Banyak Wisatawan yang Datang, Cagar Alam Pulau Sempu Rusak

Kompas.com - 13/09/2017, 20:36 WIB
Peta daerah terdampak aktivitas wisatawan di Cagar Alam Pulau Sempu, Kabupaten Malang.KOMPAS.com / Andi Hartik Peta daerah terdampak aktivitas wisatawan di Cagar Alam Pulau Sempu, Kabupaten Malang.

MALANG, KOMPAS.com - Meski merupakan kawasan terlarang, Cagar Alam Pulau Sempu yang ada di seberang Pantai Sendang Biru, Desa Tambakrejo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, Jawa Timur tetap menjadi tujuan wisata. Kondisi itu membuat sebagian wilayah di dalam kawasan rusak.

Kepala Sub Direktorat Pemolaan Kawasan Konservasi pada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Chadidjah mengatakan, kerusakan di kawasan cagar alam itu semakin melebar seiring banyaknya kunjungan ilegal ke lokasi itu.

Sesuai dengan fungsinya, cagar alam terlarang untuk aktivitas wisata. Kawasan cagar alam hanya diperbolehkan untuk aktivitas penelitian dan pendidikan. "Memang (kerusakan) pada area yang sudah dikunjungi," katanya dalam Sosialisasi Pengelolaan Kawasan Konservasi Cagar Alam Pulau Sempu di Kota Malang, Rabu (13/9/2017).

Menurut Ketua Tim Evaluasi Kesesuaian Fungsi ini, kerusakan akibat kunjungan wisata terjadi di sekitar pantai yang biasa menjadi tujuan wisatawan, seperti Pantai Segara Anakan. Selain itu, daerah di sepanjang jalan setapak juga rusak akibat dilalui oleh wisatawan.


Baca juga: Cagar Alam Panua Dirambah, Pohon Mangrove Ditebangi Dijadikan Tambak

"Pijakan - pijakan di jalan setapak ini kelihatan melebar. Biasanya kalau hujan itu kan licin jadi mereka mencari jalan yang lain," katanya.

Sementara itu, antusiasme wisatawan untuk mendatangi pulau itu cukup tinggi. Kondisi itu membuat masyarakat di sekitar Pulau Sempu mendapat untung. Mereka mendapat pekerjaan dengan mengantarkan wisatawan nyebrang dari Pantai Sendang Biru ke Pulau Sempu. Bahkan, sebagian dari mereka ada yang bertindak sebagai porter.

Tidak hanya itu, Pemerintah Desa Tambakrejo mengenakan retribusi masuk seharga Rp 5.000 bagi wisatawan yang hendak ke Pulau Sempu sesuai dengan Peraturan Desa Tambakrejo tahun 2013. Dalam setahun, retribusi itu bisa mencapai Rp 1,2 miliar.

Padahal, aktivitas wisata di Pulau Sempu tersebut merupakan aktivitas yang ilegal. Bahkan, Pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Timur mengaku tidak mengetahui perihal pengenaan retribusi itu.

"Jangan tanya saya dong. Itu yang bikin kan pemerintah desa," kata Kepala BKSDA Jawa Timur Ayu Dewi Utari.

Ayu tidak menampik banyaknya aktivitas ilegal ke kawasan cagar alam itu. Dia mengatakan, aktivitas ilegal yang merusak kawasan Pulau Sempu itu sulit dibendung karena keterbatasan petugas lapangan.

"Keterbatasan kami. Kami sudah melakukan sosialisasi. Kami sudah melakukan pembinaan, kami sudah memasang papan larangan tetapi tetap saja ini masuk ke dalam kawasan. Keterbatasan kami petugas menahan wisatawan ilegal," katanya.

Selama ini, petugas lapangan di kawasan konservasi seluas 877 hektar itu hanya berjumlah 4 orang.

Baca juga: Babat Bambu di Cagar Alam Tangale, Seorang Petani Ditangkap Polisi Hutan

Wacana penurunan status

Halaman:


EditorErlangga Djumena

Terkini Lainnya

Sebelum Disekap, Istri Ketua KPU Cianjur Diseret 2 Pria Berpenutup Wajah

Sebelum Disekap, Istri Ketua KPU Cianjur Diseret 2 Pria Berpenutup Wajah

Regional
Cerita di Balik Kerusuhan Lapas Langkat, Napi yang Kelaparan hingga Arogansi Petugas

Cerita di Balik Kerusuhan Lapas Langkat, Napi yang Kelaparan hingga Arogansi Petugas

Regional
Harga Tiket Pesawat Mahal, Pemudik Pakai Bus di Bandung Diprediksi Meningkat

Harga Tiket Pesawat Mahal, Pemudik Pakai Bus di Bandung Diprediksi Meningkat

Regional
Hutan Rusak Diduga Jadi Penyebab Banjir Bandang di Kabupaten Lebak

Hutan Rusak Diduga Jadi Penyebab Banjir Bandang di Kabupaten Lebak

Regional
Lebaran 2019, Konsumsi BBM di Jatim Diprediksi Naik 12 Persen

Lebaran 2019, Konsumsi BBM di Jatim Diprediksi Naik 12 Persen

Regional
Selundupkan Ribuan Benih Lobster, Pemilik Melarikan Diri dengan Lompat ke Air

Selundupkan Ribuan Benih Lobster, Pemilik Melarikan Diri dengan Lompat ke Air

Regional
Perketat Keamanan, Kampus di Bandung Ini Dilengkapi 'Command Center' dan 'Panic Button'

Perketat Keamanan, Kampus di Bandung Ini Dilengkapi "Command Center" dan "Panic Button"

Regional
Mahasiswa UGM Jadi Joki Tes Masuk di Surabaya, Ini Tanggapan Rektor

Mahasiswa UGM Jadi Joki Tes Masuk di Surabaya, Ini Tanggapan Rektor

Regional
Pulang Safari Ramadhan, Wabup Rembang Terlibat Kecelakaan Beruntun

Pulang Safari Ramadhan, Wabup Rembang Terlibat Kecelakaan Beruntun

Regional
5 Fakta Penyelundupan 1 Ton Ganja, Disembunyikan di Sasis Truk hingga Hendak Dibawa ke Jakarta

5 Fakta Penyelundupan 1 Ton Ganja, Disembunyikan di Sasis Truk hingga Hendak Dibawa ke Jakarta

Regional
Antisipasi Bencana Kekeringan, BPBD Banyumas Siapkan 1.000 Tangki Air Bersih

Antisipasi Bencana Kekeringan, BPBD Banyumas Siapkan 1.000 Tangki Air Bersih

Regional
Mogok Belajar Siswa yang Tolak Kepsek Diganti Berakhir dengan Surat Perjanjian

Mogok Belajar Siswa yang Tolak Kepsek Diganti Berakhir dengan Surat Perjanjian

Regional
Dari Balairung, Dosen UGM Serukan Pesan Persatuan dan Perdamaian

Dari Balairung, Dosen UGM Serukan Pesan Persatuan dan Perdamaian

Regional
Kronologi Penyekapan Istri Ketua KPU Cianjur

Kronologi Penyekapan Istri Ketua KPU Cianjur

Regional
Banyak TKI Ilegal asal NTT di Malaysia, BP3TKI Kupang Bangun Rumah Informasi Migrasi Aman

Banyak TKI Ilegal asal NTT di Malaysia, BP3TKI Kupang Bangun Rumah Informasi Migrasi Aman

Regional

Close Ads X