Kompas.com - 26/02/2017, 07:14 WIB
|
EditorFarid Assifa

MADIUN, KOMPAS.com - Tak hanya memeriksa anggota DPRD Kota Madiun yang aktif, tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi juga memeriksa beberapa mantan anggota dewan periode 2009-2014.

Saat diperiksa, para mantan anggota DPRD Kota Madiun ditantang dikonfrontir dengan adik kandung tersangka Wali Kota Madiun Bambang Irianto bernama Armaya yang saat ini menjabat sebagai ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD.

"Berani dikonfront sama Armaya? Saya jawab berani. Sekarang saya tunggu, panggil saja," kata Widodo Ponco Putro, mantan anggota DPRD Kota Madiun kepada wartawan, Sabtu (25/2/2017).

Baca juga: Anggota DPRD Madiun Kembalikan Uang Pemberian Bambang Irianto ke KPK

Widodo menirukan pertanyaan dan pernyataan penyidik KPK saat memeriksa dirinya.

Widodo bersama mantan anggota DPRD Kota Madiun lainnya, Heri Supriyanto diperiksa penyidik KPK terkait dugaan pemberian uang, hadiah atau titipan yang diberikan tersangka Bambang Irianto kepada anggota DPRD.

Saat diperiksa penyidik KPK, keduanya membantah menerima dana dari tersangka Bambang Irianto. Bahkan, saat penyidik KPK menantang akan dikonfrontir dengan Armaya selaku orang yang diduga membagikan uang dari Bambang Irianto kepada anggota dewan, Widodo dan Heri tak takut.

"Kami nggak pernah terima, pada saat itu kami kan partai oposisi," kata Heri.

Tak beda dengan Didik Yulianto, anggota DPRD dari PDI-P dua periode ini mengaku penyidik KPK memintanya jujur bila menerima uang dari wali Kota Madiun. Namun ia tegas menjawab tidak pernah menerima.

Pantauan di gedung Bhara Makota Polres Madiun Kota tampak sejumlah anggota DPRD masuk ke ruang pemeriksaan, yakni ketua Fraksi Demokrat Armaya, Ketua DPRD Kota Madiun Istono, Ketua Fraksi PDI-P Andi Raya, Didik Yulianto (PDI-P), Amanta (Nasdem,) dan Marsidi Rosyid (PKB).

Juru bicara KPK, Febri Diansyah yang dihubungi terpisah mengatakan, penyidik KPK memeriksa 11 orang saksi kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dengan tersangka Wali Kota Madiun Bambang Irianto. Saksi yang diperiksa terdiri anggota DPRD Kota Madiun dan kalangan swasta.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Targetkan Stunting di Bawah 14 Persen pada 2024, Bupati Ipuk Sambangi Pelosok-pelosok Desa

Targetkan Stunting di Bawah 14 Persen pada 2024, Bupati Ipuk Sambangi Pelosok-pelosok Desa

Regional
Dapat Suntikan Dana dari Pemprov Sulsel, Bandara Arung Palakka Kembali Beroperasi untuk Masyarakat Bone

Dapat Suntikan Dana dari Pemprov Sulsel, Bandara Arung Palakka Kembali Beroperasi untuk Masyarakat Bone

Regional
Pembangunan Desa di Riau Terus Dilakukan, Gubri Dapat Apresiasi dari Wamendesa PDTT

Pembangunan Desa di Riau Terus Dilakukan, Gubri Dapat Apresiasi dari Wamendesa PDTT

Regional
Ganjar Ajak Sekolah Kreatif Giatkan Pendidikan Antikorupsi

Ganjar Ajak Sekolah Kreatif Giatkan Pendidikan Antikorupsi

Regional
Degan Jelly, Produk Rumahan yang Jadi Primadona di Banyuwangi

Degan Jelly, Produk Rumahan yang Jadi Primadona di Banyuwangi

Regional
Permudah Pencari dan Pemberi Kerja di Medan, Walkot Bobby Luncurkan Aplikasi Siduta

Permudah Pencari dan Pemberi Kerja di Medan, Walkot Bobby Luncurkan Aplikasi Siduta

Regional
Riau Jadi Daerah Penghasil Sawit Terbesar, Gubri Minta BPDPKS Lebih Transparan soal Pengelolaan Dana Sawit

Riau Jadi Daerah Penghasil Sawit Terbesar, Gubri Minta BPDPKS Lebih Transparan soal Pengelolaan Dana Sawit

Regional
'T-Rex' yang Bermain di Tambang Pasir Ilegal di Klaten?

"T-Rex" yang Bermain di Tambang Pasir Ilegal di Klaten?

Regional
Perempuan Kuat, Perempuan Bersemangat

Perempuan Kuat, Perempuan Bersemangat

Regional
Tingkatkan Produksi Pertanian, Pemprov Sulsel Salurkan 2.500 Ton Benih untuk 100.000 Ha Lahan

Tingkatkan Produksi Pertanian, Pemprov Sulsel Salurkan 2.500 Ton Benih untuk 100.000 Ha Lahan

Regional
Wujudkan Medan Berkah, Maju, dan Kondusif, Bobby Ajak Seluruh Elemen Kolaborasi Cegah Korupsi

Wujudkan Medan Berkah, Maju, dan Kondusif, Bobby Ajak Seluruh Elemen Kolaborasi Cegah Korupsi

Regional
Pemprov Riau Serahkan Bantuan Korban Gempa Cianjur Rp 676,9 Juta ke Bupati Herman Suherman

Pemprov Riau Serahkan Bantuan Korban Gempa Cianjur Rp 676,9 Juta ke Bupati Herman Suherman

Regional
KPK Tetapkan Desa Sukojati Jadi Desa Antikorupsi, Bupati Ipuk: Ayo Belajar dari Desa Sukojati

KPK Tetapkan Desa Sukojati Jadi Desa Antikorupsi, Bupati Ipuk: Ayo Belajar dari Desa Sukojati

Regional
Lewat Bonebol Half Marathon, Bupati Hamim Dukung Pengembangan Olahraga Bone Bolango

Lewat Bonebol Half Marathon, Bupati Hamim Dukung Pengembangan Olahraga Bone Bolango

Regional
Peduli Kesejahteraan Guru, Bupati Hamim Bakal Terima Anugerah Dwija Praja Nugraha

Peduli Kesejahteraan Guru, Bupati Hamim Bakal Terima Anugerah Dwija Praja Nugraha

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.