Kompas.com - 10/03/2017, 15:28 WIB
Penulis Dimas Wahyu
|
EditorSri Noviyanti

Sementara itu, menara termal dipasang setinggi 60 meter, dalam fungsi yang berdampingan dengan menara pemantau setinggi 30 meter.

Jika menara pantau membutuhkan dua orang bergantian selama matahari terbit atau bahkan seharian saat musim kering, menara termal yang berdaya jangkau hingga 12 km "berjaga" 24 jam seterusnya. Keduanya lebih kurang bernilai Rp 1,2 miliar.

Hal-hal di atas melengkapi keberadaan 80 menara pendeteksi api, 266 pos pantau, 160 truk air, 500 kendaraan patroli, dan 1.150 pompa air, hingga kantor pemantau untuk memastikan informasi keberadaan titik api, yakni Situation Room, yang memiliki pusat di Jakarta.

"Sebenarnya ada juga rencana untuk night vision, tetapi investasi kami di sini juga sudah terlalu banyak, jadi kami lihat dan evaluasi dulu satu-satu dari yang sudah ada," kata Sujica.

Dia mengatakan, night vision rencananya akan dicoba pada semester pertama tahun ini.

Api dan akses

Panji Bintoro, staf dari fire planning, memandu tes pemadaman api. Ia memberikan keterangan dan cara agar tim bisa memadamkan satu hektar lahan terbakar dalam 1-2 jam.

Semua diawali dari tim yang masuk ke titik api, yang antara lain menggunakan teknik pembasahan area pijak demi keselamatan tim, sambil coba maju ke titik api. Ini adalah langkah awal sebelum pesawat atau helikopter menjatuhkan 4.000 liter air dari udara.

KOMPAS.com / RODERICK ADRIAN MOZES Petugas pemadam kebakaran Asia Pulp and Paper Sinar Mas saat akan melakukan simulasi pemadaman api di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, Kamis (9/3/2017). Kegiatan ini digelar bertujuan untuk menyiapkan regu pemadam kebakaran APP Sinarmas terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan pada musim kemarau tahun ini.

"Langkah utamanya adalah mengepung titik api terlebih dahulu. Dalam pelatihan, tim pun tinggal di tenda," ujar Panji sambil coba menggambarkan bahwa tim pun bisa saja tinggal di tenda di tengah hutan selama pemadaman.

Musim kering yang berujung kebakaran pada 1997 dan 2015-2016 lalu menjadi momok yang membuat APP Sinar Mas berinvestasi banyak di IFM. Kondisi lahan rusak karena kerap dibakar, yang sudah demikian sebelum mereka datang, masih menyisakan warna-warna hitam, termasuk di aliran air tiap petak lahan.

Tanah yang sangat mudah ambles saat dipijak pun mengharuskan bus menggunakan ban offroad sehingga terbayang jika harus menggunakan jalan darat 5 jam dibanding jalur sungai yang hanya 1,5 jam, sekalipun pecahan kayu gelam yang mengambang tetap saja membuat kapal terhenti beberapa kali dalam perjalanan pulang.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pertama di Indonesia, Pemkot Cilegon Gandeng PLN Olah Sampah Kota untuk Gantikan Batu Bara

Pertama di Indonesia, Pemkot Cilegon Gandeng PLN Olah Sampah Kota untuk Gantikan Batu Bara

Regional
Harga Sawit Terus Turun, Gubernur Se-Sumatera Bertemu Carikan Solusi

Harga Sawit Terus Turun, Gubernur Se-Sumatera Bertemu Carikan Solusi

Regional
Antisipasi Dampak Psikososial Pascabencana, Pemprov Papua Siagakan 360 Relawan

Antisipasi Dampak Psikososial Pascabencana, Pemprov Papua Siagakan 360 Relawan

Regional
Pemprov Papua Cek Kondisi Sapi Kurban dari Presiden Jokowi

Pemprov Papua Cek Kondisi Sapi Kurban dari Presiden Jokowi

Regional
Bantu Penyintas APG Gunung Semeru, Dompet Dhuafa Dirikan 50 Huntara

Bantu Penyintas APG Gunung Semeru, Dompet Dhuafa Dirikan 50 Huntara

Regional
Bekerja Sama dengan Komunitas Muslim Selandia Baru, Dompet Dhuafa Hadirkan Pos Gizi di Garut

Bekerja Sama dengan Komunitas Muslim Selandia Baru, Dompet Dhuafa Hadirkan Pos Gizi di Garut

Regional
Gubernur Khofifah Sebut Kompetensi ASN Jadi Kunci Perbaikan Kualitas Birokrasi

Gubernur Khofifah Sebut Kompetensi ASN Jadi Kunci Perbaikan Kualitas Birokrasi

Regional
Pemprov Papua Berharap Pemda Hidupkan PMI yang Konsisten Jalankan Misi Kemanusiaan

Pemprov Papua Berharap Pemda Hidupkan PMI yang Konsisten Jalankan Misi Kemanusiaan

Regional
Pemprov Papua Kerahkan 96 Nakes untuk Cek Kondisi Hewan Kurban Jelang Idul Adha

Pemprov Papua Kerahkan 96 Nakes untuk Cek Kondisi Hewan Kurban Jelang Idul Adha

Regional
Wujudkan Pemerintahan yang Bersih dan Akuntabel, Pemprov Papua Maksimalkan Sistem E-Government

Wujudkan Pemerintahan yang Bersih dan Akuntabel, Pemprov Papua Maksimalkan Sistem E-Government

Regional
Optimalkan Pendidikan Anak, Pemkot Madiun Cegah Pernikahan Dini hingga Perangi Stunting

Optimalkan Pendidikan Anak, Pemkot Madiun Cegah Pernikahan Dini hingga Perangi Stunting

Regional
Dompet Dhuafa Kirimkan Tim QC ke NTT untuk Cek Kesehatan Hewan Kurban

Dompet Dhuafa Kirimkan Tim QC ke NTT untuk Cek Kesehatan Hewan Kurban

Regional
Bupati Jekek: Saya Yakin PPPK Guru di Wonogiri Mampu Jawab Tuntutan Zaman

Bupati Jekek: Saya Yakin PPPK Guru di Wonogiri Mampu Jawab Tuntutan Zaman

Regional
Dorong Pertumbuhan Industri, Pemprov Papua Akan Bangun PLTA Berkapasitas 100 MW di Jayawijaya

Dorong Pertumbuhan Industri, Pemprov Papua Akan Bangun PLTA Berkapasitas 100 MW di Jayawijaya

Regional
Kejar Target Perekaman E-KTP Wilayah Meepago, Pemprov Papua Buka Layanan di Paniai

Kejar Target Perekaman E-KTP Wilayah Meepago, Pemprov Papua Buka Layanan di Paniai

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.