Daya Tarik Hutan Nantu yang Kerap Dikunjungi Wisatawan - Kompas.com

Daya Tarik Hutan Nantu yang Kerap Dikunjungi Wisatawan

Kompas.com - 13/09/2017, 15:42 WIB
Babi rusa sedang menikmati garam mineral di kolam Adudu, satwa endemik Sulawesi ini menjadi ikon Hutan Nantu di Gorontalo.KOMPAS.COM/ROSYID AZHAR Babi rusa sedang menikmati garam mineral di kolam Adudu, satwa endemik Sulawesi ini menjadi ikon Hutan Nantu di Gorontalo.

GORONTALO, KOMPAS.com - Suaka Margasatwa Nantu, Gorontalo kerap dikunjungi wisatawan dan peneliti.

Daya tarik kawasan konservasi ini adalah masih terjaganya kualitas hutan hujan tropis yang menjadi rumah bagi berbagai satwa, khususnya yang endemik Sulawesi.

Babi rusa dan anoa adalah satwa yang paling banyak dicari wisatawan saat memasuki hutan ini.

“Tadi dua rombongan wisatawan berangkat ke Nantu, demikian juga tim peneliti dari Institut Pertanian Bogor,” kata Fachriany Hasan, staf Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Seksi II Gorontalo.

Untuk memasuki hutan hujan tropis terbaik di Asia Tenggara ini, pengunjung wisata cukup membayar karcis sebesar Rp 20.000 untuk wisatawan nusantara dan Rp250.000 untuk turis mancanegara per hari.

Baca juga: Sensasi Memotret Babirusa di Hutan Nantu

Khusus untuk keperluan dokumentasi, pengunjung harus mengurus surat izin masuk kawasan konservasi (Simaksi) yang bisa dilayani di kantor BKSDA di Limboto, Kabupaten Gorontalo.

Tidak sulit menemukan satwa eksotik ikon Hutan Nantu, pengunjung tidak perlu menjelajah seluruh kawasan yang mencapai ribuan hektar.

Di dekat area masuk hutan ini terdapat kolam lumpur yang mengandung banyak garam mineral, masyarakat biasa menyebutnya "Adudu". Di sinilah setiap saat semua satwa menjilati lumpur untuk memenuhi kebutuhan mineralnya.

“Jika beruntung dalam satu waktu terdapat berbagai macam satwa, anoa, babi rusa, monyet, burung, atau lainnya. Satu frame foto bisa berisi semua satwa itu. Ini menarik,” kata fachriany Hasan.

Baca juga: Babi Rusa Beruntung Punya Hutan Nantu


Terkini Lainnya

Kisah Tentara Jepang yang Bersembunyi di Hutan Selama 28 tahun

Kisah Tentara Jepang yang Bersembunyi di Hutan Selama 28 tahun

Internasional
Tim Kampanye Nasional Wakili Jokowi Penuhi Panggilan Bawaslu DKI

Tim Kampanye Nasional Wakili Jokowi Penuhi Panggilan Bawaslu DKI

Megapolitan
5 Fakta Tim Inspektorat Jatim Datangi Wabup Trenggalek, Irit Bicara hingga Tolak Beri Keterangan

5 Fakta Tim Inspektorat Jatim Datangi Wabup Trenggalek, Irit Bicara hingga Tolak Beri Keterangan

Regional
Jokowi Dilaporkan ke Bawaslu karena Diduga Menghina Prabowo

Jokowi Dilaporkan ke Bawaslu karena Diduga Menghina Prabowo

Nasional
Pihak Fahri Hamzah Ancam Ajukan Penyitaan Aset PKS

Pihak Fahri Hamzah Ancam Ajukan Penyitaan Aset PKS

Nasional
China Tahan Warga Australia atas Tuduhan Ganggu Keamanan Nasional

China Tahan Warga Australia atas Tuduhan Ganggu Keamanan Nasional

Internasional
KPK Disarankan Umumkan Nama Anggota DPR yang Belum Lapor LHKPN

KPK Disarankan Umumkan Nama Anggota DPR yang Belum Lapor LHKPN

Nasional
Temui Kedua Kubu di Pilpres, Dubes Uni Eropa Tegaskan Pihaknya Netral

Temui Kedua Kubu di Pilpres, Dubes Uni Eropa Tegaskan Pihaknya Netral

Nasional
Mantan Gangster asal Korsel Tewas Ditembak di Gedung Karaoke di Tokyo

Mantan Gangster asal Korsel Tewas Ditembak di Gedung Karaoke di Tokyo

Internasional
Gunung Papandayan Jadi TWA, Ridwan Kamil Segera Gelar Rapat

Gunung Papandayan Jadi TWA, Ridwan Kamil Segera Gelar Rapat

Regional
Sekda DKI Sebut Izin Food Street di Pulau Reklamasi Bisa Sambil Jalan

Sekda DKI Sebut Izin Food Street di Pulau Reklamasi Bisa Sambil Jalan

Megapolitan
Diperiksa KPK, Menpora Mengaku Ditanya Tupoksi dan Mekanisme Pengajuan Dana Hibah

Diperiksa KPK, Menpora Mengaku Ditanya Tupoksi dan Mekanisme Pengajuan Dana Hibah

Nasional
Korban Bertambah, Anjing Pelacak Dikerahkan ke Lokasi Longsor Gowa

Korban Bertambah, Anjing Pelacak Dikerahkan ke Lokasi Longsor Gowa

Regional
Menteri LHK Tegaskan Gubernur NTT Tak Bisa Langsung Tutup TN Komodo

Menteri LHK Tegaskan Gubernur NTT Tak Bisa Langsung Tutup TN Komodo

Nasional
Pemprov DKI Akan Bina Pedagang UMKM di Food Street Pulau Reklamasi

Pemprov DKI Akan Bina Pedagang UMKM di Food Street Pulau Reklamasi

Megapolitan

Close Ads X