Kisah Penganut Agama Leluhur Batak yang Terasing di Negeri Sendiri

Kompas.com - 24/05/2016, 08:19 WIB

 

Soal inklusi pemenuhan hak-hak dasar, Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan (Adminduk) diperbaharui dengan Undang-Undang Nomor 24 tahun 2013 merupakan produk kebijakan publik yang berusaha mengakomodir kebutuhan aliran kepercayaan di Indonesia, yaitu dengan mengosongkan kolom agama pada KTP. Namun implementasinya kebijakan tidak berjalan sesuai harapan.

"Tidak semua pelaksana kebijakan mengetahui substansi undang-undang, juga ada unsur stereotipe dari pelaksana kebijakan yang menganggap aliran kepercayaan itu sesat, ateis, bahkan komunis. Pemerintah tidak melakukan sosialisasi terkait substansi kebijakan secara holistik kepada implementor kebijakan," kata Very lagi.

Kepling dan petugas kelurahan, lanjut dia, yang sudah mengetahui substansi undang-undang tersebut tetap saja tidak memberikan akses yang mudah bagi Parmalim dan UBB memperoleh hak mereka. Alasannya, pengosongan kolom agama belum selesai dibahas, masih menjadi polemik hingga sekarang maka belum dapat diimplementasikan. Padahal undang-undangnya telah berlaku sejak 2006.

"Pada sisi lain, pengosongan kolom agama pada KTP ternyata menimbulkan masalah baru, stigma-stigma baru. Di lingkungan sekolah, pekerjaan, timbul pertanyaan baru kenapa kolom agama di KTP-nya kosong. Berarti tidak punya agama. Seharusnya sebagai warga negara, hak-hak mereka harus diberikan dan dijamin. Supaya tidak ada pengulangan masalah ke depannya nanti kepada anak-anak mereka," tegas Very.

Tak diakui negara

KOMPAS.com/Mei Leandha Komunitas Parmalim di Istana Parmalim di Jalan Air Bersih Ujung Medan, bersama ASB mereka terus berjuang mewujudkan Kota Medan sebagai Kota Inklusi, Selasa (24/5/2016)

Direktur ASB Ferry Wira Padang menambahkan, hasil audiensi pihaknya dengan Pemkot Medan dan Pemkab Deli Serdang, Parmalim dan UBB tidak diakui sebagai sebuah agama. Jadinya, ketika mereka tidak mengisi kolom agama di KTP dengan agama yang diakui negara, ketakutan akan dikucilkan di lingkungan masyarakat, pekerjaan dan sekolah menjadi momok menakutkan.

"Anak–anak Parmalim dan UBB dipaksa memilih pendidikan agama lain. Mereka disuruh membeli buku ibadah yang biasa digunakan anak- anak Nasrani ketika beribadah ke gereja. Mereka sering diejek 'sepele begu' oleh teman-temannya dan para guru tidak ada memberikan penjelasan atau melindungi mereka," kata perempuan yang biasa dipanggil Ira ini.

Pihak sekolah juga tetap mengharuskan memilih salah satu agama untuk kebutuhan belajar agama dan nilai agama karena belum terfasilitasinya pendidikan agama Parmalim di sekolah–sekolah. Masukan agar anak-anak Parmalim diberikan kesempatan belajar agamanya setiap Sabtu dan nilai agama bisa diperoleh dari penanggung jawab atau pengajar Parmalim sudah disampaikan kepada sekolah–sekolah.

Halaman:
Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


EditorFarid Assifa
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Viral, Ajakan Menyerbu Pantai Parangtritis Pakai Baju Hijau, Tantang Nyi Roro Kidul

Viral, Ajakan Menyerbu Pantai Parangtritis Pakai Baju Hijau, Tantang Nyi Roro Kidul

Regional
Soal Kelanjutan LRT, Pemkot Bogor Siap Datangkan Trem dari Belanda

Soal Kelanjutan LRT, Pemkot Bogor Siap Datangkan Trem dari Belanda

Regional
Polisi Tangkap Pimpinan dan Puluhan Anggota Kelompok SMB di Jambi

Polisi Tangkap Pimpinan dan Puluhan Anggota Kelompok SMB di Jambi

Regional
Saat Kelebihan Bandung Jadi Inspirasi untuk Pemerintah Kota Surakarta

Saat Kelebihan Bandung Jadi Inspirasi untuk Pemerintah Kota Surakarta

Regional
5 Hektare Ladang Ganja Ditemukan di Tengah Hutan Aceh

5 Hektare Ladang Ganja Ditemukan di Tengah Hutan Aceh

Regional
Gempa Maluku Utara Rusak Jaringan Listrik di Halmahera Selatan

Gempa Maluku Utara Rusak Jaringan Listrik di Halmahera Selatan

Regional
Sebelum Ditangkap, Ayah yang Aniaya Anak Gizi Buruk Ancam Polisi

Sebelum Ditangkap, Ayah yang Aniaya Anak Gizi Buruk Ancam Polisi

Regional
Terekam CCTV, Pengendara BMW Curi Tong Sampah Seharga Rp 70.000

Terekam CCTV, Pengendara BMW Curi Tong Sampah Seharga Rp 70.000

Regional
Kasus 'Bupati Biadab', Bupati Aceh Tengah Siap Bersumpah di Bawah Al Quran

Kasus "Bupati Biadab", Bupati Aceh Tengah Siap Bersumpah di Bawah Al Quran

Regional
Momen Polisi Misterius Gendong Calon Haji Tertua Saat Rekan Se-Kloter Berdesakan Masuk Bus

Momen Polisi Misterius Gendong Calon Haji Tertua Saat Rekan Se-Kloter Berdesakan Masuk Bus

Regional
Jalur Pendakian Gunung Slamet via Bambangan Ditutup Mulai 22 Juli 2019

Jalur Pendakian Gunung Slamet via Bambangan Ditutup Mulai 22 Juli 2019

Regional
Cerita Adilta, Merintis Usaha di Balik Musik Cadas Kota Medan

Cerita Adilta, Merintis Usaha di Balik Musik Cadas Kota Medan

Regional
Seorang Kuli Panggul Ditemukan Meninggal di Roda Bakso Pasar Tasik

Seorang Kuli Panggul Ditemukan Meninggal di Roda Bakso Pasar Tasik

Regional
Di Anambas, Menteri Susi Minta Warga Tidak Buang Sampah di Kolong Rumah

Di Anambas, Menteri Susi Minta Warga Tidak Buang Sampah di Kolong Rumah

Regional
Menteri Susi Larang Tangkap Ikan Napoleon Seberat 4 Kg, Ini Alasannya...

Menteri Susi Larang Tangkap Ikan Napoleon Seberat 4 Kg, Ini Alasannya...

Regional
Close Ads X