Kompas.com - 09/04/2016, 17:08 WIB
Gubernur DIY Sri Sultan HB X saat mengikuti tapak tilas gempa Yogyakarta dengan menungjungi dengan mengunjungi pertemuan sungai Opak dan sungai Oya di Dusun Potrobayan, Desa Srihardono, Kecamatan Pundong, Kabupaten Bantul KOMPAS.com / Wijaya KusumaGubernur DIY Sri Sultan HB X saat mengikuti tapak tilas gempa Yogyakarta dengan menungjungi dengan mengunjungi pertemuan sungai Opak dan sungai Oya di Dusun Potrobayan, Desa Srihardono, Kecamatan Pundong, Kabupaten Bantul
|
EditorErlangga Djumena

YOGYAKARTA,KOMPAS.com - 10 tahun silam, tepatnya 27 Mei 2006 Yogyakarta dilanda Gempa dengan kekuatan 5,9 Skala Richer (SR). Guncangan gempa yang terjadi pada pukul 05.55 Wib itu telah meluluhlantahkan bangunan dan menelan ribuan korban jiwa.

Jelang peringatan Gempa Yogyakarta, Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran mengelar napak tilas gempa Yogyakarta 27 Mei 2016.

Turut serta hadir dalam napak tilas tersebut, Gubernur DIY Sri Sultan HB X bersama SKPD Pemda DIY, Bupati Bantul dan para pimpinan Perguruan Tinggi di DIY.

Napak tilas peristiwa gempa Yogya 27 Mei 2006 dimulai dengan mengunjungi pertemuan sungai Opak dan sungai Oya di Dusun Potrobayan, Desa Srihardono, Kecamatan Pundong, Kabupaten Bantul, Yogyakarta.

Di lokasi pertemuan sungai Opak dan sungai Oya inilah pusat gempa bumi Yogyakarta 10 tahun silam terjadi. Selain itu, akibat gempa 2006 silam permukaan patahan mengalami penurunan cukup dalam.

Di kesempatan ini, Sri Sultan HB X juga menyempatkan diri berdialog dengan warga Potrobayan, Desa Srihardono, Kecamatan Pundong, Kabupaten Bantul.

Sri Sultan HB X juga menandatangani prasasti Napak tilas Peringatan Gempa Yogyakarta.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ketua Panitia tapak tilas Gempa Yogyakarta, Prasetyadi mengatakan, acara ini merupakan salah satu bentuk melawan lupa kejadian gempa Yogya. Sebab terkadang masyarakat sering melupakan kejadian alam dan akhirnya kewaspadaan itu mulai luntur.

"Ini sebagai bentuk merawat ingatan bahwa di Yogya pernah terjadi gempa besar. Jangan sampai virus lupa ini menjadikan kewaspadaan perlahan hilang ," ujar Prasetyadi, Sabtu (9/4/2016).

Kaprodi Magister Teknik Geologi UPN ini menjelaskan, Yogyakarta merupakan salah satu wilayah rawan gempa bumi. Secara umum karena wilayahnya berada di dataran yang belum benar-benar solid. Tanahnya di wilayah Yogyakarta merupakan hasil dari proses endapan material Merapi Muda.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

70 Tahun Hidup Tanpa Penerangan, Kini Warga Dusun Balakala Bisa Nikmati Listrik PLN

70 Tahun Hidup Tanpa Penerangan, Kini Warga Dusun Balakala Bisa Nikmati Listrik PLN

Regional
Terkait Polemik DTH di Luwu Utara, BPBD Sebut Semua Bantuan Sudah Tersalurkan

Terkait Polemik DTH di Luwu Utara, BPBD Sebut Semua Bantuan Sudah Tersalurkan

Regional
Cegah Pernikahan Dini, Bupati Luwu Utara Tandatangani Pakta Integritas Pencegahan Perkawinan Anak

Cegah Pernikahan Dini, Bupati Luwu Utara Tandatangani Pakta Integritas Pencegahan Perkawinan Anak

Regional
Lewat Sistem Hibah, Pemkab Tanah Bumbu Ajak Perusahaan Dongkrak Penghasilan Daerah

Lewat Sistem Hibah, Pemkab Tanah Bumbu Ajak Perusahaan Dongkrak Penghasilan Daerah

Regional
Diundang ke Wamena, Ganjar: Impian Saya Sejak Lama

Diundang ke Wamena, Ganjar: Impian Saya Sejak Lama

Regional
UU Minerba Bikin Penghasilan Daerah Minim, Anggota DPD RI Minta Kewenangan Pertambangan Dikembalikan ke Daerah

UU Minerba Bikin Penghasilan Daerah Minim, Anggota DPD RI Minta Kewenangan Pertambangan Dikembalikan ke Daerah

Regional
Pakar Kebencanaan UGM: Jateng Sangat Peduli terhadap Kebencanaan Indonesia

Pakar Kebencanaan UGM: Jateng Sangat Peduli terhadap Kebencanaan Indonesia

Regional
Bupati Wonogiri Berharap Pemerintah Pusat Tak Bebankan Gaji P3K ke APBD

Bupati Wonogiri Berharap Pemerintah Pusat Tak Bebankan Gaji P3K ke APBD

Regional
Capaian Vaksinasi Wonogiri di Atas 90 Persen, Jekek Minta Masyarakat Tetap Taat Prokes

Capaian Vaksinasi Wonogiri di Atas 90 Persen, Jekek Minta Masyarakat Tetap Taat Prokes

Regional
Percepat Vaksinasi di Wonogiri, Bupati Jekek Siapkan Strategi Home Visit

Percepat Vaksinasi di Wonogiri, Bupati Jekek Siapkan Strategi Home Visit

Regional
Ada Guru Meninggal akibat Covid-19, Bupati Wonogiri Ingatkan Pandemi Belum Berakhir

Ada Guru Meninggal akibat Covid-19, Bupati Wonogiri Ingatkan Pandemi Belum Berakhir

Regional
Soal Penutupan Wisata pada Akhir Tahun, Pemkab Wonogiri Tunggu Kebijakan Pusat

Soal Penutupan Wisata pada Akhir Tahun, Pemkab Wonogiri Tunggu Kebijakan Pusat

Regional
Ganjar Kirim 50 Relawan untuk Bantu Korban Erupsi Gunung Semeru

Ganjar Kirim 50 Relawan untuk Bantu Korban Erupsi Gunung Semeru

Regional
Guru di Wonogiri Meninggal karena Covid-19, Bupati Jekek: Terpapar di Area Wisata, Bukan Sekolah

Guru di Wonogiri Meninggal karena Covid-19, Bupati Jekek: Terpapar di Area Wisata, Bukan Sekolah

Regional
Antisipasi Omicron Saat Nataru, Bupati Jekek Minta Perantau Tak Mudik

Antisipasi Omicron Saat Nataru, Bupati Jekek Minta Perantau Tak Mudik

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.