Kompas.com - 06/11/2017, 22:28 WIB
|
EditorReni Susanti

NUNUKAN, KOMPAS.com – Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, membongkar kasus kekerasan seksual yang dilakukan paman korban 7 tahun lalu.

Kepala Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Nunukan Endah Kurniawati mengatakan, korban saat diperkosa oleh pamannya masih kelas 3 SD.

Orangtua korban yang bekerja di Malaysia membuat korban dititipkan pada pamannya yang tinggal di Nunukan.

“Peristiwanya saat korban kelas 3 SD sampai kelas 4. Saat kelas 4 SD korban ikut orangtua mereka di Malaysia," ujarnya, Senin (6/11/2017).

"Saat pelaku kelas 1 SMP, paman korban mengunjungi korban di Malaysia. Pemerkosaan terulang lagi. Setiap melakukan tindakannya, pelaku selalu mengancam akan membunuh korban kalau melapor,” tambahnya.

(Baca juga : Ayah Ketahuan Perkosa Putrinya setelah Istri Temukan Video di Ponsel Suami)

Kelakuan bejat pelaku yang disebut Pak Tua terbongkar ketika korban sekolah di salah satu SMA di Kabupaten Nunukan. Saat itu tante dan pamannya kembali mengunjungi korban yang bersekolah di salah satu sekolah yang memiliki asrama.

IlustrasiShutterstock Ilustrasi
Korban langsung sakit dan setiap tidur selalu mengigau ketakutan selama satu minggu pasca dijenguk paman dan bibinya tersebut. Upaya pengobatan dari dokter hingga alternatif tidak membuahkan hasil. Korban selalu ketakutan jika tertidur.

Korban sempat dibawa ke salah satu dokter di Nunukan. Dari hasil pemeriksaan dokter, korban telah menjadi korban kekerasan seksual.

Mendapat laporan tersebut dari sekolah, pihaknya melaporkan kasus tersebut ke pihak berwajib. "Saat ini kasusnya sudah ditangani polisi. Masih pemberkasan dan pemeriksaan, pelakunya sudah ditahan,” imbuh Endah.

Angka kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Nunukan menurut Endah masih tinggi.

(Baca juga : Mengakui Perkosa Putri Sendiri dan Rekam Adegannya, Ayah Jadi Tersangka)

 

Hingga Oktober 2017, Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Nunukan mencatat 17 kasus kekerasan seksual pada perempaun dan anak. Sebanyak 7 kasus di antaranya dialami anak di bawah umur.

Ia mensinyalir, masih banyak korban kekerasan seksual pada perempuan dan anak di Kabupaten Nunukan yang tidak dilaporkan ke kepolisian. Keluarga korban pemerkosaan masih menganggap musibah yang menimpa mereka merupakan aib yang memalukan.

Kompas TV Seorang anak perempuan berusia 12 tahun di Samarinda, Kalimantan Timur, diperkosa oleh 13 sopir angkutan umum.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dorong Pertumbuhan Industri, Pemprov Papua Akan Bangun PLTA Berkapasitas 100 MW di Jayawijaya

Dorong Pertumbuhan Industri, Pemprov Papua Akan Bangun PLTA Berkapasitas 100 MW di Jayawijaya

Regional
Kejar Target Perekaman E-KTP Wilayah Meepago, Pemprov Papua Buka Layanan di Paniai

Kejar Target Perekaman E-KTP Wilayah Meepago, Pemprov Papua Buka Layanan di Paniai

Regional
Gubenrur Jatim Berikan Bantuan Sambungan Listrik PLN untuk 1.951 Penyintas APG Semeru

Gubenrur Jatim Berikan Bantuan Sambungan Listrik PLN untuk 1.951 Penyintas APG Semeru

Regional
Lumpy Skin Disease Ancam Ketahanan Pangan

Lumpy Skin Disease Ancam Ketahanan Pangan

Regional
Sambut Panen, Gubernur Riau Hadiri Gebyar Makan Durian Bantan 2022

Sambut Panen, Gubernur Riau Hadiri Gebyar Makan Durian Bantan 2022

Regional
Ketua TP-PKK Riau Riau Kunjungi Dua Panti Asuhan di Bengkalis

Ketua TP-PKK Riau Riau Kunjungi Dua Panti Asuhan di Bengkalis

Regional
Gubernur Khofifah Optimistis Gelaran SPE 2022 Bisa Dorong Pertumbuhan Ekonomi di Jatim

Gubernur Khofifah Optimistis Gelaran SPE 2022 Bisa Dorong Pertumbuhan Ekonomi di Jatim

Regional
Bupati Jekek Minta Generasi Muda Beri Warna Baru untuk Dunia Pertanian

Bupati Jekek Minta Generasi Muda Beri Warna Baru untuk Dunia Pertanian

Regional
Ujaran Kebencian Jelang Pemilu 2024 Meningkat, Masyarakat Papua Diimbau Lakukan Hal Ini

Ujaran Kebencian Jelang Pemilu 2024 Meningkat, Masyarakat Papua Diimbau Lakukan Hal Ini

Regional
Cegah Penyebaran PMK, Bupati Wonogiri Perketat Pengawasan di Pasar Hewan

Cegah Penyebaran PMK, Bupati Wonogiri Perketat Pengawasan di Pasar Hewan

Regional
Patuh Sampaikan LHKPN, Gubernur Riau Syamsuar Dapat Apresiasi dari KPK

Patuh Sampaikan LHKPN, Gubernur Riau Syamsuar Dapat Apresiasi dari KPK

Regional
Mulai Juli 2022, Pemkab Wonogiri Cover Iuran BPJS Ketenagakerjaan Seluruh Perangkat RT dan RW

Mulai Juli 2022, Pemkab Wonogiri Cover Iuran BPJS Ketenagakerjaan Seluruh Perangkat RT dan RW

Regional
Lestarikan Lingkungan, Pemprov Papua Tanam 1.000 Pohon Sagu di Jayapura

Lestarikan Lingkungan, Pemprov Papua Tanam 1.000 Pohon Sagu di Jayapura

Regional
Melalui DD Farm, Dompet Dhuafa Sediakan Pakan Ternak untuk Warga Gunungkidul

Melalui DD Farm, Dompet Dhuafa Sediakan Pakan Ternak untuk Warga Gunungkidul

Regional
Sediakan Hewan Kurban di Sulteng, Dompet Dhuafa Berdayakan Peternak Lokal

Sediakan Hewan Kurban di Sulteng, Dompet Dhuafa Berdayakan Peternak Lokal

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.