Kasus KUR Fiktif di Madiun, Polisi Periksa Dua Pejabat BNI

Kompas.com - 26/10/2017, 14:57 WIB
Ilustrasi rupiah KOMPAS/HERU SRI KUMOROIlustrasi rupiah
|
EditorErlangga Djumena

MADIUN, KOMPAS.com - Penyidik Tindak Pidana Korupsi Polres Madiun memeriksa dua pejabat BNI sebagai saksi kasus dugaan korupsi dana kredit usaha rakyat Koperasi Simpan Pinjam Galang Artha Sejahtera fiktif di BNI 46 Cabang Madiun.

"Sudah 14 saksi kami periksa dalam kasus ini. Dua di antaranya pejabat BNI," ujar Kepala Satuan Reserse Dan Kriminal Polres Madiun, AKP Ngadiman Rahyudi kepada wartawan, Kamis (26/10/2017) siang.

Ngadiman menuturkan, pemeriksaan dua pejabat BNI beserta 12 saksi lainnya untuk melengkapi syarat perhitungan kerugian negara di Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan Jawa Timur.

Untuk menghitung kerugian negara, kata Ngadiman, timnya juga sudah melakukan gelar perkara di Polda Jatim. Pasalnya mekanisme permintaan perhitungan kerugian negara ke BPKP harus melalui Polda.

Baca juga : Polisi Selidiki Kasus Kredit Fiktif di BNI Madiun Rp 1,4 Miliar

Dia menyebutkan, selain memeriksa dua pejabat BNI penyidik sudah memeriksa kepala koperasi dan nasabah. Ditanya nama dua pejabat BNI yang diperiksa, Ngadiman mengaku lupa.

Sementara itu Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Madiun, Anang Sulistijono yang dikonfirmasi terpisah menyatakan, Koperasi Simpan Pinjam Galang Artha Sejahtera sudah tidak sehat. Pasalnya beberapa tahun terakhir tidak melaporkan hasil rapat anggota tahunan.

Tak hanya itu, kata Anang, saat tim Kementerian Koperasi mengecek keberadaan koperasi tersebut tidak lagi ditemukan kantornya.

Ditanya apakah pihaknya memberikan rekomendasi surat sehat bagi koperasi simpan pinjam Galang Artha Sejahtera Madiun untuk syarat pengajuan KUR di BNI 46, Anang mengatakan tidak ada dokumen di kantornya yang mengeluarkan surat sehat koperasi tersebut.

Baca juga : Koperasi Ajukan KUR Fiktif ke BNI, Kerugian Mencapai Rp 1,4 Miliar

Sementara itu Legal Officer BNI 46 Wilayah Malang, Sahroni yang dikonfirmasi via telepon selulernya terkait penyaluran KUR fiktif di Koperasi Galang Artha Sejahtera enggan berkomentar banyak. "Saya tidak memiliki kewenangan untuk menjawab itu. Langsung ke penyidiknya saja," kata Sahroni.

Ditanya apakah pengajuan dan pencairan KUR Koperasi Simpan Pinjam Galang Artha Sejahtera sudah sesuai prosedur, Sahroni lagi-lagi menyebutkan tidak memiliki kewenangan menjawab.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

4 Desa di Kepulauan Meranti Terendam Banjir akibat Kanal Meluap

4 Desa di Kepulauan Meranti Terendam Banjir akibat Kanal Meluap

Regional
Kenalan di Facebook, PNS di Riau Ditipu Tentara AS Gadungan Rp 271 Juta, Korban Janji Dinikahi

Kenalan di Facebook, PNS di Riau Ditipu Tentara AS Gadungan Rp 271 Juta, Korban Janji Dinikahi

Regional
ABK yang Lompat Saat Kapal Diserang Perompak di Sorong Ditemukan Tewas

ABK yang Lompat Saat Kapal Diserang Perompak di Sorong Ditemukan Tewas

Regional
Ridwan Kamil Sudah Peringatkan Wali Kota Cimahi Sebelum Ditangkap KPK

Ridwan Kamil Sudah Peringatkan Wali Kota Cimahi Sebelum Ditangkap KPK

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 28 November 2020

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 28 November 2020

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 28 November 2020

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 28 November 2020

Regional
Oknum Anggota DPRD Labuhanbatu Utara Tertangkap Kasus Narkoba di Medan

Oknum Anggota DPRD Labuhanbatu Utara Tertangkap Kasus Narkoba di Medan

Regional
Buntut Kerumunan Acara Rizieq Shihab, Keterisian RS Covid-19 di Bogor Meningkat dan PSBB Diperpanjang

Buntut Kerumunan Acara Rizieq Shihab, Keterisian RS Covid-19 di Bogor Meningkat dan PSBB Diperpanjang

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 28 November 2020

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 28 November 2020

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 28 November 2020

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 28 November 2020

Regional
Beri Kejutan Istri, Crazy Rich Surabaya Pasang Baliho Ucapan Ulang Tahun di Perempatan Jalan

Beri Kejutan Istri, Crazy Rich Surabaya Pasang Baliho Ucapan Ulang Tahun di Perempatan Jalan

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 28 November 2020

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 28 November 2020

Regional
Gubernur Erzaldi: Pandemi Jadi Peluang Inovasi Dunia Pendidikan untuk SDM Lebih Unggul

Gubernur Erzaldi: Pandemi Jadi Peluang Inovasi Dunia Pendidikan untuk SDM Lebih Unggul

Regional
Kisah Bocah 10 Tahun Tewas Tenggelam di Sungai, Jatuh dari Tebing Setinggi 20 Meter Saat Cari Tanaman

Kisah Bocah 10 Tahun Tewas Tenggelam di Sungai, Jatuh dari Tebing Setinggi 20 Meter Saat Cari Tanaman

Regional
Meski Bromo Zona Hijau, Satgas Tak Izinkan Jazz Gunung Digelar

Meski Bromo Zona Hijau, Satgas Tak Izinkan Jazz Gunung Digelar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X