Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 20/09/2017, 19:48 WIB
|
EditorErlangga Djumena

SEMARANG, KOMPAS.com - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti bercerita mengenai susahnya mendapatkan ikan kakap merah di Juwana, Kabupaten Pati, Jawa Tengah.

Dia mengatakan, dirinya kerap mencari ikan kakap merah di tempat pelelalang ikan (TPI). Susi yang merupakan pengusaha ikan itu mengaku mempunyai tempat langganan untuk membeli ikan jenis itu di TPI Juwana, Kabupaten Pati.

Di Juwana sebut Susi, dirinya biasa membeli ikan kakap merah dari nelayan bernama Wagini. Namun, kini pasokan ikan kakap merah sudah tak ada lagi di Juwana. Susi menilai alat cantrang adalah penyebabnya.

"Saya beli di Juwana dapat kakap merah, belinya di Bu Wagini. Itu hilang sejak ada Cantrang," kata Susi, di hadapan para nelayan, di Semarang, Rabu (20/9/2017).

Baca juga: Menteri Susi: Kalau Ikan Kecil Diambil, Ikan Besar Enggak Akan Datang

Susi mengatakan, nelayan di Indonesia harus bersedia untuk mengubah alat tangkap yang ramah lingkungan. Dia menilai alat cantrang yang selama ini digunakan nelayan terbukti merusak seluruh sumber daya yang ada di laut.

"Kalau sekarang ikan banyak. Tapi kalau (menggunakan) cantrang terus kalau (ikannya) habis gimana?" tanya Susi.

Pada kesempatan itu, Susi pun mengajak nelayan untuk menangkap hanya ikan-ikan besar yang bernilai jual tinggi. Sedangkan ikan-ikan yang kecil tidak ditangkap supaya  menjadi pakan ikan besar.

"Bawal putih itu harganya Rp 800 juta, orang Pantura enggak bisa panen itu karena laut digaruk dengan cantrang tiap hari," kata Susi.

Dia menegaskan, perubahan alat tangkap dari cantrang menjadi alat tangkap ikan yang lebih ramah lingkungan itu bukan untuk mematikan nelayan. Hal itu sebagai upaya untuk memastikan mata pencahariaan nelayan agar terjaga.

"Bukan dilarang, ganti alatnya. Apa isi laut ikan Ruca saja. Kita jaga semuanya baik, laut sehat ikan banyak, tangkapan juga banyak," katanya.

"Dari Pantura ke Arafuru, Natuna itu banyak sekali. Ikan ditangkap, di pinggir sudah ada beli. Jadi, Pemerintah perhatikan nelayan agar untung," tambahnya.

Kompas TV Aksi mengemudi motor trail dilakukan Susi saat berada di Lombok, Nusa Tenggara Barat.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Respons Banjir Dinar Indah, Walkot Semarang Rencanakan Penghijauan dan Relokasi Permukiman

Respons Banjir Dinar Indah, Walkot Semarang Rencanakan Penghijauan dan Relokasi Permukiman

Regional
Sosialisasikan Prolegnas RUU Prioritas 2023 di Kalteng, Baleg DPR Terima Lebih dari 9 Masukan

Sosialisasikan Prolegnas RUU Prioritas 2023 di Kalteng, Baleg DPR Terima Lebih dari 9 Masukan

Regional
DMC Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir dan Longsor di Manado

DMC Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir dan Longsor di Manado

Regional
Hadiri Rapimnas Fornas, Bupati Zairullah Paparkan Rencana Pembangunan Istana Anak Yatim

Hadiri Rapimnas Fornas, Bupati Zairullah Paparkan Rencana Pembangunan Istana Anak Yatim

Regional
Lokasi Vaksin Booster Kedua di Rumah Sakit Jakarta

Lokasi Vaksin Booster Kedua di Rumah Sakit Jakarta

Regional
Terima Penyandang Disabilitas Klaten, Ganjar: Ini Kejutan Karena Mereka Bawa Motor Modifikasi Sendiri

Terima Penyandang Disabilitas Klaten, Ganjar: Ini Kejutan Karena Mereka Bawa Motor Modifikasi Sendiri

Regional
JSDDD Jadi Pilot Project Nasional, Bupati Jembrana: Kami Siap Bekerja Sama dengan BPS

JSDDD Jadi Pilot Project Nasional, Bupati Jembrana: Kami Siap Bekerja Sama dengan BPS

Regional
Muba Bangga, Desa Bukit Selabu Dapat Anugerah Award Desa Cinta Statistik 2022

Muba Bangga, Desa Bukit Selabu Dapat Anugerah Award Desa Cinta Statistik 2022

Regional
Senin Besok, Mbak Ita Akan Resmi Dilantik Ganjar Jadi Wali Kota Semarang

Senin Besok, Mbak Ita Akan Resmi Dilantik Ganjar Jadi Wali Kota Semarang

Regional
Wabup Pidie Jaya Apresiasi Ketulusan Pengabdian Ramhat Aulia yang Bawa Ayahnya Berobat dengan Becak Motor

Wabup Pidie Jaya Apresiasi Ketulusan Pengabdian Ramhat Aulia yang Bawa Ayahnya Berobat dengan Becak Motor

Regional
Wujud Kolaborasi Lintas Daerah, Perayaan HUT Ke-20 Kabupaten Bone Bolango Hadirkan Berbagai Atraksi

Wujud Kolaborasi Lintas Daerah, Perayaan HUT Ke-20 Kabupaten Bone Bolango Hadirkan Berbagai Atraksi

Regional
BPKH bersama Dompet Dhuafa Bagikan 250 Kitchen Kit untuk Penyintas Gempa Cianjur

BPKH bersama Dompet Dhuafa Bagikan 250 Kitchen Kit untuk Penyintas Gempa Cianjur

Regional
Gubernur Sulsel Nilai Keberhasilan Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Karena Kepimimpinan Jokowi

Gubernur Sulsel Nilai Keberhasilan Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Karena Kepimimpinan Jokowi

Regional
Pemkot Semarang Luncurkan BUMP, Plt Walkot Ita Harap Kesejahteraan Petani Meningkat

Pemkot Semarang Luncurkan BUMP, Plt Walkot Ita Harap Kesejahteraan Petani Meningkat

Regional
Kisah Agus Falahudin, Penyintas Gempa Cianjur yang Gotong Royong Bangun Huntara

Kisah Agus Falahudin, Penyintas Gempa Cianjur yang Gotong Royong Bangun Huntara

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.