Kompas.com - 09/04/2016, 17:08 WIB
Gubernur DIY Sri Sultan HB X saat mengikuti tapak tilas gempa Yogyakarta dengan menungjungi dengan mengunjungi pertemuan sungai Opak dan sungai Oya di Dusun Potrobayan, Desa Srihardono, Kecamatan Pundong, Kabupaten Bantul KOMPAS.com / Wijaya KusumaGubernur DIY Sri Sultan HB X saat mengikuti tapak tilas gempa Yogyakarta dengan menungjungi dengan mengunjungi pertemuan sungai Opak dan sungai Oya di Dusun Potrobayan, Desa Srihardono, Kecamatan Pundong, Kabupaten Bantul
|
EditorErlangga Djumena

"Jadi guncangan Gempa bisa sangat kuat. Sehingga kewaspadaan masyarakat perlu terus ditingkatkan," katanya.

Menurut dia, melihat fakta bahwa wilayah Yogyakarta merupakan daerah rawan gempa maka masyarakat perlu memahami pola hidup di tempat tinggalnya. Memahami pola hidup ini artinya, ketika membangun rumah harus seperti apa karakteristiknya, jangan membangun di dekat sungai atau di dekat Gunung Merapi.

"Jangan menyalahkan alam, tetapi manusia lah yang harus hidup menyesuaikan. Sebab Gempa adalah proses bumi ini bekerja, ikuti saja iramanya," sebutnya.

Seperti halnya masyarakat Kecamatan Pundong, Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Dimana mereka tidak menyerah dengan peristiwa 10 tahun lalu (Gempa 27 Mei 2016) dan bahkan menjadi titik balik. Itu mengapa Kecamatan Pundong dipilih untuk menjadi lokasi tapak tilas.

"Mereka seakan kenyal dengan peristiwa gempa. Mereka mengalami, memberdayakan diri dan menjadikan bencana untuk bangkit serta hidup dengan meningkatkan kewaspadaan," ucapnya.

Sementara itu, Gubernur DIY Sri Sultan HB X menuturkan peristiwa gempa pada 27 Mei 2006 lalu telah membuat 173.000 lebih rumah warga rusak dan sekitar 101.000 rusak parah.

Peristiwa itu tidak pernah akan ia lupakan. Dirinya masih ingat saat berkeliling ke desa-desa terdampak gempa. Saat berkeliling itu, Sri Sultan mengajak warganya untuk "gumregah" (bangkit) dan mengingatkan ajaran leluhur.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kelangan bondo podo karo ora kelangan opo-opo. Kelangan nyowo podo karo kelangan separo, kelangan harga diri lan martabat koyo ilang sak kabehane (Kehilangan harta benda itu sama saja tidak kehilangan, kehilangaan nyawa, kehilangan separuh. Tapi kalau kehilangan harga diri itu kehilangan semua)," kata Sultan.

Grumegah, lanjutnya, merupakan ajakan untuk bersama-sama bangkit dan bergotong-royong. Sebab meski ada bantuan, namun yang bisa menyelesaikan semua permasalahan dan kembali bangkit adalah diri pribadi.

"Saya masih ingat dunia international sampai mengakui bahwa pemulihan pasca gempa 2006 Yogya sangat cepat. Kuncinya adalah bergotong royong," tegasnya.

Namun demikian, gotong royong bagi beberapa orang asing yang belum pernah datang ke Yogyakarta dipandang sebagai pelanggaran HAM. Sebab, warga bersama-sama membangun tanpa dibayar walaupun rumahnya sendiri belum jadi.

"Kenapa tanpa upah ? Itu melanggar HAM, Negara lain itu sampai mengundang saya untuk memberikan penjelasan. Kalau yang sudah pernah ke Indonesia akan tahu apa itu gotong royong," ujarnya.

Usai mengunjungi Desa Srihardono, Kecamatan Pundong, Kabupaten Bantul, Yogyakarta rombongan lantas menuju fenomena geologi sesar Lembangsongo desa Trimulyo, Imogiri Bantul lalu dilanjutkan ke Candi Barong dan Candi Kedulan. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Regional
Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Regional
Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Regional
Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Regional
Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Regional
Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Regional
ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

Regional
Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Regional
Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Regional
Pemkot Jabar Sambut Baik Vaksinasi Covid-19 Massal yang Diselenggarakan PT MUJ

Pemkot Jabar Sambut Baik Vaksinasi Covid-19 Massal yang Diselenggarakan PT MUJ

Regional
Bobby Berhasil Percepat Pemulihan Ekonomi Medan, Akademisi USU Berikan Pujian

Bobby Berhasil Percepat Pemulihan Ekonomi Medan, Akademisi USU Berikan Pujian

Regional
Komisi III DPRD Kalsel Setuju Kewenangan Pajak Pertambangan Dikendalikan Pemda

Komisi III DPRD Kalsel Setuju Kewenangan Pajak Pertambangan Dikendalikan Pemda

Regional
Lewat 'Wonderful Rongkong', Luwu Utara Perkenalkan Potensi Pariwisata kepada Investor

Lewat "Wonderful Rongkong", Luwu Utara Perkenalkan Potensi Pariwisata kepada Investor

Regional
Bupati Jekek Optimistis Pembangunan 14.142 RTLH Wonogiri Selesai pada 2024

Bupati Jekek Optimistis Pembangunan 14.142 RTLH Wonogiri Selesai pada 2024

Regional
 Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.