Kompas.com - 17/10/2017, 12:31 WIB
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti (kanan), Gubernur Jateng Ganjar Pranowo (tengah) bersama perwakilan nelayan secara simbolis memusnahkan jaring penangkap ikan tidak ramah lingkungan saat Pembagian Paket Bantuan Alat Penangkap Ikan Ramah Lingkungan di Semarang, Jawa Tengah, Rabu (20/9/2017). Kementerian Kelautan dan Perikanan melalui Ditjen Perikanan Tangkap membagikan 690 paket alat penangkap ikan ramah lingkungan kepada nelayan Pantai Utara (Pantura) Jateng serta menyerahkan klaim asuransi nelayan yang mencapai Rp 1,2 miliar. ANTARA FOTO/AJI STYAWANMenteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti (kanan), Gubernur Jateng Ganjar Pranowo (tengah) bersama perwakilan nelayan secara simbolis memusnahkan jaring penangkap ikan tidak ramah lingkungan saat Pembagian Paket Bantuan Alat Penangkap Ikan Ramah Lingkungan di Semarang, Jawa Tengah, Rabu (20/9/2017). Kementerian Kelautan dan Perikanan melalui Ditjen Perikanan Tangkap membagikan 690 paket alat penangkap ikan ramah lingkungan kepada nelayan Pantai Utara (Pantura) Jateng serta menyerahkan klaim asuransi nelayan yang mencapai Rp 1,2 miliar.
|
EditorKurniasih Budi


JEPARA, KOMPAS.com- Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berharap pembagian alat tangkap ikan ramah lingkungan pengganti cantrang bisa segera dibagikan kepada seluruh nelayan di Jawa Tengah.

Pembagian alat tangkap ikan diharapkan diterima nelayan sebelum berlakunya larangan penggunaan cantrang pada akhir tahun ini, sesuai Peraturan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) nomor 2 Tahun 2015 tentang Larangan Penggunaan Cantrang.

Saat ini, KKP baru membagikan 2.341 alat tangkap ikan kepada nelayan di Jawa Tengah. Sedangkan, ada 6.000 kapal milik nelayan di Jawa Tengah yang menggunakan cantrang sebagai alat tangkap.

Ganjar sempat mengajukan penundaan pemberlakukan pelarangan cantrang di Jawa Tengah kepada Menteri Susi Pudjiastuti. 

Baca: Cerita Menteri Susi Soal Ikan Kakap Merah yang Menghilang

Ia meminta aturan tak serta merta berlaku untuk seluruh nelayan bila pembagian alat tangkap ikan pengganti cantrang belum dibagikan hingga akhir tahun ini.

"Menurut Saya, harus ada toleransi ya kalau enggak kasihan mereka. Saya sudah bicara dengan Bu Susi karena itu (pembagian alat tangkap) gradual maka harus ada ketentuan. Ada yang sudah dan yang belum harus mendapat toleransi, kan datanya ada," ujar Ganjar saat ditemui di Jepara, Jawa Tengah, Senin (16/10/2017).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Hingga kini, Pemerintah Jawa Tengah terus menyosialisasi larangan tersebut ke seluruh wilayah pesisir. Selain itu, Jawa Tengah juga mendampingi nelayan melalui pelatihan penggunaan alat baru tersebut.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat berdialog dengan sejumlah nelayan dari Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, Senin (16/10/2017).DAVID OLIVER PURBA/ KOMPAS.com Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat berdialog dengan sejumlah nelayan dari Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, Senin (16/10/2017).

Selain itu, pelatihan kelembagaan juga diberikan kepada nelayan. Tujuannya, nelayan dapat memanfaatkan berbagai peluang usaha yang berpotensi menguntungkan. Misalnya, membuka bisnis umpan alami yang dapat menambah pendapatan nelayan.

"Sebenarnya bisa menjadi bisnis baru. Kenapa enggak membuat semacam koperasi, membuat  pakan bersama dan setelah itu digunakan bersama-sama. Yang seperti itu pemerintah siap (membantu)," ujarnya.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Peringati WCD, Dompet Dhuafa Bersama Tabur BankSa Tanam 1.000 Pohon Bakau

Peringati WCD, Dompet Dhuafa Bersama Tabur BankSa Tanam 1.000 Pohon Bakau

Regional
Jelang PON XX Papua, Kodam Cenderawasih Gencar 'Jemput Bola' Vaksinasi Warga

Jelang PON XX Papua, Kodam Cenderawasih Gencar "Jemput Bola" Vaksinasi Warga

Regional
Tangsel Raih Anugerah Parahita Ekapraya, Walkot Benyamin: Ini Bentuk Komitmen Wujudkan Kesetaraan Gender

Tangsel Raih Anugerah Parahita Ekapraya, Walkot Benyamin: Ini Bentuk Komitmen Wujudkan Kesetaraan Gender

Regional
Lewat '1000 Baju Baru', Dompet Dhuafa Penuhi Kebutuhan Pakaian Muslim Yatim Piatu

Lewat "1000 Baju Baru", Dompet Dhuafa Penuhi Kebutuhan Pakaian Muslim Yatim Piatu

Regional
Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Regional
Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Regional
Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Regional
Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Regional
Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Regional
Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Regional
Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Regional
Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Regional
Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Regional
Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Regional
Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.