Kompas.com - 20/10/2015, 21:12 WIB
Terbitkan ribuan ijazah palsu, Rektor University of Sumatera Marsaid Yushar (63) terancam hukuman penjara 10 tahun. KOMPAS.com/Mei LeandhaTerbitkan ribuan ijazah palsu, Rektor University of Sumatera Marsaid Yushar (63) terancam hukuman penjara 10 tahun.
|
EditorErvan Hardoko

MEDAN, KOMPAS.com — Gara-gara menerbitkan ribuan ijazah palsu, Rektor University of Sumatera Marsaid Yushar (63) terancam 10 tahun bui.

Pada sidang perdana di Pengadilan Negeri Medan, Selasa (20/10/2015), terdakwa Marsaid ditegur Ketua Majelis Hakim Karlen Parhusip karena menggoyang-goyangkan kakinya saat jaksa penuntut umum Mirza membacakan dakwaan.

Dari dakwaan diketahui, Sucipto mendatangi Marsaid di kampus University of Sumatera di Jalan Gatot Subroto, Medan, untuk dibuatkan ijazah S-2.

Terdakwa lalu meminta uang sebesar Rp 40 juta. Setelah bernegoisasi, disepakati harga ijazah itu sebesar Rp 15 juta.

Sucipto kemudian menjumpai terdakwa di kantor KNPI/PGRI Medan untuk mengambil ijazah, tesis, dan berkas-berkas lain yang dipesannya. Di sinilah terdakwa langsung ditangkap polisi.

Jaksa menjerat terdakwa dengan Pasal 93 UU Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi, Pasal 67 ayat 1 UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, dan Pasal 71 UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

"Terdakwa diancam hukuman maksimal 10 tahun penjara," kata jaksa.

Marsaid melalui kuasa hukumnya menyatakan akan menyampaikan eksepsi pada sidang yang akan datang.

Sebelumnya, Marsaid digelandang ke Mapolresta Medan beserta barang bukti mesin cetak dan puluhan ijazah palsu yang ditemukan di empat lokasi berbeda.

Dia dikenal sebagai Rektor University of Sumatera yang berdiri sejak 12 tahun lalu. Kampus ini sudah mengeluarkan seribuan ijazah palsu dengan harga mulai Rp 10 juta sampai Rp 40 juta.

Penggerebekan yang dilakukan Unit Tipiter Satreskrim Mapolresta Medan bermula dari banyaknya informasi terkait aktivitas kampus yang tidak terdaftar di Kopertis Wilayah I NAD-Sumut.

Polisi lalu melakukan penyelidikan dengan cara menyamar dan berpura-pura hendak membeli ijazah S-2 tanpa proses perkuliahan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Regional
Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Regional
Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Regional
Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Regional
KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

Regional
Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Regional
Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Regional
Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Regional
Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

Regional
Hadapi Digitalisasi Keuangan, Pemprov Jabar Minta UMKM Tingkatkan Literasi Keuangan

Hadapi Digitalisasi Keuangan, Pemprov Jabar Minta UMKM Tingkatkan Literasi Keuangan

Regional
Resmikan SLB Negeri 1 Demak, Ganjar Berharap Tenaga Pendidikan Bantu Siswa Jadi Mandiri

Resmikan SLB Negeri 1 Demak, Ganjar Berharap Tenaga Pendidikan Bantu Siswa Jadi Mandiri

Regional
Jabar Quick Response Bantu Warga Ubah Gubuk Reyot Jadi Rumah Layak Huni

Jabar Quick Response Bantu Warga Ubah Gubuk Reyot Jadi Rumah Layak Huni

Regional
PPKM Diperpanjang, Ridwan Kamil Minta Warga Jabar Lakukan Ini

PPKM Diperpanjang, Ridwan Kamil Minta Warga Jabar Lakukan Ini

Regional
Baru Diresmikan, Jembatan Gantung Simpay Asih Diharapkan Jadi Penghubung Ekonomi Warga Desa

Baru Diresmikan, Jembatan Gantung Simpay Asih Diharapkan Jadi Penghubung Ekonomi Warga Desa

Regional
Disdik Jabar Kembali Izinkan Siswa Gelar Studi Wisata, asalkan...

Disdik Jabar Kembali Izinkan Siswa Gelar Studi Wisata, asalkan...

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.