Kompas.com - 07/03/2017, 10:21 WIB
Kaca-kaca jendela kantor Balai Kota Makassar pecah setelah penyerangan oleh anggota Sabhara Polrestabes Makassar dan Polda Sulawesi Selatan pada Sabtu (6/8/2016) malam hingga Minggu (7/8/2016) dini hari. KOMPAS.com/HENDRA CIPTOKaca-kaca jendela kantor Balai Kota Makassar pecah setelah penyerangan oleh anggota Sabhara Polrestabes Makassar dan Polda Sulawesi Selatan pada Sabtu (6/8/2016) malam hingga Minggu (7/8/2016) dini hari.
|
EditorErlangga Djumena

MAKASSAR, KOMPAS.com - Setelah tujuh bulan diendapkan, penyidik Reserse Kriminal Umum (Dit Reskrimum) Polda Sulsel akhirnya menutup kasus penyerangan kantor Balaikota Makassar yang dilakukan anggota kepolisian. Padahal, Polda Sulsel sebelumnya menetapkan empat anggotanya dari Satuan Sabhara sebagai tersangka.

Keempat anggota Sabhara tersebut berinisial EJR, NF, ABI, dan R.

Direktur Dit Reskrimum Polda Sulsel, Komisaris Besar (Kombes) Polisi Erwin Zadma yang dikonfirmasi, Selasa (7/3/2017) mengatakan, penutupan atau penghentian kasus penyerangan kantor Balaikota Makassar berdasarkan pencabutan laporan. Karena Pemkot Makassar sepakat berdamai.

Demikian pula kasus pengeroyokan anggota Polisi yang menyeret dua oknum Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol) PP berinisial SF dan HD turut dihentikan.

"Penutupan kasus berdasarkan pencabutan laporan dan bersepakat damai. Jadi ada dua kasus yang ditutup, sedangkan untuk kasus tewasnya anggota Polda Sulsel, Bripda Michael Abraham yang tewas ditikam tetap lanjut dan masih dalam tahap persidangan," kata Erwin.

Dia menegaskan, perdamaian itu diatur dalam perundang-undangan. Sehingga, tidak ada aturan yang dilanggar atas penutupan kasus tersebut. "Baguskan kalau berdamai, jadi tidak mesti lanjut ke pengadilan," tuturnya.

Diketahui, serangkaian rentetan tindak pindana terjadi yang melibatkan anggota kepolisian dan anggota Satpol PP Kota Makassar pada Sabtu (6/8/2016) malam hingga Minggu (7/8/2016) dinihari lalu. 

Baca: Satpol PP dan Polisi Bentrok di Makassar, Seorang Polisi Tewas

Saat itu seorang anggota kepolisian mengaku dikeroyok oleh anggota Satpol PP di Anjungan Pantai Losari, Makassar.

Tidak lama berselang dari peristiwa pertama itu, ratusan anggota Kepolisian kemudian menyerang kantor Balaikota Makassar yang berhadapan dengan markas Polrestabes Makassar di Jl Ahmad Yani. Akibatnya, seorang anggota Polda Sulsel, Bripda Michael Abraham tewas ditikam.

Selain itu pula, dua unit mobil dan belasan motor dirusak anggota Kepolisian, kaca jendela ruangan kantor Satpol PP yang berada di lantai dasar pecah akibat penyerangan tersebut.

Baca: Rekaman CCTV Penyerangan Balai Kota Makassar Jadi Bahan Laporan ke Presiden



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Regional
Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Regional
Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Regional
Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Regional
Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Regional
Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Regional
Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Regional
Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Regional
Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Regional
Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Regional
Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Regional
Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Regional
Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Regional
Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Regional
Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X