Kompas.com - 12/05/2017, 16:16 WIB
 Sejumlah warga yang diduga keracunan makanan dari acara hajatan salah satu warga mengantri di Puskesmas Nunukan KotaKamis (11/05).  Sebanyak 12 warga yang mengeluhkan sakit perut, muntah muntah dan buang air besar secara berlebihan dirawat di RSU Kabupaten Nunukan. Dari data Puskesmas Nunukan Kota sebanyak 70 warga meminta pengobatan di puskesmas kota. Kontributor Nunukan, Sukoco Sejumlah warga yang diduga keracunan makanan dari acara hajatan salah satu warga mengantri di Puskesmas Nunukan KotaKamis (11/05). Sebanyak 12 warga yang mengeluhkan sakit perut, muntah muntah dan buang air besar secara berlebihan dirawat di RSU Kabupaten Nunukan. Dari data Puskesmas Nunukan Kota sebanyak 70 warga meminta pengobatan di puskesmas kota.
|
EditorFarid Assifa

NUNUKAN, KOMPAS.com – Sebanyak 12 korban diduga keracunan makanan di sebuah acara hajatan seorang warga di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, yang dirawat di rumah sakit Umum Kabupaten Nunukan, Jumat (12/5/2017) hari ini mulai pulang.

Kepala RSU Kaupaten Nunukan Dulman menjelaskan, awalnya 12 warga mengeluhkan sakit perut, mulas, muntah-muntah dan buang air besar secara berlebihan.

”Malam itu (Rabu) langsung ada 13 orang yang mengeluhkan nyeri sekali perutnya yang sangat melilit, muntah-muntah dan ada juga yang mencret. Dari 12, ada 1 yang tidak mau dirawat inap. Sekarang sudah dipulangkan semua,” ujarnya, Jumat.

Baca berita terkait: Diduga Keracunan Makanan, 70 Warga Nunukan Muntah-muntah

Dia menyebutkan, salah satu warga yang mengeluhkan gejala tersebut dalam kondisi hamil 6 bulan. Namun Dulman memastikan kondisi bayi dan ibunya baik dan hari ini dipulangkan.

Dari hasil pemeriksaan dokter, kata Dulman, 12 warga tersebut diduga keracunan makanan.

“Yang jelas dari makanan, kita tidak tahu dari makanan apa? Tugas kita hanya mengobati saja keluhannya supaya tidak berat. Untuk pemeriksaan itu bagian laboratorium,” imbuh Dulman.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sebelumnya, 70 warga Kabupaten Nunukan mengalami gejala muntah-muntah, perut melilit dan buang air besar secara berlebihan setelah menyantap hidangan di salah satu acara hajatan seorang warga Nunukan.

Laporan Puskesmas Nunukan Kota mencatat sebanyak 70 warga dengan keluhan yang sama meminta pengobatan.

Baca juga: 30 Orang di Garut Keracunan setelah Makan Nasi Tumpeng

Dari 70 warga yang mendatangi puskesmas kota, 5 di antaranya dirujuk ke Rumah Sakit Umum Nunukan untuk mendapat perawatan lebih lanjut.

Kepala Puskesmas Nunukan Kota, Ika Bihandayani mengatakan, untuk meneliti sampel makanan yang diduga menjadi penyebab warga keracunan harus dilakukan di Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Utara. Sebab, di Kabupaten Nunukan minim peralatan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Regional
Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Regional
Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Regional
Mendes PDTT Dorong Program SDGs Desa, Bupati Wonogiri Berikan Apresiasi

Mendes PDTT Dorong Program SDGs Desa, Bupati Wonogiri Berikan Apresiasi

Regional
Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Regional
Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Regional
Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Regional
Terima Penghargaan Green Leadership, Walkot Maidi: Jadi Kado Ulang Tahun Kota Madiun

Terima Penghargaan Green Leadership, Walkot Maidi: Jadi Kado Ulang Tahun Kota Madiun

Regional
Tinjau Vaksinasi di Tangsel, Wapres Minta Walkot Benyamin Lakukan 3 Hal Ini

Tinjau Vaksinasi di Tangsel, Wapres Minta Walkot Benyamin Lakukan 3 Hal Ini

Regional
Lewat DD Farm, Dompet Dhuafa Berdayakan Masyarakat Korban PHK

Lewat DD Farm, Dompet Dhuafa Berdayakan Masyarakat Korban PHK

Regional
Pemkab Ponorogo Berkolaborasi dengan Kemensos untuk Atasi Masalah Disabilitas Intelektual

Pemkab Ponorogo Berkolaborasi dengan Kemensos untuk Atasi Masalah Disabilitas Intelektual

Regional
Dibantu Kejari, Pemkot Semarang Berhasil Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar

Dibantu Kejari, Pemkot Semarang Berhasil Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar

Regional
Kembali Perketat PKM di Semarang, Walkot Hendi Paparkan Aturan Kegiatan Sosial Baru

Kembali Perketat PKM di Semarang, Walkot Hendi Paparkan Aturan Kegiatan Sosial Baru

Regional
Jalankan Program 'Sarjana Mengajar', Bupati Luwu Utara Rekrut SDM Berkualitas

Jalankan Program "Sarjana Mengajar", Bupati Luwu Utara Rekrut SDM Berkualitas

Regional
Tinjau Ujian Sekolah di Daerah Terpencil, Bupati Luwu Utara: Alhamdulilah Berjalan dengan Baik

Tinjau Ujian Sekolah di Daerah Terpencil, Bupati Luwu Utara: Alhamdulilah Berjalan dengan Baik

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X