Menengok Cara Kreatif Pengelolaan Sampah di Jambangan Surabaya

Kompas.com - 02/03/2017, 11:03 WIB
Tumpukan sampah organik diproses dengan metode Kue Lapis di Pusat Daur Ulang Kelurahan Jambangan, Kecamatan Jambangan, Surabaya KOMPAS.com/Achmad FaizalTumpukan sampah organik diproses dengan metode Kue Lapis di Pusat Daur Ulang Kelurahan Jambangan, Kecamatan Jambangan, Surabaya
|
EditorFarid Assifa

SURABAYA, KOMPAS.com - Enam ton sampah yang dihasilkan warga Kelurahan Jambangan, Surabaya, tak terbuang sia-sia.

Sampah anorganik disulap menjadi uang, sementara sampah organik diolah menjadi pupuk untuk taman-taman di Surabaya dan warga yang membutuhkan.

Tumpukan sampah organik berjajar rapi di sebuah depo di Kelurahan Jambangan, Kecamatan Jambangan Surabaya. Masing-masing tumpukan diberi tanda usia hari. Aromanya tidak seperti sampah, namun mirip tembakau.

Pada hari ke-21, sampah tersebut dikeringkan dan disebar untuk memupuk taman-taman kota. Warga berindentitas Surabaya juga bisa mendapatkan pupuk gratis hanya dengan menunjukkan kartu tanda penduduk.

"Permintaan dengan jumlah banyak dengan sepengetahuan RT dan RW," kata Koordinator PDU Jambangan, Dwijo Warsito, kepada Kompas.com, Rabu (1/3/2017).

Sampah organik tersebut diolah dengan metode komposting "kue lapis". Metode ini menumpuk sampah organik dengan tumpukan daun kering menjadi beberapa lapis.

Bagian bawah didasari dengan tumpukan daun kering agar sampah organik tidak menjatuhkan air yang menyebabkan aroma busuk dan belatung. Pada hitungan hari tertentu, susunan sampah dan daun kering dibalik dan dicampur hingga berusia 21 hari.

"Dari 21 hari ditambah 5 hari lagi untuk proses pengeringan," jelasnya.

Tidak susah juga untuk mendapatkan daun-daun kering, pengelola depo bekerja sama dengan Dinas Kebersihan untuk menampung semua daun kering yang dibersihkan dari jalanan kota.

Di samping tempat komposting pupuk, ada tempat khusus pengolahan sampah anorganik. Sampah-sampah dari rumah penduduk itu dipilah menjadi beberapa kategori, dari sampah kemasan, plastik warna, plastik transparan, kertas, botol plastik, dan kaleng.

Hasil pilahan, kata Dwijo, dijual ke pengepul. Sebanyak 70 persen hasil penjualan untuk pemilah, 10 persen untuk tabungan hari raya, 10 persen untuk simpan pinjam, dan 10 persen lagi untuk biaya operasional.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cara Gubernur Edy Rahmayadi Cegah Peredaran Virus Corona

Cara Gubernur Edy Rahmayadi Cegah Peredaran Virus Corona

Regional
Kerangka Manusia Korban Likuefaksi Palu Ditemukan, Dimakamkan di Pemakaman Massal

Kerangka Manusia Korban Likuefaksi Palu Ditemukan, Dimakamkan di Pemakaman Massal

Regional
Viral Video Mantan Bupati Nias Selatan Dilempar Kotoran Babi

Viral Video Mantan Bupati Nias Selatan Dilempar Kotoran Babi

Regional
Foto Editan Lutfi Alfiandi Pegang Bendera Nasdem Diiklankan Cawalkot Makassar

Foto Editan Lutfi Alfiandi Pegang Bendera Nasdem Diiklankan Cawalkot Makassar

Regional
Istri Musthofa Kamal Pasha Deklarasi Maju di Pilkada Mojokerto

Istri Musthofa Kamal Pasha Deklarasi Maju di Pilkada Mojokerto

Regional
Paus 15 Meter yang Terdampar di Rote Ndao Dikubur Pakai Alat Berat

Paus 15 Meter yang Terdampar di Rote Ndao Dikubur Pakai Alat Berat

Regional
Walhi Tolak Pembangunan Kereta Gantung di Gunung Rinjani, Ini Alasannya

Walhi Tolak Pembangunan Kereta Gantung di Gunung Rinjani, Ini Alasannya

Regional
Kasus Akun Medsos yang Diduga Menghina Risma Naik ke Tingkat Penyidikan

Kasus Akun Medsos yang Diduga Menghina Risma Naik ke Tingkat Penyidikan

Regional
Fakta Pawang Ular di Kalbar Tewas Digigit King Kobra Saat Atraksi, Dikenal Sebagai Dukun

Fakta Pawang Ular di Kalbar Tewas Digigit King Kobra Saat Atraksi, Dikenal Sebagai Dukun

Regional
Kepada DPRD Jember, Para Rekanan Proyek Buka-bukaan soal Kasus Korupsi

Kepada DPRD Jember, Para Rekanan Proyek Buka-bukaan soal Kasus Korupsi

Regional
RSUD Kendal Siapkan Dua Kamar untuk Pasien Penderita Virus Corona

RSUD Kendal Siapkan Dua Kamar untuk Pasien Penderita Virus Corona

Regional
Tim SAR Hentikan Pencarian Kapal Panji Saputra yang Hilang di Maluku

Tim SAR Hentikan Pencarian Kapal Panji Saputra yang Hilang di Maluku

Regional
Mayat Perempuan Berseragam Pramuka di Tasikmalaya Diduga Korban Bullying

Mayat Perempuan Berseragam Pramuka di Tasikmalaya Diduga Korban Bullying

Regional
Virus Corona, Masyarakat Minta Penerbangan China ke Manado Ditutup Sementara

Virus Corona, Masyarakat Minta Penerbangan China ke Manado Ditutup Sementara

Regional
45 Mahasiswa yang Pulang ke Papua Pasca Kerusuhan, Kini Kembali ke Kota Tempat Studi

45 Mahasiswa yang Pulang ke Papua Pasca Kerusuhan, Kini Kembali ke Kota Tempat Studi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X