Nobar Film Pengkhianatan G30S/PKI, Penonton Bubar Sebelum Film Kelar

Kompas.com - 30/09/2017, 09:24 WIB
Penonton yang tersisa di ujung pemutaran film Pengkhianatan G30S/PKI di Kampus Universitas Antakusuma, Pangkalan Bun, Jumat (29/9/2017) malam Kompas.com/Budi BaskoroPenonton yang tersisa di ujung pemutaran film Pengkhianatan G30S/PKI di Kampus Universitas Antakusuma, Pangkalan Bun, Jumat (29/9/2017) malam
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

PANGKALAN BUN, Kompas.com - Nonton bareng (nobar) dan bedah Film Pengkhianatan Gerakan 30 September, yang digelar Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Antakusuma (Untama), membuat kampus di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, Jumat (29/9/2017) malam tampak lebih sedikit semarak dari malam biasanya.

Walau hanya dengan publikasi terbatas yakni melalui pesan Whatsapp, sekitar 100 mahasiswa hadir di hall besar di lantai tiga satu-satunya universitas di Pangkalan Bun itu.

(Baca: Nobar Film G30S/PKI Akan Digelar, Berhadiah TV, Kulkas hingga Sepeda Motor)

Dari pantauan Kompas.com, ada sejumlah aparat dengan pakaian preman menghadiri kegiatan itu.

Dua layar terpasang di hall itu. Pukul 19.30 film mulai diputar. Gambar di Monumen Pancasila Sakti, bekas sumur tua di Lubang Buaya, Jakarta, tempat mengubur enam jenderal pada peristiwa 52 tahun lalu itu mengawali narasi film.

Lewat satu jam kemudian, mulai banyak mahasiswa keluar dari hall, untuk sekadar duduk-duduk dan berbincang dengan sesama temannya.

Seorang mahasiswi kemudian pingsan, dan itu sedikit mengusik perhatian. "Ini biasa kalau dicapai, pingsan," kata seorang temannya.

Lalu, satu per satu mahasiswa, kelompok kecil demi kelompok kecil mahasiswi juga tampak meninggalkan ruangan.

Belum separuh perjalanan film, sudah lebih dari separuh penonton pergi. Melewati tiga jam penayangan, jumlah penonton sudah bisa dihitung dengan jari. Sementara, satu dua mahasiswa terlihat terlelap di bangkunya.

Saat di layar film jenazah para jenderal ditemukan di Lubang Buaya, diangkut dengan panser, dan Jenderal Besar Nasution berpidato, yang tersisa di ruangan tinggal sedikit pantia. Perwira, dan aparat yang memantau jalannya acara pun juga sudah pergi.

"Awalnya kami akan membuat sesi debat tentang film ini. Tapi, gimana lagi," kata Ahmad Panji, Presiden BEM Universitas Antakusuma.

Panji mengatakan, rata-rata mahasiswa Antakusuma saat ini adalah kelahiran antara 1999-1995. Mayoritas dari mereka belum pernah menonton film yang di masa Orde Baru selalu diputar di seluruh stasiun telivisi itu.

Namun, ternyata mereka hanya tampak penasaran di awal saja untuk menyaksikan film itu. Penonton bubar sebelum film kelar.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

KPU Tetapkan Arif-Rista sebagai Bupati dan Wabup Kebumen Terpilih

KPU Tetapkan Arif-Rista sebagai Bupati dan Wabup Kebumen Terpilih

Regional
PPKM Diperpanjang, Wabup Kebumen: Tunggu Surat Resmi dari Pusat

PPKM Diperpanjang, Wabup Kebumen: Tunggu Surat Resmi dari Pusat

Regional
Cegah Kerumunan Akhir Pekan, Jalan Darmo dan Jalan Tunjungani Surabaya Ditutup

Cegah Kerumunan Akhir Pekan, Jalan Darmo dan Jalan Tunjungani Surabaya Ditutup

Regional
Seorang Kakek Ditemukan Selamat Setelah 3 Hari Hilang, Terduduk Lemas di Pinggir Tebing

Seorang Kakek Ditemukan Selamat Setelah 3 Hari Hilang, Terduduk Lemas di Pinggir Tebing

Regional
Viral Video Polisi Sergap Komplotan Penjahat di Tengah Jalan, Direkam Warga dan Terdengar Suara Tembakan

Viral Video Polisi Sergap Komplotan Penjahat di Tengah Jalan, Direkam Warga dan Terdengar Suara Tembakan

Regional
Gugatan Pilkada Surabaya, Tim Machfud Arifin-Mujiaman Siapkan Kejutan di Sidang Perdana

Gugatan Pilkada Surabaya, Tim Machfud Arifin-Mujiaman Siapkan Kejutan di Sidang Perdana

Regional
Penyergapan Penjahat di Ciamis Berlangsung Dramatis, Begini Kejadiannya

Penyergapan Penjahat di Ciamis Berlangsung Dramatis, Begini Kejadiannya

Regional
Emil Dardak Persilakan PPKM Dimodifikasi jika Ada Kegiatan Lain Berisiko Tinggi

Emil Dardak Persilakan PPKM Dimodifikasi jika Ada Kegiatan Lain Berisiko Tinggi

Regional
Kasus Pengambilan Paksa Jenazah Pasien Covid-19, 12 Warga Sukarela Datangi Polres Probolingo

Kasus Pengambilan Paksa Jenazah Pasien Covid-19, 12 Warga Sukarela Datangi Polres Probolingo

Regional
Kasus Jenazah Remaja Perempuan di Karawang, Ini Hasil Otopsi RS

Kasus Jenazah Remaja Perempuan di Karawang, Ini Hasil Otopsi RS

Regional
Sempat Divaksin, Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin Terinfeksi Covid-19

Sempat Divaksin, Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin Terinfeksi Covid-19

Regional
Gempa Magnitodo 5,1 di Talaud Sulut, BMKG: Ini Gempa Susulan

Gempa Magnitodo 5,1 di Talaud Sulut, BMKG: Ini Gempa Susulan

Regional
Staf Protokol Bupati Kulon Progo Tertular Covid-19, Imbas Klaster Keluarga

Staf Protokol Bupati Kulon Progo Tertular Covid-19, Imbas Klaster Keluarga

Regional
Bacok Korban Berkali-kali, Pemuda di Cianjur Ini Mengaku sebagai Perempuan di Facebook

Bacok Korban Berkali-kali, Pemuda di Cianjur Ini Mengaku sebagai Perempuan di Facebook

Regional
Kasus Anak Gugat Orangtua karena Fortuner, Hakim: Selama Belum Putusan, Masih Mungkin Mediasi

Kasus Anak Gugat Orangtua karena Fortuner, Hakim: Selama Belum Putusan, Masih Mungkin Mediasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X