Kepsek Diperiksa Terkait Kasus Benturkan Kepala Siswa ke Tembok hingga Pingsan

Kompas.com - 01/08/2017, 13:21 WIB
Diduga dianiaya kepala sekolahnya, Gusti (14), seorang siswa kelas VIII SMP Swasta Salu Mandalle, desa Tawalian Timur, Kecamatan Tawalian Kabupaten Mamasa sulawesi barat terpaksa harus diopname di Rumah Sakit Bunua Mamase Kabupaten Mamasa, sejak Rabu lalu KOMPAS.ComDiduga dianiaya kepala sekolahnya, Gusti (14), seorang siswa kelas VIII SMP Swasta Salu Mandalle, desa Tawalian Timur, Kecamatan Tawalian Kabupaten Mamasa sulawesi barat terpaksa harus diopname di Rumah Sakit Bunua Mamase Kabupaten Mamasa, sejak Rabu lalu
|
EditorCaroline Damanik

MAMASA, KOMPAS.com - Setelah dijemput polisi karena diduga menganiaya dengan cara menendang wajah dan membenturkan kepala siswanya ke tembok hingga jatuh pingsan, Kepala Sekolah SMP Salu Mandalle, Mamasa, Soleman, dipanggil Kepala Dinas Pendidikan Mamasa, Sulawesi Barat, Selasa (1/8/2017), untuk memberikan klarifikasi.

Selain Solemen, Kepala dan staf UPTD juga dipanggil untuk dimintai keterangan terkait kasus yang menghebohkan dunia pendidikan di Mamasa tersebut.

Usai pertemuan di ruangan Kepala Dinas Pendidikan Mamasa, Muh Syukur, Soleman mengaku dimintai keterangan terkait dugaan penganiayaan terhadap seorang siswanya hingga dilarikan ke rumah sakit.

Solemen mengaku ditanyai kronologi kejadian. Namun dia membantah melakukan penganiayan terhadap siswanya.

Soleman mengaku sempat menendang namun tidak mengenai badan korban. Dia juga membantah tidak mencekik leher siswanya meski ditemukan bakas kuku di leher korban. Menurut Soleman, dirinya hanya mengangkat leher baju korban dan membentaknya hingga pingsan.

“Saya hari ini memenuhi surat panggilan kepala dinas pendidikan untuk nmengklarifikasi kasus ini dan semuanya sudah saya beberkan,” tutur Soleman.

(Baca juga: Siswa SMP Ini Mengaku Dianiaya Kepsek hingga Pingsan dan Dirawat di RS)

Pengakuan Soleman kepada sejumlah awak media ini berbeda dengan yang disampaikan ke pihak keluarga, Daniel. Menurut Daniel, Soleman sempat datang ke rumah korban sehari setelah kejadian untuk meminta maaf dan mengakui kekhilafannya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Mamasa, Muh Syukur, yang ditemui usai pertemuan mengaku memanggil Soleman untuk mengklarifikasi laporan dugaan penganiayaan yang dilakukan kepala sekolah terhadap salah seorang siswanya hingga jatuh pingsan.

Selain itu, Dinas Pendidikan juga akan mendatangi rumah korban dan berdialog dengan pihak keluarga korban untuk mengklarifikasi.

“Sebagai langkah awal kami minta klarifikasi kasus dugaan kekerasan terhadap salah satu siswa ini langsung kepada Kepala Sekolah SMP Salu Mandalle, hal serupa juga kami akan lakukan kepada keluarga korban," kata Syukur.

Gusti, salah satu siswa, dilarikan ke rumah sakit lantaran sering mual dan pusing setelah kepalanya diduga dibenturkan kepala sekolah yang sedang emosi saat menegur korban yang terlibat gaduh saat gurunya sedang tidak hadir di sekolah.

(Baca juga: Kepsek yang Diduga Benturkan Kepala Siswa ke Tembok Dibebaskan Polisi)

Salah satu yang akan diklarifikasi adalah kemungkinan korban punya penyakit bawaan. Kepala sekolah mengaku hanya menggertak korban hingga jatuh pingsan di kelas. Pihak sekolah menduga korban pingsan karena penyakit bawaan.

Syukur menjamin, setelah kasus ini, korban tetap bisa bersekolah seperti biasanya. Kondisi korban sendiri, lanjutnya, dilaporkan sudah membaik.

Hanya saja keluarga, lanjut Syukur, yang semula mempertimbangkan penyelesaian kasus secara kekeluargaan berubah pikiran lantaran kepala sekolah sebagai terduga pelaku dinilai tidak menunjukkan sikap ksatria.

 

 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X