisi magnesium sterate, seperangkat alat pengering pil PCC dan 100 kardus untuk mengemas," tutur Buwas.

Baca juga : Buwas Perintahkan Polisi Selidiki Izin Senjata di Rumah Produksi PCC

Kompas TV 8 pemuda ditangkap karena kedapatan mengisap narkoba jenis Gorilla

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

70 Tahun Hidup Tanpa Penerangan, Kini Warga Dusun Balakala Bisa Nikmati Listrik PLN

70 Tahun Hidup Tanpa Penerangan, Kini Warga Dusun Balakala Bisa Nikmati Listrik PLN

Regional
Terkait Polemik DTH di Luwu Utara, BPBD Sebut Semua Bantuan Sudah Tersalurkan

Terkait Polemik DTH di Luwu Utara, BPBD Sebut Semua Bantuan Sudah Tersalurkan

Regional
Cegah Pernikahan Dini, Bupati Luwu Utara Tandatangani Pakta Integritas Pencegahan Perkawinan Anak

Cegah Pernikahan Dini, Bupati Luwu Utara Tandatangani Pakta Integritas Pencegahan Perkawinan Anak

Regional
Lewat Sistem Hibah, Pemkab Tanah Bumbu Ajak Perusahaan Dongkrak Penghasilan Daerah

Lewat Sistem Hibah, Pemkab Tanah Bumbu Ajak Perusahaan Dongkrak Penghasilan Daerah

Regional
Diundang ke Wamena, Ganjar: Impian Saya Sejak Lama

Diundang ke Wamena, Ganjar: Impian Saya Sejak Lama

Regional
UU Minerba Bikin Penghasilan Daerah Minim, Anggota DPD RI Minta Kewenangan Pertambangan Dikembalikan ke Daerah

UU Minerba Bikin Penghasilan Daerah Minim, Anggota DPD RI Minta Kewenangan Pertambangan Dikembalikan ke Daerah

Regional
Pakar Kebencanaan UGM: Jateng Sangat Peduli terhadap Kebencanaan Indonesia

Pakar Kebencanaan UGM: Jateng Sangat Peduli terhadap Kebencanaan Indonesia

Regional
Bupati Wonogiri Berharap Pemerintah Pusat Tak Bebankan Gaji P3K ke APBD

Bupati Wonogiri Berharap Pemerintah Pusat Tak Bebankan Gaji P3K ke APBD

Regional
Capaian Vaksinasi Wonogiri di Atas 90 Persen, Jekek Minta Masyarakat Tetap Taat Prokes

Capaian Vaksinasi Wonogiri di Atas 90 Persen, Jekek Minta Masyarakat Tetap Taat Prokes

Regional
Percepat Vaksinasi di Wonogiri, Bupati Jekek Siapkan Strategi Home Visit

Percepat Vaksinasi di Wonogiri, Bupati Jekek Siapkan Strategi Home Visit

Regional
Ada Guru Meninggal akibat Covid-19, Bupati Wonogiri Ingatkan Pandemi Belum Berakhir

Ada Guru Meninggal akibat Covid-19, Bupati Wonogiri Ingatkan Pandemi Belum Berakhir

Regional
Soal Penutupan Wisata pada Akhir Tahun, Pemkab Wonogiri Tunggu Kebijakan Pusat

Soal Penutupan Wisata pada Akhir Tahun, Pemkab Wonogiri Tunggu Kebijakan Pusat

Regional
Ganjar Kirim 50 Relawan untuk Bantu Korban Erupsi Gunung Semeru

Ganjar Kirim 50 Relawan untuk Bantu Korban Erupsi Gunung Semeru

Regional
Guru di Wonogiri Meninggal karena Covid-19, Bupati Jekek: Terpapar di Area Wisata, Bukan Sekolah

Guru di Wonogiri Meninggal karena Covid-19, Bupati Jekek: Terpapar di Area Wisata, Bukan Sekolah

Regional
Antisipasi Omicron Saat Nataru, Bupati Jekek Minta Perantau Tak Mudik

Antisipasi Omicron Saat Nataru, Bupati Jekek Minta Perantau Tak Mudik

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.