Diduga Sebarkan Radikalisme, 2 Pengurus HTI Diserahkan Warga ke Polres Kupang

Kompas.com - 30/09/2015, 20:23 WIB
Ketua DPD I HTI Nusa Tenggara Timur, Syaid dan (tengah) dan Ketua DPD II Kota Kupang, Suryadi (kanan baju hitam), usai menandatangani surat pernyataan di ruang Unit Intelkam Polres Kupang Kota Sigiranus Marutho Bere/Kompas.comKetua DPD I HTI Nusa Tenggara Timur, Syaid dan (tengah) dan Ketua DPD II Kota Kupang, Suryadi (kanan baju hitam), usai menandatangani surat pernyataan di ruang Unit Intelkam Polres Kupang Kota
|
EditorErvan Hardoko

KUPANG, KOMPAS.com — Warga Kelurahan Oesapa, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang tergabung dalam Brigade Meo, bersama lurah setempat dan staf dan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Kupang menyerahkan dua orang pengurus Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) ke kepolisian.

Kedua orang itu diserahkan ke polisi karena dianggap melakukan aktivitas berlandaskan ideologi radikal. Ketua Brigade Meo, Pendeta Ady Ndiy, kepada sejumlah wartawan, Rabu (30/9/2015), di Mapolres Kupang Kota mengatakan, tiga hari lalu warga Oesapa bersama lurah sudah melakukan pendekatan persuasif terhadap dua orang pengurus HTI, yakni Ketua DPD I HTI NTT Syaid dan Ketua DPD II Kota Kupang Suryadi, tetapi tidak ditanggapi.

"Kedua orang ini sudah ditolak, tetapi tetap bersikeras sehingga kami dari Brigade Meo bersama warga dan lurah serta Kesbangpol kemudian mendatangi Sekretariat HTI dan meminta kedua pengurus itu untuk membuat surat pernyataan di atas meterai yang isinya untuk sementara waktu tidak melakukan aktivitas apa pun atas nama HTI," kata Ady.

Tujuannya, lanjut Ady, ialah agar tidak memicu ketegangan di tengah masyarakat. Pasalnya, jika kedua orang itu masih aktif berkegiatan sementara warga tengah gencar menolak keberadaan HTI, dikhawatirkan hal itu bisa memantik suasana tidak kondusif.

Ady menambahkan, selanjutnya, HTI harus menunjukkan bukti kepada warga bahwa organisasi itu tidak merongrong keutuhan NKRI. Sebab, masih kata Ady, berdasarkan situs resmi dan video yang dibuat HTI, terbukti organisasi itu berencana menerapkan syariat Islam dengan menggusur Pancasila, UUD 1945, dan asas Bhinneka Tunggal Ika.

"Jika HTI bisa membuktikan bahwa mereka tidak berniat mengubah ideologi NKRI, masyarakat pasti akan menerima kehadiran organisasi tersebut. Selama ideologi mereka belum berubah, masyarakat akan menganggap mereka adalah ancaman bagi negara. Sebagai warga negara yang cinta Indonesia, kita tidak mau organisasi massa seperti ini berkembang di Indonesia, khususnya NTT, dan akhirnya menghancurkan negara. Maka, sampai kapan pun kita tetap akan menolak yang namanya HTI," kata Ady.

Menurut Ady, warga Kupang sudah menolak keberadaan HTI sejak 2013. Memang, HTI terdaftar secara legal di Kementerian Hukum dan HAM. Kondisi itu harus dipahami karena kebebasan berserikat dan berkumpul kini dijamin undang-undang. Namun, Ady berpendapat, ideologi yang dibangun HTI seharusnya yang sesuai untuk Indonesia.

"Secara fisik, memang mereka tidak radikal, tetapi secara ideologi mereka sangat radikal. Karena itu, bagi kami, melawan radikal fisik lebih mudah ketimbang ideologi. Kalau ideologi sudah menyebar ke mana-mana, hancurlah Indonesia," kata dia.

"Kami mencegah ideologi ini dengan menolak mereka karena NTT ini adalah provinsi yang rukun dan damai. Kami tidak mau dengan kehadiran mereka akan muncul kekacauan. Kami dengan umat Islam selama ini hidup damai karena mereka tidak pernah persoalkan tentang empat pilar NKRI ini," kata Ady.

Sementara itu, Kapolres Kupang Kota AKBP Budi Hermawan mengatakan, kepolisian hanya memfasilitasi pertemuan antara warga, kelurahan, dan HTI serta Kesbangpol Kota Kupang. "Memang, ada permintaan warga agar HTI membuat surat pernyataan dan yang punya wewenang adalah Kesbangpol Kota Kupang. Daripada ribut di sana, lebih baik kita amankan di sini agar persoalan bisa diselesaikan di sini," ujar Budi.

Berdasarkan pantauan Kompas.com, seusai melakukan pertemuan yang difasilitasi Unit Intelkam Polres Kupang Kota, dua orang pengurus HTI itu kemudian membuat surat pernyataan yang ditandatangani di atas kertas bermeterai. Setelah penandatanganan surat pernyataan selesai, semua pihak membubarkan diri.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bogor Alokasikan Anggaran untuk Tenaga Medis, Ini Jumlah dan Rinciannya

Bogor Alokasikan Anggaran untuk Tenaga Medis, Ini Jumlah dan Rinciannya

Regional
11 Pasien Positif Corona Meninggal di Jateng pada 3 April, Ini Penjelasan Ganjar

11 Pasien Positif Corona Meninggal di Jateng pada 3 April, Ini Penjelasan Ganjar

Regional
Kantor Kecamatan Ini Mendadak Bau, Penuh Sampah, Ternyata Dijadikan TPA oleh Warga yang Kesal

Kantor Kecamatan Ini Mendadak Bau, Penuh Sampah, Ternyata Dijadikan TPA oleh Warga yang Kesal

Regional
Baru 4 Jam Masuk Rumah Sakit, 1 PDP Covid-19 di Lamongan Meninggal

Baru 4 Jam Masuk Rumah Sakit, 1 PDP Covid-19 di Lamongan Meninggal

Regional
Detik-detik Pencuri Tepergok Pemilik Rumah Saat Panjat Atap

Detik-detik Pencuri Tepergok Pemilik Rumah Saat Panjat Atap

Regional
Anggaran Penanganan Wabah Covid-19 di Jatim Rp 2,3 Triliun

Anggaran Penanganan Wabah Covid-19 di Jatim Rp 2,3 Triliun

Regional
Fakta di Balik 18 Pasien Positif Covid-19 Meninggal di Jateng, Ganjar: Mereka Punya Penyakit Bawaan

Fakta di Balik 18 Pasien Positif Covid-19 Meninggal di Jateng, Ganjar: Mereka Punya Penyakit Bawaan

Regional
Perjuangan Wahib Melawan Virus Corona hingga Sembuh, Berawal dari Seminar di Bogor

Perjuangan Wahib Melawan Virus Corona hingga Sembuh, Berawal dari Seminar di Bogor

Regional
Sejumlah Jalan di Bandung Kembali Ditutup dari Jumat hingga Minggu

Sejumlah Jalan di Bandung Kembali Ditutup dari Jumat hingga Minggu

Regional
PDP Hamil yang Mengeluh via 'Live' Facebook Dirujuk ke RSUP Adam Malik

PDP Hamil yang Mengeluh via "Live" Facebook Dirujuk ke RSUP Adam Malik

Regional
Empati dari Banyuwangi, Bagikan Kupon Makan Gratis di Tengah Pandemi

Empati dari Banyuwangi, Bagikan Kupon Makan Gratis di Tengah Pandemi

Regional
Sederet Pesan Menggugah dari Para Pasien Corona yang Berhasil Sembuh..

Sederet Pesan Menggugah dari Para Pasien Corona yang Berhasil Sembuh..

Regional
Menyoal Pasien Corona Terlantar 3 Jam di RSUD Padang Sidempuan, Alasan Ruang Isolasi Belum Siap

Menyoal Pasien Corona Terlantar 3 Jam di RSUD Padang Sidempuan, Alasan Ruang Isolasi Belum Siap

Regional
Fakta Anak Bakar Rumah Orangtua karena Tak Diberi Uang, Sang Ayah Buta, Pelaku Sempat Putus Sekolah

Fakta Anak Bakar Rumah Orangtua karena Tak Diberi Uang, Sang Ayah Buta, Pelaku Sempat Putus Sekolah

Regional
6 Pasien Positif Corona Sembuh di Semarang, Kuncinya Tetap Semangat

6 Pasien Positif Corona Sembuh di Semarang, Kuncinya Tetap Semangat

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X