Kepala Desa Ini Sumbangkan Seluruh Gajinya untuk Membantu Warga Miskin

Kompas.com - 14/03/2016, 08:51 WIB
Nurhadi, Kepala Desa Banyudono, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, menunjukkan KBS dan KBC. Kompas.com/Ika FitrianaNurhadi, Kepala Desa Banyudono, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, menunjukkan KBS dan KBC.
|
EditorFarid Assifa
MAGELANG, KOMPAS.com - Memiliki gaji pas-pasan tidak membuat Nurhadi (45) tutup mata dengan warga sekilingnya yang tidak mampu. Apalagi, sebagai pemimpin ia memiliki kewajiban untuk melindundi warganya yang ternyata masih banyak yang tidak terjamin pendidikan dan kesehatannya oleh pemerintah.

Itulah yang menggerakkan hati kepala Desa Banyudono, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, itu merelakan seluruh gajinya untuk meluncurkan Kartu Banyudono Sehat (KBS) dan Kartu Banyudono Cerdas (KBC).

KBS adalah kartu bagi warga yang belum mendapatkan jaminan kesehatan dari pemerintah, seperti Jamkesmas, BPJS Kesehatan, ataupun Kartu Indonesia Sehat (KIS). Sedangkan KBC diperuntukkan bagi anak-anak yatim, piatu dan yatim piatu yang belum tertangani oleh Kartu Indonesia Pintar (KIP) maupun bantuan pemerintah lainnya.

Awal menjabat menjadi kepala desa 2,5 tahun silam, Nurhadi sudah mendapatkan keluhan karena masih banyak warga yang tidak mendapat bantuan pemerintah. Padahal, ia menilai warga tersebut memang layak mendapat bantuan namun luput dari pendataan.

"Saya lihat tetangga sendiri yang kesulitan membeli beras, apalagi untuk berobat, sementara dia tidak punya kartu jaminan dari pemerintah karena tidak terdata," kata Nurhadi mengawali cerita dengan Kompas.com, Minggu (13/3/2016).

Tidak banyak yang bisa dilakukan oleh Nurhadi kala itu karena data warga miskin sudah ditentukan. Termasuk anggaran desa maupun pemerintah. Nurhadi tidak berani mengutak-atik karena akan menyalahi aturan.

Sampai kemudian ia meneguhkan hati untuk memberikan seluruh gajinya sebagai kepala desa setiap bulan untuk warga yang tidak mampu itu, meski gajinya hanya Rp 2,4 juta per bulan yang semestinya untuk membiayai kehidupanya bersama seorang istri dan tiga anaknya.

Nurhadi menceritakan, keinginan tersebut sudah disampaikan kepada perangkat desa Banyudono ketika awal periode menjabat. Hanya saja keinginan itu sempat ditolak karena dinilai membingungkan soal teknis pembagian bantuan tersebut.

"Saya juga utarakan keinginan ini kepada istri. Bersyukur istri dan keluarga sangat mendukung. Untuk biaya sehari-hari kami berjualan kambing," katanya tersenyum.

Setelah melalui berbagai diskusi dengan para perangkat desa, akhirnya tercetus ide membuat dua kartu tersebut untuk memudahkan distribusi dan pemetaan warga miskin yang tidak terdata bantuan pemerintah.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Peduli Warga Terdampak Pandemi di Salatiga, Partai Golkar Gelar Baksos dan Pengobatan Gratis

Peduli Warga Terdampak Pandemi di Salatiga, Partai Golkar Gelar Baksos dan Pengobatan Gratis

Regional
Turunkan Angka Kemiskinan di Jateng, Ganjar Targetkan Pembangunan 100.000 RSLH

Turunkan Angka Kemiskinan di Jateng, Ganjar Targetkan Pembangunan 100.000 RSLH

Regional
8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

Regional
Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Regional
Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Regional
Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.