Inilah Modus Baru "Human Trafficking" di NTT

Kompas.com - 15/01/2017, 16:47 WIB
Belasan perempuan yang diduga menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Selasa (16/8/2016). Direktorat Tindak Pidana Bareskrim Polri turut mengamankan 14 tersangka yang tergabung dengan jaringan perdagangan manusia dalam kasus ini. KOMPAS.com / ANDREAS LUKAS ALTOBELIBelasan perempuan yang diduga menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Selasa (16/8/2016). Direktorat Tindak Pidana Bareskrim Polri turut mengamankan 14 tersangka yang tergabung dengan jaringan perdagangan manusia dalam kasus ini.
|
EditorAprillia Ika

KUPANG, KOMPAS.com - Langkah dan terobosan maju terus dilakukan oleh Bupati Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT) Raymundus Sau Fernandes. Salah satunya yakni dengan mengungkap modus baru mafia human trafficking (perdagangan orang).

Modus baru itu kata Raymundus, yakni dengan melakukan perekrutan calon tenaga kerja ke luar negeri dengan metode per orang.

Modus yang dipakai oleh para pelaku human trafficking kali ini dengan sistem yang baru, yakni kalau dulu perekrutan calon tenaga kerja secara berkelompok atau bergerombol. Tetapi sekarang ini jalannya per orang.

"Jadi nanti calon tenaga kerja itu akan dijemput di sejumlah titik tertentu,” kata Raymundus kepada sejumlah wartawan di Kupang, Minggu (15/1/2017) sore.

“Saya mengetahui modus ini beberapa waktu lalu, saat ada calon tenaga kerja asal Kabupaten TTU dibawa dari TTU sekitar pukul 3.00 Wita, dalam keadaan belum makan," kata dia.

Mobil yang ditumpangi calon tenaga kerja ini melaju dengan kecepatan tinggi agar secepatnya sampai di Bandara El Tari Kupang untuk selanjutnya terbang ke Jakarta. Namun begitu sampai bandara, si calon tenaga kerja ini malah pingsan. 

 

Saat calon tenaga kerja itu pingsan, lanjutnya, tidak ada yang seorang pun yang mendekat dan mengurusnya, termasuk sang perekrut. Melihat hal itu, Raymundus pun kemudian mendekati dan menanyakan dari mana dia berasal.

“Ternyata dia dari TTU sehingga saya kemudian tanya dia siapa yang membawa kamu. Dia pun tidak dia tidak tahu karena orang yang membawa dia sudah kabur, karena itu saya pun mengurusi dia dan memulangkan kembali ke kampung halamannya,” ungkap Raymundus.

“Ini adalah modus baru yang digunakan oleh pelaku human trafficking dan mereka akan selalu menggunakan metode baru untuk membawa orang untuk keluar NTT. Sehingga kita menekan ini lebih awal, maka kita buatkan balai latihan sesuai dengan ketrampilannya masing-masing,” sambungnya.

Setelah dilatih di balai dan dinyatakan telah lulus, maka akan diberikan sertifikat disertai alamat rumah lengkap dan nomor kontak calon tenaga kerja. 

Sehingga jika perusahaan tenaga kerja yang merekrut, tidak langsung ke desa, tetapi melalui pemerintah daerah dalam hal ini dinas tenaga kerja.

”Tentu akan ada kesepakatan antara perusahaan tenaga kerja dan pemerintah. Jika dokumen calon tenaga kerja belum lengkap maka akan dibantu oleh pemerintah daerah,” pungkasnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Soal Unggahan Bernada Rasial terhadap Natalius Pigai, Masyarakat Papua Diminta Tak Terprovokasi

Soal Unggahan Bernada Rasial terhadap Natalius Pigai, Masyarakat Papua Diminta Tak Terprovokasi

Regional
Lagi Menikmati Air Terjun, Dua Siswi Ini Tewas Terseret Air Bah

Lagi Menikmati Air Terjun, Dua Siswi Ini Tewas Terseret Air Bah

Regional
2.680 Dosis Vaksin Tiba di Tuban, Satgas Covid-19: Vaksinasi Diawali Pejabat Pemkab...

2.680 Dosis Vaksin Tiba di Tuban, Satgas Covid-19: Vaksinasi Diawali Pejabat Pemkab...

Regional
Mesum dengan Pria Lain di Dalam Mobil, Oknum ASN Pemkab Sampang Jadi Tersangka

Mesum dengan Pria Lain di Dalam Mobil, Oknum ASN Pemkab Sampang Jadi Tersangka

Regional
Fasilitas Kesehatan di Jatim Ditambah karena Kasus Covid-19 Meningkat, Ini Rinciannya

Fasilitas Kesehatan di Jatim Ditambah karena Kasus Covid-19 Meningkat, Ini Rinciannya

Regional
PTKM di Gunungkidul Diperpanjang, Aturan Dilonggarkan

PTKM di Gunungkidul Diperpanjang, Aturan Dilonggarkan

Regional
Tak Pakai Masker di Yogya, Siap-siap KTP Disita

Tak Pakai Masker di Yogya, Siap-siap KTP Disita

Regional
Istri Wakil Bupati Bantul Juga Positif Covid-19

Istri Wakil Bupati Bantul Juga Positif Covid-19

Regional
3.040 Dosis Vaksin Sinovac Tiba di Madiun, Wali Kota Bakal Divaksin Pertama

3.040 Dosis Vaksin Sinovac Tiba di Madiun, Wali Kota Bakal Divaksin Pertama

Regional
30 Pekerja di PLTMG Wairita NTT Terkonfirmasi Positif Covid-19, Semua Tanpa Gejala

30 Pekerja di PLTMG Wairita NTT Terkonfirmasi Positif Covid-19, Semua Tanpa Gejala

Regional
Pemkab Ende Wajibkan Pelaku Perjalanan Bawa Surat Keterangan Bebas Covid-19

Pemkab Ende Wajibkan Pelaku Perjalanan Bawa Surat Keterangan Bebas Covid-19

Regional
Kronologi Maling Tewas Diamuk Massa, Berusaha Kabur Setelah Berkelahi dengan Pemilik Rumah

Kronologi Maling Tewas Diamuk Massa, Berusaha Kabur Setelah Berkelahi dengan Pemilik Rumah

Regional
Terima 6.800 Dosis Vaksin, Begini Tahapan Vaksinasi di Kabupaten Jember

Terima 6.800 Dosis Vaksin, Begini Tahapan Vaksinasi di Kabupaten Jember

Regional
Tiga Hari Terjebak di Lubang Galian Tambang, 10 Pekerja Belum Bisa Dievakuasi

Tiga Hari Terjebak di Lubang Galian Tambang, 10 Pekerja Belum Bisa Dievakuasi

Regional
Pemkab Sidoarjo Tutup Alun-alun dan Taman untuk Tekan Penyebaran Covid-19

Pemkab Sidoarjo Tutup Alun-alun dan Taman untuk Tekan Penyebaran Covid-19

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X