Deposito Kasda Rp 22,7 Miliar Pemkot Semarang Terancam Raib

Kompas.com - 12/11/2015, 16:34 WIB
|
EditorGlori K. Wadrianto
SEMARANG, KOMPAS.com - Langkah Pemerintah Kota Semarang yang meminta balik uang Kas Daerah sebesar Rp 22,7 miliar terancam sia-sia.

Hakim Pengadilan Negeri Semarang yang memeriksa perkara tersebut menyatakan gugatan yang dilayangkan Pemkot Semarang ke Bank Tabungan Pensiunan Negara (BTPN) tidak dapat diterima.

Dalam perkara ini, Pemerintah Kota Semarang mengklaim telah menyimpan uang sebesar Rp 22,7 miliar di BTPN dalam bentuk deposito. Namun, dalam putusan hakim, gugatan yang disampaikan tidak diterima, dan hakim lebih memilih keberatan dari pihak BTPN.

"Menyatakan gugatan penggugat tidak dapat diterima. Menghukum penggugat untuk membayar biaya perkara," kata hakim Torowa Daeli membacakan putusan, Kamis (12/11/2015).

Hakim menganggap, Pemkot tidak berhati-hati dalam menempatkan uang deposito. Apalagi dilakukan melalui personal banker.

Personal banker adalah pihak yang ditunjuk oleh bank untuk mengurusi proses transaksi dan penyimpanan uang.

Dalam hal ini, tersebutlah nama Dyah Ayu Kusumaningrum yang menjadi 'personal banker' tahun 2007. Diah dinilai mengurus transaksi penyimpanan uang Kasda Pemkot melalui Deposito di BTPN.

Namun tahun 2011, Diah mengundurkan diri BTPN, sehingga hubungan hukum antara Dyah dan BTPN berakhir.

Lalu, permasalahan muncul karena uang yang disimpan diduga telah raib. BTPN mengaku seusai Diah keluar langsung menunjuk penganti untuk mengurus transaksi penyimpanan dana kas daerah Kota Semarang di BTPN.

BTPN juga mengaku tidak pernah mengeluarkan sertifikat deposito senilai Rp 22,7 miliar atas nama Pemkot Semarang.

Dana milik Pemkot yang sempat tersimpan di BTPN sebagian besar telah dipindahkan ke bank lain melalui fasilitas RTGS. Atas putusan tersebut, Pemkot berencana mengajukan banding.

Menurut kuasa hukum Pemkot, John Ricard, pihaknya akan menyusun materi banding. "Pemkot tidak pernah tahu jika Dyah selama ini menjadi 'personal banker'. Saat Dyah keluar, tidak ada surat pemberitahuan, kami tidak diberi tahu," kata dia.

John mengatakan, Pemkot juga tidak bisa menuntut Dyah lantaran dia hanya seorang pegawai. Justru yang harus bertanggungjawab adalah perusahaan yang menaunginya.

Gugatan yang dilayangkan Pemkot dengan pernyataan pihak BTPN telah melakukan perbuatan melawan hukum. Perbuatan itu yakni tidak berhati-hati, sehingga uang Kas Daerah Pemkot Semarang menjadi raib. 

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Seorang Pria di Kupang Cabuli Calon Anak Tirinya, Kepergok Ibu Korban

Seorang Pria di Kupang Cabuli Calon Anak Tirinya, Kepergok Ibu Korban

Regional
Upaya Pemkot Balikpapan Cegah Corona, Penutupan Ruas Jalan hingga Penerapan Jam Malam

Upaya Pemkot Balikpapan Cegah Corona, Penutupan Ruas Jalan hingga Penerapan Jam Malam

Regional
Rumah Zakat Kirim Paket Makanan ke Warga Terdampak Corona, Dibeli dari Warung Kecil dan Diantar Ojek Online

Rumah Zakat Kirim Paket Makanan ke Warga Terdampak Corona, Dibeli dari Warung Kecil dan Diantar Ojek Online

Regional
Fakta Karantina Wilayah Surabaya, Akses Khusus Pelat L, Orang yang Masuk Disterilkan

Fakta Karantina Wilayah Surabaya, Akses Khusus Pelat L, Orang yang Masuk Disterilkan

Regional
Khawatir Terjangkit Corona, Puluhan Warga Manggarai Timur Memilih Tinggal di Kebun

Khawatir Terjangkit Corona, Puluhan Warga Manggarai Timur Memilih Tinggal di Kebun

Regional
UPDATE: 1 PDP Corona di Batam Meninggal, Pasien Punya Riwayat Pergi ke Malaysia

UPDATE: 1 PDP Corona di Batam Meninggal, Pasien Punya Riwayat Pergi ke Malaysia

Regional
40 Akses Masuk ke Trenggalek Ditutup, Bupati Sebut Bukan 'Lockdown'

40 Akses Masuk ke Trenggalek Ditutup, Bupati Sebut Bukan "Lockdown"

Regional
Polres Salatiga Patroli Siber Buru Penyebar Hoaks Corona

Polres Salatiga Patroli Siber Buru Penyebar Hoaks Corona

Regional
TKI Berpotensi Menumpuk di Kepri jika Daerah Lain 'Lockdown' Lokal, Gubernur: Pak Menteri Kami Mohon Solusi

TKI Berpotensi Menumpuk di Kepri jika Daerah Lain "Lockdown" Lokal, Gubernur: Pak Menteri Kami Mohon Solusi

Regional
Cegah Penyebaran Corona, 19 Pintu Masuk ke Surabaya Dipekerkat

Cegah Penyebaran Corona, 19 Pintu Masuk ke Surabaya Dipekerkat

Regional
Ini Kriteria Kendaraan yang Boleh Masuk ke Surabaya Saat Karantina Wilayah Diterapkan

Ini Kriteria Kendaraan yang Boleh Masuk ke Surabaya Saat Karantina Wilayah Diterapkan

Regional
Wali Kota: Hingga Hari Ini, Tidak Ada Warga Sukabumi Positif Covid-19

Wali Kota: Hingga Hari Ini, Tidak Ada Warga Sukabumi Positif Covid-19

Regional
Surabaya Segera Karantina Wilayah, 19 Pintu Masuk Dijaga, Pengendara Di-screening

Surabaya Segera Karantina Wilayah, 19 Pintu Masuk Dijaga, Pengendara Di-screening

Regional
Cerita Wabup soal Profesor Terjangkit Corona hingga Pemakaman Ditolak Warga

Cerita Wabup soal Profesor Terjangkit Corona hingga Pemakaman Ditolak Warga

Regional
Hari Pertama Penerapan Jam Malam, Banda Aceh Sepi

Hari Pertama Penerapan Jam Malam, Banda Aceh Sepi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X