Personel TNI Bantu Pemadaman Kebakaran Lahan Gambut di OKI

Kompas.com - 12/09/2015, 13:55 WIB
Personel TNI dari Yon Armed 9 Pasopati/Kostrad Jawa Barat mulai bertugas dalam pemadaman kebakaran lahan gambut di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, Sabtu (12/9/2015).
KOMPAS.COM/AMRIZA NURSATRIAPersonel TNI dari Yon Armed 9 Pasopati/Kostrad Jawa Barat mulai bertugas dalam pemadaman kebakaran lahan gambut di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, Sabtu (12/9/2015).
EditorKistyarini
OGAN KOMERING ILIR, KOMPAS.com - Seratus personel dari Batalion Armed 9 Pasopati/Kostrad Jawa Barat mulai terjun membantu pemadaman kebakaran lahan gambut di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, Sabtu (12/9/2015).

Mereka merupakan bagian dari 1.050 personel TNI yang dikerahkan untuk mengatasi kebakaran lahan di Provinsi Sumatera Selatan dan Jambi.

Lokasi yang menjadi sasaran pemadaman 100 personel Yon Armed 9 Pasopati /Kostrad Jawa Barat itu di berada Desa Kedaton Kecamatan Kota Kayuagung OKI. Lahan gambut seluas lima hektar yang dilalap api di lokasi tersebut menjadi tugas awal mereka untuk memadamkannya.   
Dalam tugasnya petugas tni dari Yon armed 9 Pasopati Kostrad Jawa Barat itu bekerja sama dengan personel Manggala Agni dari Kabupaten Lahat yang diperbantukan di kabupaten oki.

Salah seorang personel Yon Armed 9 Pasopati/Kostrad Jawa Barat, Sersan Sarim Suryana, mengatakan mereka baru kemarin mendapat perintah dari komando atas untuk berangkat ke Palembang dengan tugas utama mengatasi kebakaran lahan dan kabut asap.  

“Kami tiba di Palembang pukul 12 malam menggunakan pesawat terbang dari Halim (Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma Jakarta)," katanya

Sersan Sarim Suryana menambahkan 100 personel dari Yon Armed 9 Pasopati/Kostrad Jawa Barat itu dibagi menjadi beberapa regu dengan 30 jumlah personel tiap regu.

Sementara anggota Manggala Agni Widiansyah mengatakan kendala mereka dalam mengatasi kebakaran lahan gambut adalah sumber air karena sumur dan  kanal yang ada di lokasi perkebunan dan kebon warga hampir semuanya kering.

“Kalaupaun ada sumber air lokasinya jauh mencapai dua kilometer,” terang Widiansyah  

Dari pemantauan kompas.com di lapangan, kendala bagi personel tni dalam upaya memadamakan api adalah sarana dan prasana serta peralatan pemadaman yang kurang.  Hanya ada dua mesin pomda dan dua selang yang dapat digunakan dalam upaya pemadaman tersebut  padahal personel tni yang diterjunkan sudah maksimal.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X