Terdakwa Pengoplos Pupuk Divonis Rendah, Tiga Hakim Diperiksa

Kompas.com - 17/10/2017, 17:16 WIB
Ilustrasi Pupuk Urea buatan PT Pupuk Kujang di Pabrik Pupuk PT Kujang Cikampek, Jawa Barat, Jumat (19/5/2017). KOMPAS.com/PRAMDIA ARHANDO JULIANTOIlustrasi Pupuk Urea buatan PT Pupuk Kujang di Pabrik Pupuk PT Kujang Cikampek, Jawa Barat, Jumat (19/5/2017).
|
EditorReni Susanti

PANGKAL PINANG, KOMPAS.com - Tiga anggota majelis hakim Pengadilan Negeri Pangkal Pinang, menjalani pemeriksaan hakim tinggi di Pengadilan Tinggi Kepulauan Bangka Belitung, Selasa (17/10/2017).

Para anggota majelis hakim diperiksa terkait vonis rendah yang dijatuhkan pada terdakwa kasus pengoplosan pupuk.

Pejabat Humas Pengadilan Tinggi Bangka Belitung, Aksir menyebutkan, majelis hakim yang diperiksa masing-masing MP, DA, dan SR selaku ketua majelis hakim sekaligus ketua Pengadilan Negeri Pangkal Pinang.

Pemeriksaan berlangsung lebih dari dua jam dipimpin langsung Ketua Pengadilan Tinggi Kepulauan Bangka Belitung, Widiono.

“Saat pemeriksaan anggota majelis hakim mengaku menjatuhkan vonis sesuai fakta di persidangan. Para majelis hakim juga membantah adanya pertemuan dengan terdakwa di luar agenda persidangan,” kata Aksir saat memberi keterangan resmi pada awak media.

(Baca juga: Empat Pengoplos Pupuk Bersubsidi Ditangkap)

Aksir mengungkapkan, dugaan permainan kasus muncul setelah majelis hakim Pengadilan Negeri Pangkal Pinang memvonis tiga terdakwa pengoplosan pupuk selama 2 bulan 20 hari. Vonis hakim lebih rendah dari tuntutan jaksa 5 bulan penjara.

Menurut Aksir, vonis rendah diberikan majelis hakim karena terdakwa hanya sebagai penjual dan tidak mengetahui kandungan pupuk di dalamnya sesuai SNI atau tidak.

Dari hasil pemeriksaan, sambung Aksir, belum ditemukan adanya tindak pelanggaran. Namun, Pengadilan Tinggi tetap mengirimkan laporan hasil pemeriksaan pada Mahkamah Agung.

Seusai menjalani pemeriksaan, anggota majelis hakim enggan memberi keterangan pada awak media. Mereka meminta awak media untuk menghubungi humas pengadilan tinggi.

“Hubungi saja humas ya,” kata Ketua Majelis Hakim PN Pangkal Pinang, Surono, sembari menaiki mobil dinasnya.

Pemeriksaan hakim dilakukan Pengadilan Tinggi Bangka Belitung setelah adanya laporan masyarakat serta berita yang beredar di media sosial.

Kompas TV Dinas Kesehatan yang datang langsung menginspeksi ke sejumlah ruangan tempat pembuatan sari kelapa.


 

 

 

 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cabuli 15 Anak, Pembina Pramuka Divonis Kebiri Kimia dan 12 Tahun Penjara

Cabuli 15 Anak, Pembina Pramuka Divonis Kebiri Kimia dan 12 Tahun Penjara

Regional
Sempat Ada Penolakan, Jenazah Pelaku Bom Bunuh Diri Polresta Medan Dimakamkan Malam Hari

Sempat Ada Penolakan, Jenazah Pelaku Bom Bunuh Diri Polresta Medan Dimakamkan Malam Hari

Regional
Merokok di Dalam Pesawat Wings Air, Seorang Pria Diamankan

Merokok di Dalam Pesawat Wings Air, Seorang Pria Diamankan

Regional
Mahasiswi di Bone Tewas Usai Melahirkan, Bayinya Selamat

Mahasiswi di Bone Tewas Usai Melahirkan, Bayinya Selamat

Regional
Polisi Temukan Luka Lebam pada Mayat Perempuan Terbungkus Seprai di Makassar

Polisi Temukan Luka Lebam pada Mayat Perempuan Terbungkus Seprai di Makassar

Regional
Polemik Pembubaran Upacara Piodalan Berawal dari Kesalahpahaman

Polemik Pembubaran Upacara Piodalan Berawal dari Kesalahpahaman

Regional
Edarkan Uang Palsu Senilai Rp 20,8 Juta, Pria Lansia Ditangkap

Edarkan Uang Palsu Senilai Rp 20,8 Juta, Pria Lansia Ditangkap

Regional
Tersangka Teroris di Medan Tak Hafal Indonesia Raya dan Pancasila

Tersangka Teroris di Medan Tak Hafal Indonesia Raya dan Pancasila

Regional
Ini Cerita Pria yang Kabur Telanjang Bulat Sejauh 2 Kilometer Setelah Gagal Memperkosa Korbannya

Ini Cerita Pria yang Kabur Telanjang Bulat Sejauh 2 Kilometer Setelah Gagal Memperkosa Korbannya

Regional
Paksa Penumpang Oral Seks, Seorang Sopir Travel Ditangkap

Paksa Penumpang Oral Seks, Seorang Sopir Travel Ditangkap

Regional
Tersambar Petir, 1 Warga Ampek Nagari Tewas, 2 Orang Terluka

Tersambar Petir, 1 Warga Ampek Nagari Tewas, 2 Orang Terluka

Regional
Anak Keduanya Langsung Dapat Akta Kelahiran, Gibran Puji Layanan Publik di Solo

Anak Keduanya Langsung Dapat Akta Kelahiran, Gibran Puji Layanan Publik di Solo

Regional
Dedi Mulyadi: Pilkada Langsung Rawan Politik Uang, Memang Pilkada oleh DPRD Tidak?

Dedi Mulyadi: Pilkada Langsung Rawan Politik Uang, Memang Pilkada oleh DPRD Tidak?

Regional
Kekeringan, Warga Berjuang Mengais Air dari Lubang Tanah

Kekeringan, Warga Berjuang Mengais Air dari Lubang Tanah

Regional
Polisi Bekuk Bendahara dan 2 Perakit Bom Kelompok Teroris di Medan

Polisi Bekuk Bendahara dan 2 Perakit Bom Kelompok Teroris di Medan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X