Kompas.com - 13/10/2016, 06:34 WIB
Siswa di Taman Kanak-kanak dan PAUD Al-Kausar, Kota Jambi, membiayai pendidikan mereka sendiri dari sampah. Uang sumbangan pembinaan pendidikan di sekolah itu Rp 40.000 per bulan cukup dibayar dengan cara menyetor sampah ke sekolah. Barang-barang bekas itu selanjutnya dikelola menjadi kerajinan dan alat peraga pendidikan. Tampak seorang siswa membawa kaleng minuman bekas untuk menyicil uang SPP, Rabu (21/9/2016). KOMPAS/IRMA TAMBUNANSiswa di Taman Kanak-kanak dan PAUD Al-Kausar, Kota Jambi, membiayai pendidikan mereka sendiri dari sampah. Uang sumbangan pembinaan pendidikan di sekolah itu Rp 40.000 per bulan cukup dibayar dengan cara menyetor sampah ke sekolah. Barang-barang bekas itu selanjutnya dikelola menjadi kerajinan dan alat peraga pendidikan. Tampak seorang siswa membawa kaleng minuman bekas untuk menyicil uang SPP, Rabu (21/9/2016).
|
EditorLaksono Hari Wiwoho

KOMPAS - Di permukiman padat Payo Lebar, Kota Jambi, anak-anak dapat bersekolah gratis dari sampah. Buangan rumah tangga tersebut menggantikan uang sumbangan pendidikan sekaligus dimanfaatkan sebagai bahan kerajinan dan alat peraga dalam kelas. Kini, tak ada lagi halangan untuk memajukan pendidikan.

Dua bungkus plastik memenuhi jemari Azkah (5) yang berlari kecil menuju sekolahnya di TK dan PAUD Al-Kausar di Jalan Syamsu Bahrun, Kelurahan Payo Lebar, Kecamatan Jelutung, Jambi, akhir September lalu. Bungkusan di tangan kanannya penuh dengan kaleng susu dan minuman bekas. Bungkusan lain berisi botol dan gelas plastik.

Sebelum masuk kelas, gadis cilik itu singgah ke samping sekolah. Satu per satu bungkusan diletakkan di atas timbangan. Hasil timbangan langsung dicatatkan pada sebuah buku. Itulah cicilan pembayaran SPP Azkah di bulan Oktober.

Setiap siswa dikenai iuran SPP Rp 40.000 per bulan. Namun, orangtua tidak perlu membayarnya dengan uang, cukup dengan membawa sampah ekonomis dari rumah masing-masing. Bisa berupa botol dan gelas minuman bekas, kaleng bekas, kardus bekas, hingga pecahan kaleng dan besi yang tak lagi terpakai. Dengan benda-benda usang itu, mereka membiayai sepenuhnya pendidikan anak-anak.

"Tidak perlu pusing lagi memikirkan biaya pendidikan. Membayarnya ternyata sangat mudah," ujar Ririn, ibu Azkah.

Pertama kali mengetahui ada sekolah model itu Ririn sempat sangsi. Pihak sekolah menerapkan pendaftaran masuk dan pembayaran SPP bukan dengan uang, melainkan dengan sampah. "Apa betul ini sekolah serius. Kok bayarnya pakai sampah," ujarnya.

Setelah dicoba, ternyata metode pendidikan yang diberikan guru di kelas tidak ada yang berbeda. Azkah yang masih duduk di taman kanak-kanak mendapatkan pendidikan dini sebagaimana di TK pada umumnya. Malahan, anak-anak diajari lebih kreatif melihat lingkungan sekitarnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sampah tak dianggap sebagai barang yang dibuang begitu saja. Imelda Simanjuntak, kepala sekolah, kerap mengajari siswanya mengolah bekas gelas plastik, misalnya, menjadi topi, mainan sederhana, hingga alat peraga. Sebagian besar alat peraga yang digunakan dalam kelas, seperti kartu huruf dan angka dan pajangan bergambar di dinding, merupakan hasil pemanfaatan sampah yang mereka bawa dari rumah masing-masing.

Halaman:


Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Diundang ke Wamena, Ganjar: Impian Saya Sejak Lama

Diundang ke Wamena, Ganjar: Impian Saya Sejak Lama

Regional
UU Minerba Bikin Penghasilan Daerah Minim, Anggota DPD RI Minta Kewenangan Pertambangan Dikembalikan ke Daerah

UU Minerba Bikin Penghasilan Daerah Minim, Anggota DPD RI Minta Kewenangan Pertambangan Dikembalikan ke Daerah

Regional
Pakar Kebencanaan UGM: Jateng Sangat Peduli terhadap Kebencanaan Indonesia

Pakar Kebencanaan UGM: Jateng Sangat Peduli terhadap Kebencanaan Indonesia

Regional
Bupati Wonogiri Berharap Pemerintah Pusat Tak Bebankan Gaji P3K ke APBD

Bupati Wonogiri Berharap Pemerintah Pusat Tak Bebankan Gaji P3K ke APBD

Regional
Capaian Vaksinasi Wonogiri di Atas 90 Persen, Jekek Minta Masyarakat Tetap Taat Prokes

Capaian Vaksinasi Wonogiri di Atas 90 Persen, Jekek Minta Masyarakat Tetap Taat Prokes

Regional
Percepat Vaksinasi di Wonogiri, Bupati Jekek Siapkan Strategi Home Visit

Percepat Vaksinasi di Wonogiri, Bupati Jekek Siapkan Strategi Home Visit

Regional
Ada Guru Meninggal akibat Covid-19, Bupati Wonogiri Ingatkan Pandemi Belum Berakhir

Ada Guru Meninggal akibat Covid-19, Bupati Wonogiri Ingatkan Pandemi Belum Berakhir

Regional
Soal Penutupan Wisata pada Akhir Tahun, Pemkab Wonogiri Tunggu Kebijakan Pusat

Soal Penutupan Wisata pada Akhir Tahun, Pemkab Wonogiri Tunggu Kebijakan Pusat

Regional
Ganjar Kirim 50 Relawan untuk Bantu Korban Erupsi Gunung Semeru

Ganjar Kirim 50 Relawan untuk Bantu Korban Erupsi Gunung Semeru

Regional
Guru di Wonogiri Meninggal karena Covid-19, Bupati Jekek: Terpapar di Area Wisata, Bukan Sekolah

Guru di Wonogiri Meninggal karena Covid-19, Bupati Jekek: Terpapar di Area Wisata, Bukan Sekolah

Regional
Antisipasi Omicron Saat Nataru, Bupati Jekek Minta Perantau Tak Mudik

Antisipasi Omicron Saat Nataru, Bupati Jekek Minta Perantau Tak Mudik

Regional
Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Regional
Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Regional
Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Regional
Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.