Kompas.com - 08/05/2015, 21:16 WIB
Dua Tenaga Kerja Asing asal China yang siap dideportase oleh pihak Imigrasi Manokwari, karena tidak memiliki ijin kerja saat melakukan aktivitas di proyek pembangunan Pabrik Semen Maruni, Distrik Manokwari Selatan, Kabupaten Manokwari. kompas.cm/ budy setiawan Kontributor Kompas TV ManokwariDua Tenaga Kerja Asing asal China yang siap dideportase oleh pihak Imigrasi Manokwari, karena tidak memiliki ijin kerja saat melakukan aktivitas di proyek pembangunan Pabrik Semen Maruni, Distrik Manokwari Selatan, Kabupaten Manokwari.
|
EditorBayu Galih

MANOKWARI, KOMPAS.com - Tiga belas tenaga kerja asing yang selama ini bekerja di proyek pembangunan Pabrik Semen Maruni, di Distrik Manokwari Selatan, Kabupaten Manokwari, Papua Barat, dideportasi oleh Kantor Imigrasi Manokwari ke negara asalnya, Tiongkok. Ketiga belas tenaga kerja asing asal China yang yang akan dideportasi kini ditampung di Kantor Imigrasi Kabupaten Manokwari, Jumat (8/5/2015).

Para tenaga kerja asing tersebut diamankan saat melakukan aktivitas pekerjaan di lokasi pembangunan Pabrik Semen Maruni. Saat diperiksa para pekerja ini tidak memiliki KITAS dan surat izin sebagai pekerja, dan hanya berbekal surat izin kunjungan (wisata).

Awalnya pihak imigrasi kesulitan untuk mengambil keterangan dari para tenaga kerja itu, karena tak satupun dari mereka yang dapat berbahasa Indonesia. Pihak imigrasi, akhirnya menggunakan jasa penerjemah.

“Kita terpaksa pulangkan 13 tenaga kerja ini, karena saat diperiksa dokumen yang dimiliki tidak lengkap. Para pekerja asaing di pabrik ini berjumlah keseluruhan 210 orang,” kata Kepala Kantor Imigrasi Manokwari, Budiono Setiawan, kepada Kompas.com, Jumat (8/5/2015).

Budiono melanjutkan, pekerja yang dideportasi ke negara asalnya setelah petugas kantor Imigrasi melakukan pemantauan dan penyelidikan di lokasi proyek pabrik semen ini sejak beberapa pekan terakhir. “Sebelumnya kami juga telah pulangkan 10 orang, dan dari hasil pendataan yang kami lakukan tidak menutup kemungkinan jumlah ini akan bertambah,” tuturnya.

Menurutnya, sesuai ketentuan pekerja asing harus mengantongi dua izin di lokasi mereka bekerja. Izin pertama adalah surat izin tinggal sementara (kitas), dan izin ini dikeluarkan Kantor Imigrasi. “Sejak izin dikeluarkan batas waktunya sampai dua bulan kemudian harus diperpanjang setiap bulan sampai enam bulan berikutnya,” ucapnya.

Selain itu, menurut Budiono, ada satu lagi izin yang harus dibawa oleh pekerja asing, yakni surat izin sebagai pekerja (naker). Surat ini dikeluarkan oleh Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans). Izin sebagai pekerja ini bisa diurus melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans), di wilayah pekerja asing itu akan bekerja.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Kemungkinan tiga belas orang ini akan diberangkatkan Sabtu atau Minggu ke Negara asalnya. Saat ini mereka masih ditampung diruangan kantor Imigrasi,” ucapnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kontingen Papua Sukses Raih Posisi 10 di Ajang STQHN XXVI

Kontingen Papua Sukses Raih Posisi 10 di Ajang STQHN XXVI

Regional
Apresiasi Film Dokumenter The Mentors, Ganjar: Film Ini Bagus

Apresiasi Film Dokumenter The Mentors, Ganjar: Film Ini Bagus

Regional
Dukung Pembangunan Infrastruktur di Jabar, PT Jasa Sarana Gandeng IIF dan MMI Jadi Mitra Strategis

Dukung Pembangunan Infrastruktur di Jabar, PT Jasa Sarana Gandeng IIF dan MMI Jadi Mitra Strategis

Regional
Jateng 4 Kali Berturut-turut Jadi Provinsi Terbaik Soal Keterbukaan Informasi, Begini Repons Ganjar

Jateng 4 Kali Berturut-turut Jadi Provinsi Terbaik Soal Keterbukaan Informasi, Begini Repons Ganjar

Regional
Dua Pesan Penting Ridwan Kamil untuk BUMD di Jabar

Dua Pesan Penting Ridwan Kamil untuk BUMD di Jabar

Regional
Teori Hati Bidan Eros Mengabdi di Baduy

Teori Hati Bidan Eros Mengabdi di Baduy

Regional
Usai PON XX, Pendapatan Sektor Konstruksi di Papua Meningkat hingga Rp 926 Miliar

Usai PON XX, Pendapatan Sektor Konstruksi di Papua Meningkat hingga Rp 926 Miliar

Regional
Salatiga dan Kabupaten Semarang Dilanda Gempa, Pemprov Jateng Siapkan Tenda Darurat

Salatiga dan Kabupaten Semarang Dilanda Gempa, Pemprov Jateng Siapkan Tenda Darurat

Regional
Kesembuhan Covid-19 di Papua Capai 96,7 Persen, Masyarakat Diminta Tak Lengah

Kesembuhan Covid-19 di Papua Capai 96,7 Persen, Masyarakat Diminta Tak Lengah

Regional
Tinjau PTM di Pangandaran, Wagub Uu Minta Sekolah Hasilkan Metode Belajar Kreatif

Tinjau PTM di Pangandaran, Wagub Uu Minta Sekolah Hasilkan Metode Belajar Kreatif

Regional
Terima Kunjungan Atlet Taekwondo Ungaran, Ganjar: Atlet Muda Harus Dipersiapkan Sejak Dini

Terima Kunjungan Atlet Taekwondo Ungaran, Ganjar: Atlet Muda Harus Dipersiapkan Sejak Dini

Regional
Ridwan Kamil Sebut Jabar Punya Perda Pesantren Pertama di Indonesia

Ridwan Kamil Sebut Jabar Punya Perda Pesantren Pertama di Indonesia

Regional
Dompet Dhuafa dan Kimia Farma Berikan 2.000 Dosis Vaksin untuk Masyarakat Lombok Barat

Dompet Dhuafa dan Kimia Farma Berikan 2.000 Dosis Vaksin untuk Masyarakat Lombok Barat

Regional
Buka Kejuaraan UAH Super Series, Ridwan Kamil Adu Kemampuan Tenis Meja dengan Ustadz Adi Hidayat

Buka Kejuaraan UAH Super Series, Ridwan Kamil Adu Kemampuan Tenis Meja dengan Ustadz Adi Hidayat

Regional
Peringati Hari Santri, Ganjar Berharap Santri di Indonesia Makin Adaptif dan Menginspirasi

Peringati Hari Santri, Ganjar Berharap Santri di Indonesia Makin Adaptif dan Menginspirasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.