"Earth Hour", Wali Kota Semarang Ajak Warga Aksi Matikan Lampu

Kompas.com - 19/03/2016, 21:04 WIB
Lampu listrik warga. KOMPAS.com/SRI LESTARILampu listrik warga.
|
EditorAprillia Ika
SEMARANG, KOMPAS.com – Pemerintah Kota Semarang, Jawa Tengah ikut berkampanye global hemat energi atau Earth Hour, Sabtu (19/3/2016) malam ini.

Salah satu yang dilakukan ialah dengan mematikan lampu listrik di sejumlah jalan-jalan protokoler.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengatakan, lampu di jalan protokoler yang dimatikan antara lain Jalan Pemuda, Jalan Pahlawan, dan Jalan Pandanaran. Sejumlah tempat publik yang populer di kota lumpia juga dimatikan.

“Tugu Muda dan Simpang Lima juga dimatikan. Ini menyambut Earth Hour 2016,” kata pria yang dipanggil Hendi ini.

Sementara ruang publik yang dimatikan lampunya ialah kawasan Simpang Lima dan kawasan Tugu Muda Semarang.

Pemadaman lampu utama dilakukan pukul 20.30 WIB hingga 21.30 WIB. “Kami matikan selama satu jam,” tambah dia.

Hendi mengimbau kepada masyarakat untuk ikut serta untuk menghemat listrik. Ia pun minta agar warga Semarang untuk berpartisipasi dalam sekecil apapun untuk merayakan Earh Hour ini pada malam ini.

“Kami berharap agar warga di Kota Semarang ini dapat ikut melakukan aksi sekecil apapun malam ini. Saya juga akan mematikan listrik di rumah saya,” kata dia.

Ia juga minta warga bisa menyampaikan penghematan listrik pada semua orang. Gerakan Earth Hour juga ditandai dalam hastag #AksiBukanSelebrasi dan #SMGEarthHour 2016. “Mari sebarkan aksi baik ini,” pinta dia.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Nyinyir di Facebook soal Penusukan Wiranto, Pegawai Undip Dipolisikan

Nyinyir di Facebook soal Penusukan Wiranto, Pegawai Undip Dipolisikan

Regional
Penghuni Rumah Tidak Tahu Barang yang Dititip R Adalah Bahan Pembuat Bom

Penghuni Rumah Tidak Tahu Barang yang Dititip R Adalah Bahan Pembuat Bom

Regional
Kisah Sebuah Sumur Kecil di Ladang yang jadi Asa Ratusan KK

Kisah Sebuah Sumur Kecil di Ladang yang jadi Asa Ratusan KK

Regional
Rabu Pagi, Kualitas Udara Sumbar Masuk Level Tidak Sehat

Rabu Pagi, Kualitas Udara Sumbar Masuk Level Tidak Sehat

Regional
Kronologi Pembunuhan 'Debt Collector' yang Tubuhnya Terpisah dari Kepala

Kronologi Pembunuhan "Debt Collector" yang Tubuhnya Terpisah dari Kepala

Regional
183 Warganya Keracunan Makanan, Bupati TTS Tetapkan Status Kejadian Luar Biasa

183 Warganya Keracunan Makanan, Bupati TTS Tetapkan Status Kejadian Luar Biasa

Regional
Siswi SMP yang Dicabuli Guru Les Vokal Sembunyikan Kehamilan hingga 8 Bulan

Siswi SMP yang Dicabuli Guru Les Vokal Sembunyikan Kehamilan hingga 8 Bulan

Regional
Virus Flu Burung Merebak di Tegal, 150 Unggas Mati Mendadak

Virus Flu Burung Merebak di Tegal, 150 Unggas Mati Mendadak

Regional
Kasus Pembunuhan 'Debt Collector': Kepala Korban Ditemukan Terpisah dari Tubuhnya

Kasus Pembunuhan "Debt Collector": Kepala Korban Ditemukan Terpisah dari Tubuhnya

Regional
4 Fakta Suami Bakar Istri di Surabaya, Terlibat Cekcok hingga Kabur Bawa Motor Pemilik Kos

4 Fakta Suami Bakar Istri di Surabaya, Terlibat Cekcok hingga Kabur Bawa Motor Pemilik Kos

Regional
Terduga Teroris AK dari Sukoharjo Dikenal Jarang Bergaul dan Tertutup

Terduga Teroris AK dari Sukoharjo Dikenal Jarang Bergaul dan Tertutup

Regional
Lurah Way Halim: Nenek Nurhasanah Tidak Terlibat Terorisme

Lurah Way Halim: Nenek Nurhasanah Tidak Terlibat Terorisme

Regional
Menyoal Gibran Maju Pilkada Solo, Bukan Pilihan PDI-P Solo hingga Anjuran Ganjar

Menyoal Gibran Maju Pilkada Solo, Bukan Pilihan PDI-P Solo hingga Anjuran Ganjar

Regional
Nekat Keluyuran Saat Jam Kerja, 14 ASN Kena Razia

Nekat Keluyuran Saat Jam Kerja, 14 ASN Kena Razia

Regional
Susahnya Hidup Nenek Paulina: Tinggal Sendiri di Gubuk Reyot, Jual Kelapa untuk Beli Beras

Susahnya Hidup Nenek Paulina: Tinggal Sendiri di Gubuk Reyot, Jual Kelapa untuk Beli Beras

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X