Kompas.com - 03/05/2017, 23:29 WIB
Gubenur Jateng Ganjar Pranowo saat berbicara soal dugaan kasus e-KTP, Rabu (8/3-2017) KOMPAS.com/NAZAR NURDINGubenur Jateng Ganjar Pranowo saat berbicara soal dugaan kasus e-KTP, Rabu (8/3-2017)
|
EditorCaroline Damanik

SEMARANG, KOMPAS.com - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mendorong penggunaan produk-produk lokal untuk kebutuhan sehari-hari. Produk lokal akan tumbuh jika didukung dan dibeli masyarakat itu sendiri.

Produk lokal yang digunakan di Jateng misalnya adalah Batik. Pemerintah mendorong agar semua aparatur sipil negara menggunakan batik setiap hari, kecuali hari Senin dan Selasa.

"Kalau kita mau mendorong produksi nasional atau lokal, bisa. Caranya ya dibeli produknya, kalau digunakan sendiri maka produk akan tumbuh," kata Ganjar di sela peringatan Hari Konsumen Nasional di Semarang, Rabu (3/5/2017).

Produksi lokal yang berkembang, lanjut Ganjar, salah satunya adalah batik. Batik terus berkembang karena produknya dipakai masyarakat. Jika batik sudah dibeli, maka akan muncul kreativitas untuk membuat batik semakin indah, dan berseni.

"Batik di Jateng itu konsumen tertinggi aparatur sipil negara. Kalau ada stimulus, maka batik akan tumbuh terus menerus. Lurik muncul terus berinovasi, sekarang sudah ada kombinasi batik, warnanya juga modern," ujar politisi 48 tahun ini.

Perkembangan batik juga memuaskan. Hal itu lantaran batik berkembang tidak hanya di sentra batik seperti Solo, atau Pekalongan atau Lasem.

Semua daerah berlomba untuk menciptakan batik kekinian. Daerah juga menampilkan komoditas unggulan sebagai corak batik daerah.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Saat ini hampir seluruh kabupaten punya, Temanggung coraknya tembakau, Grobogan jagung semua. Saya berharap betul kita semua bisa meyakinkan hati bahwa produksi dalam negeri bagus, dan bisa dibuat sendiri," ucapnya.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita juga mendorong para pegawai Kemendag untuk menggunakan batik. Lantaran dia lahir di Cirebon, maka dia mengarahkan pegawainya menggunakan batik Cirebonan.

"Pegawai kami saya arahkan gunakan batik, tapi batik dari Cirebon," ujarnya, di tempat yang sama.

(Baca juga: Eks Dolly, dari Lokasi Prostitusi ke Kampung Batik)

 

 

 

Kompas TV Kemolekan Batik Jumput yang Kian Digemari
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Buka Kejuaraan UAH Super Series, Ridwan Kamil Adu Kemampuan Tenis Meja dengan Ustadz Adi Hidayat

Buka Kejuaraan UAH Super Series, Ridwan Kamil Adu Kemampuan Tenis Meja dengan Ustadz Adi Hidayat

Regional
Peringati Hari Santri, Ganjar Berharap Santri di Indonesia Makin Adaptif dan Menginspirasi

Peringati Hari Santri, Ganjar Berharap Santri di Indonesia Makin Adaptif dan Menginspirasi

Regional
Peringati HSN 2021, Wagub Uu Nyatakan Kesiapan Pemprov Jabar Bina Ponpes

Peringati HSN 2021, Wagub Uu Nyatakan Kesiapan Pemprov Jabar Bina Ponpes

Regional
Ridwan Kamil Pastikan Pemerintah Gelontorkan Rp 400 Triliun untuk Bangun Jabar Utara dan Selatan

Ridwan Kamil Pastikan Pemerintah Gelontorkan Rp 400 Triliun untuk Bangun Jabar Utara dan Selatan

Regional
Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Regional
AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

Regional
Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Regional
9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

Regional
Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Regional
Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Regional
Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Regional
Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Regional
Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Regional
Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Regional
Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.