Kompas.com - 07/08/2017, 10:40 WIB
Anak-anak sedang membaca buku di kawasan Sebrang Pabayan, tepi Sungai Batang Arau, Padang, Sumatera Barat, Minggu (16/7/2017). Komunitas Baca Tanah Ombak meluncurkan kegiatan pustaka bergerak yang diberi nama Vespa Pustaka untuk menjangkau anak-anak di Kota Padang yang membutuhkan akses pendidikan lewat buku. KOMPAS.com / RAMDHAN TRIYADI BEMPAHAnak-anak sedang membaca buku di kawasan Sebrang Pabayan, tepi Sungai Batang Arau, Padang, Sumatera Barat, Minggu (16/7/2017). Komunitas Baca Tanah Ombak meluncurkan kegiatan pustaka bergerak yang diberi nama Vespa Pustaka untuk menjangkau anak-anak di Kota Padang yang membutuhkan akses pendidikan lewat buku.
|
EditorCaroline Damanik

Ada empat hal yang diajarkan di Tanah Ombak, yaitu belajar pengetahuan, membaca, mengembangkan potensi dan kemandirian. Menurut Hendri, dengan metode belajar sambil bermain yang diterapkan, membuat anak-anak semakin betah.

Kemampuan berbahasa asing juga diajarkan untuk anak-anak. Apalagi, Kampung Purus merupakan kawasan wisata yang saat ini dikembangkan oleh pemerintah daerah setempat. Kemampuan bahasa Inggris ini bisa jadi bekal bagi anak-anak di sana untuk ke depannya.

"Penguatan intelektual anak-anak dan penguatan kemandirian membutuhkan waktu yang lama. Kami sangat menjaga itu. Ibarat pohon jati yang bisa dilihat hasilnya dalam waktu yang lama," tuturnya.

Sementara itu, KW mengatakan, nama Tanah Ombak diambil dari karya sastra Abrar Yusra, seorang budayawan Sumatera Barat. Nama itu dianggap cocok karena Tanah Ombak mengajari anak-anak yang tinggal di pesisir Pantai Padang.

KW menyebut, Tanah Ombak adalah tempat anak-anak belajar untuk meningkatkan minat baca dan kreativitas. Anak-anak sejak usia TK hingga SMA dilibatkan dalam berbagai kegiatan, seperti membaca, menulis, mendongeng, menari, bermain musik, dan teater.

“Di sini, anak-anak diajarkan tidak boleh bicara kotor, dilarang main fisik, harus menjaga kebersihan sanggar dan lingkungan, dan belajar menyimak materi dan menceritakan kembali.” kata KW.

Dia mengatakan, meski butuh waktu lama untuk menciptakan peradaban sosial di lingkungan itu, setidaknya buah manis itu bisa dirasakan saat ini.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Contohnya saja, Tanah Ombak mampu meraih Anugerah Literasi Minangkabau 2016, Komunitas Terbaik I Sumatera Barat, Penampilan Terbaik pada Festival Teater Anak-anak Nasional 2014 di Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Prestasi teranyar, mereka menjadi Juara I Regional Sumatera dalam Gramedia Reading Community Competition (GRCC) 2016.

KW merasa senang dengan perubahan perilaku anak-anak di Tanah Ombak. Lewat nilai-nilai pendidikan serta seni budaya yang diajarkan, mereka mengasah karakter ke arah yang lebih baik.

Meski perubahan itu sudah ada, namun rasanya Hendri dan KW belum puas atas capaian itu. Bagi keduanya, benih-benih kebaikan harus terus ditabur agar menghasilan generasi bermoral dalam mengarungi dashyatnya gelombang ombak lautan kehidupan.

"Revolusi mental bisa dimulai dari sini. Tanah Ombak memotivasi anak-anak untuk berbuat baik dalam bentuk-bentuk yang sederhana," kata KW.

Bersambung: Tanah Ombak dan Vespa Butut Kutemui Kamu Sampai Baca (2)

 

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Regional
Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Regional
Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Regional
Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Regional
Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Regional
Mendes PDTT Dorong Program SDGs Desa, Bupati Wonogiri Berikan Apresiasi

Mendes PDTT Dorong Program SDGs Desa, Bupati Wonogiri Berikan Apresiasi

Regional
Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Regional
Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Regional
Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Regional
Terima Penghargaan Green Leadership, Walkot Maidi: Jadi Kado Ulang Tahun Kota Madiun

Terima Penghargaan Green Leadership, Walkot Maidi: Jadi Kado Ulang Tahun Kota Madiun

Regional
Tinjau Vaksinasi di Tangsel, Wapres Minta Walkot Benyamin Lakukan 3 Hal Ini

Tinjau Vaksinasi di Tangsel, Wapres Minta Walkot Benyamin Lakukan 3 Hal Ini

Regional
Lewat DD Farm, Dompet Dhuafa Berdayakan Masyarakat Korban PHK

Lewat DD Farm, Dompet Dhuafa Berdayakan Masyarakat Korban PHK

Regional
Pemkab Ponorogo Berkolaborasi dengan Kemensos untuk Atasi Masalah Disabilitas Intelektual

Pemkab Ponorogo Berkolaborasi dengan Kemensos untuk Atasi Masalah Disabilitas Intelektual

Regional
Dibantu Kejari, Pemkot Semarang Berhasil Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar

Dibantu Kejari, Pemkot Semarang Berhasil Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar

Regional
Kembali Perketat PKM di Semarang, Walkot Hendi Paparkan Aturan Kegiatan Sosial Baru

Kembali Perketat PKM di Semarang, Walkot Hendi Paparkan Aturan Kegiatan Sosial Baru

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X