Kompas.com - 24/11/2016, 12:27 WIB
Yusniar berlutut dengan memanjatkan doa dan bersujud syukur setelah bebas dari Rumah Tahanan (Rutan) Klas 1 Makassar, Kamis (24/11/2016). Kontributor Makassar, Hendra CiptoYusniar berlutut dengan memanjatkan doa dan bersujud syukur setelah bebas dari Rumah Tahanan (Rutan) Klas 1 Makassar, Kamis (24/11/2016).
|
EditorCaroline Damanik

MAKASSAR, KOMPAS.com - Sekitar sebulan lamanya, Yusniar mendekam di sel Rumah Tahanan (Rutan) Klas 1 Makassar karena curhat di media sosial Facebook setelah rumahnya dibongkar oleh kelompok massa diduga suruhan Anggota DPRD Jeneponto dari Fraksi Gerindra, Sudirman Sijaya.

Selama penahanan, Yusniar berbaur dengan orang-orang yang tersangkut kasus pidana dan menjalani hukuman di Rutan Klas 1 Makassar.

Dia mencoba menyesuaikan diri dengan lingkungan barunya dan berkomunikasi dengan tahanan lainnya. Selama menjalani penahanan, Yusniar pun merasa bahagia bisa berkomunikasi dengan baik dengan tahanan wanita lainnya.

Bahkan, dia pun diterima dengan baik oleh tahanan wanita lainnya dan mengajarkan ayat-ayat suci Al-Quran.

"Selama sebulan ditahan, saya bantu tahanan sekamarku mengajar mengaji," tutur Yusniar sambil meneteskan air mata saat kembali menghirup udara bebas, Kamis (24/11/2016).

Selama itu pula, Yusniar terpisah dengan suaminya dan kedua orang tuanya serta keluarganya yang lain. Saat ditanya apa yang membebani dirinya selama ditahan, Yusniar mengaku terpisah dari suami tercintanya, Jamaluddin, dan orangtuanya.

Setibanya di rumah panggung berukuran sekitar 5X8 terletak di Jl Sultan Alauddin, lorong 8, nomor 3, Yusniar langsung memeluk ibunya, Ramlah yang sedang menggoreng bakwan dagangannya. Di rumah yang sebagian telah dibongkar paksa oleh kelompok massa, Yusniar tinggal bersama 4 kepala keluarga lainnya dalam satu atap.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Yusniar ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan oleh Kejaksaan Negeri Makassar setelah curhat di Facebook karena rumahnya telah dirusak oleh anggota DPRD Jeneponto. Kasus tersebut telah disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Makassar.

Dalam nota pembelaan yang dibacakan oleh tim kuasa hukum Yusniar dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Makassar menolak dakwaan jaksa terhadap terdakwa yang telah menghina dan mencemarkan nama baik anggota DPRD Jeneponto dari Partai Gerindra, Sudirman Sijaya.

Dilaporkan terkait kasus pencemaran nama baik, Yusniar melaporkan balik Sudirman Sijaya atas kasus pengrusakan rumahnya. Dalam laporan Yusniar, Sudirman Sijaya disebutkan mengerahkan massa melakukan pengrusakan dan pembongkaran rumah agar keluarga Yusniar pergi dari rumah yang bersengketa itu.

(Baca juga: Penahanan Ditangguhkan, Yusniar Menangis dan Sujud Syukur di Depan Rutan)



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mobilitas Jadi Penyebab Kerumunan, Ganjar Ajak Masyarakat Tetap di Rumah

Mobilitas Jadi Penyebab Kerumunan, Ganjar Ajak Masyarakat Tetap di Rumah

Regional
BERITA FOTO: Tenaga Pikul Beristirahat di Atas Makam Usai Kuburkan Jenazah Pasien Covid-19

BERITA FOTO: Tenaga Pikul Beristirahat di Atas Makam Usai Kuburkan Jenazah Pasien Covid-19

Berita Foto
Kasus Covid-19 di Semarang Naik 700 Persen, Walkot Hendi Berlakukan PKM

Kasus Covid-19 di Semarang Naik 700 Persen, Walkot Hendi Berlakukan PKM

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Naik, Walkot Hendi Resmikan RS Darurat

Kasus Covid-19 di Semarang Naik, Walkot Hendi Resmikan RS Darurat

Regional
Akses ke Faskes Sulit, Dompet Dhuafa Sumbangkan Ambulans untuk Warga Desa Tanjung Raya

Akses ke Faskes Sulit, Dompet Dhuafa Sumbangkan Ambulans untuk Warga Desa Tanjung Raya

Regional
Peringati HUT Ke-103 Kota Madiun, Wali Kota Maidi Fokus Stop Covid-19 dan Genjot Ekonomi

Peringati HUT Ke-103 Kota Madiun, Wali Kota Maidi Fokus Stop Covid-19 dan Genjot Ekonomi

Regional
Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Regional
Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Regional
Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Regional
Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Regional
25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Regional
Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Regional
Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Regional
Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X