Kompas.com - 08/12/2016, 20:40 WIB
Janner Purba berpakaian batik berwarna kuning keemasan saat menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Bengkulu Kontributor Bengkulu, FirmansyahJanner Purba berpakaian batik berwarna kuning keemasan saat menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Bengkulu
|
EditorFarid Assifa

BENGKULU, KOMPAS.com - Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Bengkulu menjatuhkan hukuman 7 tahun penjara kepada Toton dan Janner Purba, mantan hakim Tipikor yang tertangkap tangan KPK menerima suap dari terdakwa yang mereka adili.

Ketua Majelis Hakim Bambang Pramudianto memutuskan bahwa keduanya telah terbukti bersalah dalam perkara suap.

"Mengadili dan menetapkan terdakwa Janner Purba dan Toton terbukti melakukan tindak pidana suap, menghukum penjara 7 tahun penjara, denda Rp 500 juta subsidair 5 bulan kurungan penjara," kata Bambang, Kamis (8/12/2016).

Vonis ini lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) penjara 10 tahun. Atas putusan tersebut, Janner mengaku pasrah dan pikir-pikir terlebih dahulu apakah menerima atau mengajukan upaya banding.

"Itu putusan hakim, keadilan ada di tangan mereka, saya pikir-pikir dahulu terhadap putusan itu," ungkap Janner.

Baca juga: Dua Mantan Hakim Tipikor Penerima Suap Dituntut 10 Tahun Penjara

Sementara itu, dua terdakwa penyuap hakim Tipikor, yakni mantan Direktur RSUD M Yunus, Edi Santoni dan Mantan Kabag Keuangan RSUD, Syafri Safii divonis 4 tahun 6 bulan penjara.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sedangkan Badaruddin Amsori Bachsin sebagai panitera pengganti juga dijatuhi vonis 4 tahun penjara dan denda Rp 400 juta subsidair 4 bulan kurungan oleh Hakim Ketua Bambang Pramudianto.

Dua hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi di Bengkulu, Janner Purba dan Toton, ditetapkan sebagai tersangka korupsi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Selasa (24/5/2016) lalu.

Penangkapan kedua penegak hukum itu dilakukan pada Senin (23/5/2016) saat Janner menerima uang dari mantan kepala Bagian Keuangan Rumah Sakit Muhammad Yunus, Syafri Syafii sebesar Rp 150 juta. Penyerahan dilakukan di jalan di sekitar PN Kepahiang.

Baca juga: Janner Purba, Hakim yang Ditangkap KPK Dikenal Ramah dan Santun

Janner dicokok KPK saat menerima uang tersebut dari para penyuap. Dari pengembangan KPK diketahui tindak pidana suap melibatkan hakim Tipikor lainnya, yakni Toton, dan seorang panitera pengganti, Amsori Bachsin.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Peringati WCD, Dompet Dhuafa Bersama Tabur BankSa Tanam 1.000 Pohon Bakau

Peringati WCD, Dompet Dhuafa Bersama Tabur BankSa Tanam 1.000 Pohon Bakau

Regional
Jelang PON XX Papua, Kodam Cenderawasih Gencar 'Jemput Bola' Vaksinasi Warga

Jelang PON XX Papua, Kodam Cenderawasih Gencar "Jemput Bola" Vaksinasi Warga

Regional
Tangsel Raih Anugerah Parahita Ekapraya, Walkot Benyamin: Ini Bentuk Komitmen Wujudkan Kesetaraan Gender

Tangsel Raih Anugerah Parahita Ekapraya, Walkot Benyamin: Ini Bentuk Komitmen Wujudkan Kesetaraan Gender

Regional
Lewat '1000 Baju Baru', Dompet Dhuafa Penuhi Kebutuhan Pakaian Muslim Yatim Piatu

Lewat "1000 Baju Baru", Dompet Dhuafa Penuhi Kebutuhan Pakaian Muslim Yatim Piatu

Regional
Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Regional
Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Regional
Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Regional
Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Regional
Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Regional
Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Regional
Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Regional
Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Regional
Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Regional
Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Regional
Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.