Mobil Tertabrak Kereta di Pelintasan Tanpa Palang Pintu di Malang

Kompas.com - 19/02/2017, 15:03 WIB
Sebuah mobil APV yang tertabrak kereta api di Kelurahan Ardirejo, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Minggu (19/2/2017) foto: Istimewa Kontributor Malang, Andi HartikSebuah mobil APV yang tertabrak kereta api di Kelurahan Ardirejo, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Minggu (19/2/2017) foto: Istimewa
|
EditorFidel Ali

MALANG, KOMPAS.com —  Kecelakaan lalu lintas terjadi di pelintasan kereta api Jalan Pelita Adi Santoso, Kelurahan Ardirejo, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Minggu (19/2/2017) sekitar pukul 11.55 WIB.

Sebuah mobil APV nopol L 1751 FS yang tengah melintas disambar Kereta Api Penataran nomor lokomotif CC 2018353 dengan masinis Hadi Susanto. Akibatnya, dua orang yang berada di dalam mobil itu tewas di lokasi kejadian.

Edi Sarwono, dari Tim Evakuasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang, mengatakan, mobil yang berisi tiga orang sekeluarga itu melaju dari arah barat.

Sesampainya di lokasi kejadian, mobil yang dikendarai oleh Kopda Sujianto, warga Sumber Pucung, Kabupaten Malang, anggota TNI Angkatan Laut yang berdinas di Lantamal V Surabaya itu berusaha ingin menyeberang pelintasan.

Naas, pada saat bersamaan, melaju dari arah utara kereta api jurusan Surabaya - Blitar. Tidak ada palang pintu di pelintasan tersebut. Pandangan juga sedikit terhalang oleh bangunan gedung yang ada di sekitar rel kereta.

"Kondisi mobil ringsek dan terseret hingga 300 meter," katanya.

Petugas gabungan yang mendapat informasi kejadian itu langsung melakukan upaya evakuasi. Sujianto yang menjadi pengendara mobil itu dinyatakan kritis dan dilarikan ke RSUD Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang.

Sementara istrinya, Anik Setyoningsih (37), dan anaknya, Moch Iqbal Ridho Syahputra (8), yang turut di dalam mobil itu dinyatakan meninggal dan dilarikan ke Kamar Mayat Rumah Sakit Umum Daerah Saiful Anwar.

Ketua Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Kepanjen, Kabupaten Malang, Syamsul Arifin mengatakan, korban berencana mengunjungi anaknya yang ada di Pondok Pesantren di Gondang Legi, Kabupaten Malang.

"Mau kirim pembekalan anaknya yang ada di pondok," katanya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X