Kompas.com - 13/04/2017, 22:53 WIB
Kompas TV Warga Karawang ikut aksi solidaritas perjuangan petani kendeng yang menolak pabrik semen.
|
EditorReni Susanti

SEMARANG, KOMPAS.com - Direktur Jenderal Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan San Afri Awang menilai izin lingkungan yang diterbitkan gubernur Jawa Tengah terkait pabrik Semen Indonesia di kabupaten Rembang adalah keputusan yang sah.

Langkah itu dinilai tepat untuk mengisi kekosongan hukum pasca-pencabutan izin lingkungan oleh Mahkamah Agung.

"Tindakan hukum gubernur Jateng itu benar. Tapi jika ada kesalahan menimbulkan efek lingkungan bagi rakyat, keresahan rakyat, menteri berhak memberhentikan atau mencabut izin yang diterbitkan," kata Awang, seusai mengunjungi pabrik Semen Rembang, Kamis (13/4/2017).

(Baca juga: Ini Hasil Kajian Kementerian ESDM di Kawasan Semen Rembang)

 

Awang menjelaskan, Semen Indonesia telah melengkapi seluruh izin yang ada. Sebanyak 35 izin yang telah dipenuhi sejak berproses tahun 2011 lalu.

Semen Indonesia juga telah melewati seluruh proses hukum yang berjalan, baik di tingkat Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN), Mahkamah Agung, hingga izin yang dicabut.

Pencabutan izin tersebut, memiliki konsekuensi kekosongan hukum, sehingga diskresi yang diterbitkan Gubernur Jateng dibenarkan. "Ketika gubernur ambil kebijakan untuk mengisi kekosongan hukum, itu dibenarkan," imbuhnya.

(Baca juga: Menilik Pembangunan Pabrik Semen Indonesia di Wilayah Cekungan Air Tanah)

 

Namun, ia mengingatkan agar proses pembangunan harus mengedepankan asas keberlanjutan. Pemerintah harus berhati-hati dan berpikir jauh ke depan.

"Ini pertama kali saya kesini, ke pabrik semen. Kalau ingin membangun ya harus berkelanjutan, berpikir 50 tahun ke depan. Harusnya hati-hati," tambahnya.

Selain itu, dia juga meminta warga tenang dan mempercayakan pengambilan keputusan kepada pemerintah. Sebab pemerintah pasti akan mengambil keputusan berdasar asas kehati-hatian.

(Baca juga: Ketua Komisi IV DPR: Semen Indonesia Jadi Musuh Pabrik Semen Swasta)

 

"Saya kira rakyat tenang, jangan ada gejolak. Walau satu orang menolak, harus dicari solusinya. Tidak boleh mayoritas menekan mayoritas. Harus ditanggapi dan dicairkan jalan," tambahnya. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Regional
KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

Regional
Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Regional
Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Regional
Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Regional
Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

Regional
Hadapi Digitalisasi Keuangan, Pemprov Jabar Minta UMKM Tingkatkan Literasi Keuangan

Hadapi Digitalisasi Keuangan, Pemprov Jabar Minta UMKM Tingkatkan Literasi Keuangan

Regional
Resmikan SLB Negeri 1 Demak, Ganjar Berharap Tenaga Pendidikan Bantu Siswa Jadi Mandiri

Resmikan SLB Negeri 1 Demak, Ganjar Berharap Tenaga Pendidikan Bantu Siswa Jadi Mandiri

Regional
Jabar Quick Response Bantu Warga Ubah Gubuk Reyot Jadi Rumah Layak Huni

Jabar Quick Response Bantu Warga Ubah Gubuk Reyot Jadi Rumah Layak Huni

Regional
PPKM Diperpanjang, Ridwan Kamil Minta Warga Jabar Lakukan Ini

PPKM Diperpanjang, Ridwan Kamil Minta Warga Jabar Lakukan Ini

Regional
Baru Diresmikan, Jembatan Gantung Simpay Asih Diharapkan Jadi Penghubung Ekonomi Warga Desa

Baru Diresmikan, Jembatan Gantung Simpay Asih Diharapkan Jadi Penghubung Ekonomi Warga Desa

Regional
Disdik Jabar Kembali Izinkan Siswa Gelar Studi Wisata, asalkan...

Disdik Jabar Kembali Izinkan Siswa Gelar Studi Wisata, asalkan...

Regional
Antisipasi Hepatitis Akut, Pemprov Jabar Siapkan Skenario Jitu dengan Teknologi Molekuler Terbaru

Antisipasi Hepatitis Akut, Pemprov Jabar Siapkan Skenario Jitu dengan Teknologi Molekuler Terbaru

Regional
Melalui BLUD, Ridwan Kamil Optimistis Pendidikan di Jabar Bisa Hasilkan Prestasi

Melalui BLUD, Ridwan Kamil Optimistis Pendidikan di Jabar Bisa Hasilkan Prestasi

Regional
Tidak Libur Lebaran, 21 Anggota Jabar Quick Response Bantu Operasi SAR Evakuasi Korban Banjir Bandang Sumedang

Tidak Libur Lebaran, 21 Anggota Jabar Quick Response Bantu Operasi SAR Evakuasi Korban Banjir Bandang Sumedang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.