Siswa-siswi SD Ini Tetap Semangat Belajar dengan Kondisi Terbatas

Kompas.com - 08/12/2016, 16:34 WIB
Satu ruangan di SDN 5 Singonjuruh harus disekat karena hanya ada 3 kelas sehingga kegiatan belajar mengajarnya tidak terganggu. Sedangkan muridnya hanya 25 anak dari kelas 1 hingga kelas 6 SD Kontributor Banyuwangi, Ira RachmawatiSatu ruangan di SDN 5 Singonjuruh harus disekat karena hanya ada 3 kelas sehingga kegiatan belajar mengajarnya tidak terganggu. Sedangkan muridnya hanya 25 anak dari kelas 1 hingga kelas 6 SD
|
EditorLaksono Hari Wiwoho

BANYUWANGI, KOMPAS.com - Dua orang guru perempuan sedang membagikan soal ulangan kepada muridnya. Muridnya tidak banyak, hanya kurang dari 10 orang.

Dengan tenang, siswa-siswi itu mengerjakan tugas di satu ruangan kelas yang disekat dengan tripleks di bagian tengah agar kegiatan belajar-mengajar mereka tidak terganggu.

Seperti itulah kondisi SD Negeri 5 Singonjuruh, Kampung Wilut, Dusun Kunir, Desa Singonjuruh, Kecamatan Singonjuruh, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Kondisinya sangat sederhana dengan jumlah siswa sedikit.

"Hanya ada tiga (ruang) kelas di sekolah ini. Jadi ya setiap kelas harus diberi sekat agar tidak terganggu. Kadang jika ada guru yang tidak masuk, satu guru mengajar dua kelas sekaligus," jelas Pelaksana Tugas Kepala SD Negeri 5 Singonjuruh Hiklima (49) kepada Kompas.com, Kamis (8/12/2016).

Tiga ruangan kelas tersebut tampak sangat layak digunakan setelah mendapatkan bantuan rehabilitasi pada 2011.

Untuk kantor, para guru memanfaatkan rumah dinas yang kondisinya sangat memprihatinkan dengan bagian plafon jebol dan bocor saat hujan.

"Kalau hujan, ya kami harus seret-seret buku dan berkas agar enggak basah kena hujan," kata Hiklima.

Ruangan Unit Kesehatan Sekolah (UKS) pun menggunakan satu kamar di rumah dinas yang sudah tidak dimanfaatkan karena dindingnya sudah retak. Kamar mandi hanya ada satu dan digunakan ketika ada tamu.

Pada saat ujian seperti hari ini, guru jaga seharusnya berasal dari sekolah lain. Namun, karena hujan dan medan menuju ke sekolah tersebut berlumpur, maka mereka memutuskan untuk menjaga sendiri murid-muridnya.

"Sudah ada kesepakatan, kasihan kalau guru luar datang ke sini. Medannya luar biasa susah, apalagi kalau hujan. Mereka tidak terbiasa dengan kondisi jalan berbatuan terjal yang licin," jelasnya.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X