Kepsek yang Diduga Benturkan Kepala Siswa ke Tembok Dibebaskan Polisi

Kompas.com - 31/07/2017, 10:41 WIB
Gusti (14), seorang siswa kelas VIII SMP swasta Salu Mandalle, dirawat di Rumah Sakit Bunua Mamase, Kabupaten Mamasa, sejak Rabu (26/7/2017) lalu. Dia duga telah dianiaya oleh kepala sekolah SMP Salu Mandalle itu. KOMPAS.com/ JunaediGusti (14), seorang siswa kelas VIII SMP swasta Salu Mandalle, dirawat di Rumah Sakit Bunua Mamase, Kabupaten Mamasa, sejak Rabu (26/7/2017) lalu. Dia duga telah dianiaya oleh kepala sekolah SMP Salu Mandalle itu.
|
EditorReni Susanti

MAMASA, KOMPAS.com - Kepala Sekolah SMP swasta Salu Mandalle, Soleman, dibebaskan. Polisi beralasan, tidak bisa memproses kasusnya karena tidak ada laporan resmi dari korban maupun pelaku. 

 

Soleman dijemput aparat Polsek Mamasa di sekolahnya Jumat pekan lalu lantaran diduga menganiaya Gusti, salah seorang siswa kelas IX. Gusti diduga ditendang, kepalanya dibenturkan ke tembok sambil dicekik hingga ia jatuh pingsan. 

Kasat Reskrim Polsek Mamasa, Brigadir Jhon Franklin mengaku menemukan dugaan indikasi kekerasan terhadap korban. Namun ia tidak bisa memproses kasus ini lantaran kepolisian tidak menerima laporan pengaduan dari pihak korban maupun pelaku.

“Kita tidak bisa proses kasus ini karena sampai kini belum ada laporan ke polisi baik dari korban maupun yang diduga pelaku,” ujar Jhon Franklin, Senin (31/7/2017). 

(Baca juga: Kepsek Ajak Berdamai Setelah Diduga Benturkan Kepala Siswa ke Tembok)

Sebelumnya, Kanitres Polsek Mamasa mengakui adanya indikasi kekerasan yang dialami korban hingga dokter memintanya dirawat inap di rumah sakit untuk memulihkan kesehatannya.

Menanggapi sikap dan pernyataan polisi, Daniel, paman korban menyebutkan, polisi tidak perlu menunggu laporan dari siapapun terkait kasus dugaan tindak pidana kekerasan yang menimpa keponakannya, Gusti.

Sebab, kasus tersebut bukanlah delik aduan yang harus menunggu laporan warga terlebih dahulu. Tanpa laporan warga, polisi bisa mengusut kasus kekerasan di sekolah tersebut agar tidak menjadi preseden buruk di kemudian hari.

"Tindak pidana semacam ini polisi tidak perlu tunggu laporan dari siapapun. Polisi kan sudah tahu bahkan sudah menjemput kepala sekolahnya,” jelas Daniel.

(Baca juga: Diduga Benturkan Kepala Siswanya ke Tembok, Kepala SMP Dijemput Polisi)

Daniel mengaku, semula pihak keluarga sudah mempertimbangkan secara kemanusiaan ajakan Kepala SMP Tawalian, Soleman, untuk berdamai. Namun belakangan Soleman seolah menyalahkan korban, sehilangga pihak keluarga korban kecewa.

Sementara itu, kondisi Gusti terus membaik. Namun pihak keluarga memintanya tetap beristirahat sementara di rumahnya lantaran masih sering pusing dan mual jika bayak bergerak. 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tak Berani Kumpulkan Massa karena Pandemi, Cabup Malang Fokus Silaturahim ke Tokoh Masyarakat

Tak Berani Kumpulkan Massa karena Pandemi, Cabup Malang Fokus Silaturahim ke Tokoh Masyarakat

Regional
Video 2 Perempuan Berkelahi hingga Berdarah di Aceh, Ini Penjelasannya

Video 2 Perempuan Berkelahi hingga Berdarah di Aceh, Ini Penjelasannya

Regional
Polisi Tangkap 16 Terduga Perusak Kampus UNM dan Kantor Nasdem di Makassar

Polisi Tangkap 16 Terduga Perusak Kampus UNM dan Kantor Nasdem di Makassar

Regional
Satu Keluarga Korban Kebakaran di Legok Tangerang Dimakamkan Satu Liang Lahat di Gunungkidul

Satu Keluarga Korban Kebakaran di Legok Tangerang Dimakamkan Satu Liang Lahat di Gunungkidul

Regional
'Pejabat, Tolong Jangan Disalahgunakan, Ini Amanah dari Masyarakat...'

"Pejabat, Tolong Jangan Disalahgunakan, Ini Amanah dari Masyarakat..."

Regional
Warga Sumedang Diminta Tak Keluar Daerah Saat Libur Panjang Akhir Oktober

Warga Sumedang Diminta Tak Keluar Daerah Saat Libur Panjang Akhir Oktober

Regional
Kisah Nenek Sumirah Makan dan Tidur di Rumah Penuh Sampah Bersama 2 Anak Gangguan Jiwa

Kisah Nenek Sumirah Makan dan Tidur di Rumah Penuh Sampah Bersama 2 Anak Gangguan Jiwa

Regional
Ambulans Pengantar Pasien Covid-19 Tabrakan dengan Truk Fuso, Sopir dan Bidan Luka Parah

Ambulans Pengantar Pasien Covid-19 Tabrakan dengan Truk Fuso, Sopir dan Bidan Luka Parah

Regional
Teater Tak Mati di Tengah Pandemi

Teater Tak Mati di Tengah Pandemi

Regional
Ini Satu-satunya Kelurahan yang Belum Terpapar Covid-19 di Kota Padang

Ini Satu-satunya Kelurahan yang Belum Terpapar Covid-19 di Kota Padang

Regional
Setahun Menabung di Galon Kosong, Romdoni Bayar Pajak Mobil Senilai Rp 1,2 Juta Pakai Koin

Setahun Menabung di Galon Kosong, Romdoni Bayar Pajak Mobil Senilai Rp 1,2 Juta Pakai Koin

Regional
Pembunuh Wanita Hamil 7 Bulan di Bandung Ternyata Suami Siri, Pelaku Juga Bawa Kabur Harta Korban

Pembunuh Wanita Hamil 7 Bulan di Bandung Ternyata Suami Siri, Pelaku Juga Bawa Kabur Harta Korban

Regional
Pengacara Memohon agar Hakim Bebaskan Bupati Bengkalis Amril Mukminin

Pengacara Memohon agar Hakim Bebaskan Bupati Bengkalis Amril Mukminin

Regional
Bayar Pajak Mobil Pakai Koin, Pedagang Mainan: Para Pejabat, Tolong Jangan Disalahgunakan

Bayar Pajak Mobil Pakai Koin, Pedagang Mainan: Para Pejabat, Tolong Jangan Disalahgunakan

Regional
Detik-detik Seorang Warga Diserang Beruang Saat Berada di Ladang, Alami Luka Cakar di Bahu

Detik-detik Seorang Warga Diserang Beruang Saat Berada di Ladang, Alami Luka Cakar di Bahu

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X