Wali Kota Sebut Produksi Ikan Turun, Susi Sodorkan Data-data

Kompas.com - 31/08/2017, 06:00 WIB
Menteri KKP Susi Pudjiastuti Saat Menghadiri Puncak Hut HSNI Di Pantai Depok Bantul Kompas.com/Markus YuwonoMenteri KKP Susi Pudjiastuti Saat Menghadiri Puncak Hut HSNI Di Pantai Depok Bantul
EditorCaroline Damanik

KOMPAS.com - Menteri Kelautan dan Perikanan RI Susi Pudjiastuti membantah pernyataan Wali Kota Bitung Max J Lomban yang menyebutkan telah terjadi penurunan produksi perikanan di Sulawesi Utara.

Sebelumnya, Max mengadu kepada anggota Komisi VI DPR RI yang tengah melaksanakan kunjungan kerja di Kota Bitung, Kamis (10/8/2017), bahwa terjadi penurunan produksi perikanan di Sulawesi Utara.

"Tidak benar itu yang dikatakan wali kota Bitung. Buktinya nilai ekspor produk perikanan di Sulawesi Utara naik kok," kata Susi.

(Baca juga: Asisten Pribadi Menteri Susi yang Jadi Buah Bibir... )

Sebagai bukti, Susi memperlihatkan laporan Badan Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Pengawasan (BKIPM) Hasil Perikanan Manado. Data menunjukkan bahwa nilai ekspor produk perikanan Sulawesi Utara periode Januari hingga Juli 2017 mencapai 66,25 juta dolar AS, meningkat 23,46 pesen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2016.

Susi juga membantah pernyataan Wali Kota Bitung yang mengatakan bahwa kebijakan Susi menyebabkan perikanan berkurang di wilayahnya.

"Sekali lagi saya katakan tidak benar itu. Coba lihat pula data volume ikan tuna di Sulawesi Utara," kata Susi.

Menurut data BKIPM yang ditunjukkan Susi, volume ikan tuna di Sulawesi Utara sampai dengan Juli 2017 mencapai 5.514 ton dan sudah melampaui total volume perolehan tuna tahun 2016 sebesar 3.867 ton.

 

Berita ini telah tayang di Tribunnews.com, Sabtu (26/8/2017), dengan judul: Pulang dari Jepang Menteri Susi Bantah Komentar Wali Kota Bitung terkait Perikanan di Sulut

 

 

Kompas TV Aksi mengemudi motor trail dilakukan Susi saat berada di Lombok, Nusa Tenggara Barat.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Regional
Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Regional
Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Regional
Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Regional
Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah 'Siap, Pak'

Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah "Siap, Pak"

Regional
Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

Regional
Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Regional
Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Regional
Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Regional
Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Regional
Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Regional
Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 4 Maret 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 4 Maret 2021

Regional
Mengaku Diculik, Nabhani Kabur karena Masalah Kantor, Keluarga Sempat Lapor Polisi, Ini Kronologinya

Mengaku Diculik, Nabhani Kabur karena Masalah Kantor, Keluarga Sempat Lapor Polisi, Ini Kronologinya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X