Sejumlah Maskapai Naksir Pesawat N219 Racikan PT DI

Kompas.com - 23/08/2017, 14:05 WIB
Pesawat N219 buatan PT Dirgantara Indonesia KOMPAS.com/DENDI RAMDHANIPesawat N219 buatan PT Dirgantara Indonesia
|
EditorErlangga Djumena

BANDUNG, KOMPAS.com - Pesawat N219 buatan PT Dirgantara Indonesia ( PT DI) sudah resmi diluncurkan dan tengah menjalani masa uji terbang. Meski belum diproduksi massal, sejumlah maskapai mulai mengajukan penawaran untuk membeli pesawat berteknologi avionik tersebut.

Direktur Utama PT DI Budi Santoso mengakui hal tersebut. Namun ia belum menyodorkan kontrak kerja sama lantaran pesawat N219 masih dalam proses penyempurnaan.

"Banyak yang sudah mau beli, cuma balik lagi ya, saya ingin setelah ini (test flight) ya. Tapi saya belum berani sampai mengatakan kontrak. Kontrak ini harus saya yakin dengan pesawatnya. Ini kan masih perlu tes dan perbaikan," ucap Budi di sela test flight kedua N219 di Bandara Husein Sastranegara, Rabu (22/8/2017) siang.

Tanpa menyebut nama maskapai yang dimaksud, Budi mengatakan, dirinya kerap dihubungi oleh seorang pejabat disalah satu maskapai yang ingin menjadi konsumen pertama N219.

"Tapi ada yang selalu nelepon saya, untuk ingin jadi first costumer, itu ada beberapa airline. Namun yang saya perlukan launching costumer yang mau membeli 50 pesawat," ucapnya.

Bahkan lanjut Budi, saat ini ada salah satu maskapai yang telah berani memesan 50 unit langsung. Namun ia enggan membocorkan calon pembeli N219 tersebut.

Baca juga: Mengenal Lebih Dekat Para Insinyur yang Membidani Kelahiran N219

"Ada lah. Enggak boleh ngomong, karena masih negoisasi harga terus ya," ucapnya sambil tertawa.

Setelah hasil test flight rampung, ia menargetkan memproduksi 24 unit pesawat per tahunnya. Harga pesawat berkapasitas 19 penumpang dibanderol sekitar Rp 81 miliar per unitnya.

"Semua itu target kita dalam 5 tahun ke depan masih dalam negeri, setelah itu kita baru kita ke negara lain. Beberapa sudah calling dari luar negeri untuk pemesanan. Jika tes beres tahun 2018, pada 2019 kita akan produksi tapi paling enam pesawat, kemudian naik 12 pesawat, selama dua tahun baru naik lagi nanti 18 pesawat hingga 24 pesawat," tutur Budi.

"Jadi 50 pesawat cukup panjang (produksinya) kita juga tanya-tanya (maskapai) ini, mau nunggu gak? Tapi ini target kami untuk membuat 24 pesawat per tahunnya," tambah dia.

Baca juga: PT DI Beberkan Keunggulan Pesawat N219



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Akan Panggil Saksi Dugaan Rekayasa Kasus Narkoba Wakil Wali Kota Tegal

Polisi Akan Panggil Saksi Dugaan Rekayasa Kasus Narkoba Wakil Wali Kota Tegal

Regional
Demokrat Jambi Ancam Pecat Kader yang Terlibat GPK-PD, 2 Anggota Terindikasi

Demokrat Jambi Ancam Pecat Kader yang Terlibat GPK-PD, 2 Anggota Terindikasi

Regional
[POPULER NUSANTARA] Mantan Bupati Jember Faida Diperiksa Kejari | Warga Suriname Cari Keluarganya di Sleman

[POPULER NUSANTARA] Mantan Bupati Jember Faida Diperiksa Kejari | Warga Suriname Cari Keluarganya di Sleman

Regional
Setahun Pandemi, Cerita Para Ibu yang Berprofesi sebagai Dokter, Beban Ganda Jadi Guru hingga Urus Keluarga

Setahun Pandemi, Cerita Para Ibu yang Berprofesi sebagai Dokter, Beban Ganda Jadi Guru hingga Urus Keluarga

Regional
Fakta Konflik Wali Kota Tegal dan Wakilnya, Tampil Berdua tetapi Laporan ke Polisi Tak Dicabut

Fakta Konflik Wali Kota Tegal dan Wakilnya, Tampil Berdua tetapi Laporan ke Polisi Tak Dicabut

Regional
Hamil Tua, TL Tetap Mangkal Jadi PSK, Miliki 2 Anak Balita, Suami Kabur Entah ke Mana

Hamil Tua, TL Tetap Mangkal Jadi PSK, Miliki 2 Anak Balita, Suami Kabur Entah ke Mana

Regional
Fakta Penangkapan Terduga Teroris di Jatim, Perajin Kulit hingga Istri adalah Seorang Guru

Fakta Penangkapan Terduga Teroris di Jatim, Perajin Kulit hingga Istri adalah Seorang Guru

Regional
Hujan Disertai Angin Kencang di Blitar, Menara Telekomunikasi Roboh Timpa Mushala

Hujan Disertai Angin Kencang di Blitar, Menara Telekomunikasi Roboh Timpa Mushala

Regional
Wali Kota Hendi Pastikan Lapangan Sidodadi Akan Direvitalisasi Jadi Sport Center

Wali Kota Hendi Pastikan Lapangan Sidodadi Akan Direvitalisasi Jadi Sport Center

Regional
Polres Banjarbaru Bongkar Praktik Prostitusi Online, 9 Orang Ditangkap

Polres Banjarbaru Bongkar Praktik Prostitusi Online, 9 Orang Ditangkap

Regional
Kasus Harian Covid-19 Menurun, Penanganan Pandemi di Jateng Terus Membaik

Kasus Harian Covid-19 Menurun, Penanganan Pandemi di Jateng Terus Membaik

Regional
Setelah Bertemu Ganjar, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tegal Kembali Muncul Berdua

Setelah Bertemu Ganjar, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tegal Kembali Muncul Berdua

Regional
Cerita Ponidjo, Warga Suriname yang Mencari Keluarganya di Sleman, Bapak Ibu Tinggalkan Tanah Air Tahun 1931

Cerita Ponidjo, Warga Suriname yang Mencari Keluarganya di Sleman, Bapak Ibu Tinggalkan Tanah Air Tahun 1931

Regional
Satu Tahun Pandemi, Mengingat Kota Tegal yang  Pertama Kali Terapkan 'Local Lockdown' di Tanah Air

Satu Tahun Pandemi, Mengingat Kota Tegal yang Pertama Kali Terapkan "Local Lockdown" di Tanah Air

Regional
Kunjungi Paguyuban Penyandang Disabilitas, Hendi Berikan Kursi Roda yang Pernah Dipakainya

Kunjungi Paguyuban Penyandang Disabilitas, Hendi Berikan Kursi Roda yang Pernah Dipakainya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X