Kompas.com - 19/04/2017, 15:19 WIB
Bayi kembar siam Devina-Devani sudah diperbolehkan pulang setelah tim dokter menyatakan  kondisi keduanya membaik pasca operasi pemisahan 15 Desember 2016 lalu. KOMPAS.com/Reni Susanti Bayi kembar siam Devina-Devani sudah diperbolehkan pulang setelah tim dokter menyatakan kondisi keduanya membaik pasca operasi pemisahan 15 Desember 2016 lalu.
Penulis Reni Susanti
|
EditorFarid Assifa

BANDUNG, KOMPAS.com – Balita kembar siam, Devina dan Devani, sudah bisa pulang ke rumahnya di Desa Kertajaya, Kabupaten Sumedang. Keputusan ini diambil tim dokter RSHS setelah melihat kondisi keduanya yang terus membaik.

“117 hari lalu, Devina-Devani masuk RSHS dengan kondisi dempet di bagian bawah pinggul. Berat keduanya saat itu 9,7 kg,” ujar anggota tim dokter RSHS, Julistio TB Djais dalam konferensi persnya, Rabu (19/4/2017).

Baca juga: Operasi Lebih Lama dari Perkiraan, Bayi Devina-Devani Berhasil Dipisahkan

Julistio menjelaskan, kedua balita tersebut bisa dipisahkan pada 15 Desember 2016 melalui operasi. Kasusnya yang tidak biasa membuat operasi berjalan sekitar 20 jam.

“Pasca-pemisahan, Devina-Devani dirawat di ruang GICU kemudian dipindah ke ruang perawatan anak Kenanga. Kondisi umum baik, berat badan Devani saat ini 10,3 kg, dan Devina 8,8 kg,” ucapnya.

Saat ini, pada keduanya terpasang cyststomy (alat untuk saluran kencing). Untuk merawat luka dan cystostomy, dokter dan perawat telah memberi edukasi kepada orangtua bagaimana cara merawatnya.

Ke depan, Devina dan Devani harus menjalankan kontrol setiap 2 miggu. Kontrol dilakukan untuk pemantauan nutrisi, dan pemeriksaan dari dokter urologi, bedah anak, ortopedi, dan bedah plastik.

Selain itu dilakukan evaluasi cystostomy setiap bulan serta pembuatan vaginoplasty (vagina buatan) serta anoplasty (anus buatan).

“Perawatannya belum selesai. Devina dan Devani juga belum mempunyai saluran pembuangan. Bayi Devina juga ada masalah, tungkainya tidak sesempurna yang satunya. Sebagian tungkainya diangkat,” imbuhnya.

Baca juga: Rp 300 Juta untuk Bayi Kembar Devina-Devani

Namun berdasarkan kondisi terakhir, luka kedua bayi sudah sembuh.

“Tinggal diberikan makan bagus agar tumbuh dengan baik. Koreksi kemungkinan dilakukan setelah enam bulan, misalnya terkait dengan lubang dubur,” tutupnya.

Kompas TV Kondisi bayi kembar siam yang didiagnosa memiliki dua kepala, tiga tangan, dua kaki, berangsur membaik.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Regional
Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Regional
Indeks Kebahagiaan Jateng Meningkat, Ganjar: Semua Tak Lepas dari Peran Masyarakat

Indeks Kebahagiaan Jateng Meningkat, Ganjar: Semua Tak Lepas dari Peran Masyarakat

Regional
Lewat JIF, Ridwan Kamil Terima Gagasan Program Stratregis Jabar dari 32 Profesional Muda

Lewat JIF, Ridwan Kamil Terima Gagasan Program Stratregis Jabar dari 32 Profesional Muda

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.