Madrasah "Dijegal" dalam Olimpiade Sains Nasional, Bupati Semarang Bicara

Kompas.com - 11/03/2015, 16:13 WIB
 Sekretaris Badan Penyuluh dan Pengembangan SDM Pertanian Kementerian RI Momon Rusmono MS,  saat beraudiensi dengan Bupati Semarang Mundjirin di Rumah Dinas Bupati Semarang di Ungaran, Rabu (4/3/2015) dok.humas.semarangkab Sekretaris Badan Penyuluh dan Pengembangan SDM Pertanian Kementerian RI Momon Rusmono MS, saat beraudiensi dengan Bupati Semarang Mundjirin di Rumah Dinas Bupati Semarang di Ungaran, Rabu (4/3/2015)
|
EditorGlori K. Wadrianto
UNGARAN, KOMPAS.com — Bupati Semarang Mundjirin angkat bicara soal kekisruhan tiga madrasah ibtidaiah (MI) juara Olimpiade Sains Nasional (OSN) yang gagal maju ke tingkat provinsi. Menurut Bupati, dikotomi antara sekolah dasar (SD) dan MI tidak perlu di dalam dunia pendidikan.

"Kalau saya pribadi, tidak membedakan itu sekolah swasta atau negeri. Soal pendidikan, swasta juga turut membantu pemerintah asal kurikulumnya sesuai aturan," kata Mundjirin, Rabu (11/3/2015) siang.

Mundjirin lantas mencontohkan bahwa di Kabupaten Semarang hingga saat ini hanya terdapat tujuh SMK. Padahal, minat masyarakat untuk menyekolahkan anaknya di sekolah kejuruan sangat tinggi.

"Contohnya SMK, kita sekarang baru punya tujuh yang negeri dari 42 SMK yang ada. Jumlah itu (meningkat) dalam empat tahun dari 28 SMK menjadi 42 SMK," ujar dia.

Banyaknya sekolah swasta, termasuk MI, lanjut Mundjirin, menuntut pemerintah memberikan perhatian. Sebab, tanpa adanya sekolah swasta, pemerintah akan kesulitan menyediakan sekolah bagi masyarakat.

"Kalau swasta tidak diperhatikan, maka kita akan defisit sekolah karena kurang. Makanya, kami mulai memperhatikan sekolah swasta, mulai ada bantuan," kata dia.

Menilik hal itu, imbuhnya, dalam hal prestasi, sekolah negeri dengan sekolah swasta seharusnya tidak dibedakan. Berdasarkan kenyataan di lapangan, dalam beberapa kali ujian nasional, sejumlah sekolah swasta berhasil menunjukkan prestasinya, seperti kelulusan 100 persen ataupun nilai tertinggi dari sejumlah mata pelajaran.

Namun dalam kasus gagalnya tiga MI di Kabupaten Semarang untuk maju berkompetisi di tingkat provinsi, Mundjirin mengaku belum menerima laporan secara utuh. "Prestasi bisa datang dari mana saja, sekolah negeri atau swasta. Lha saya terus terang belum membaca tentang aturan (OSN) itu, apa betul ada diskriminasi atau ada alasan khusus kenapa tidak bisa," imbuh dia.

Salah satu alasan yang kemungkinan menghambat siswa MI mengikuti OSN Kemendiknas di tingkat provinsi bisa disebabkan persoalan dokumen pelaksanaan anggaran (DPA) yang tidak bisa mengakomodasi peserta dari luar SD.

"Apa alasannya dari segi pendanaan? Apa boleh memberangkatkan peserta dari sekolah non-negeri misalnya. Nanti akan saya cek ulang," kata dia.

Baca juga:
Disdik: Petunjuk Teknis Tidak Sebutkan Madrasah Bisa Jadi Peserta Olimpiade Sains
Dijegal, Siswa Madrasah Juara Olimpiade Sains Diminta Tetap Semangat
Menteri Agama Telusuri Kasus Madrasah Tak Bisa Ikut Olimpiade Sains Tingkat Provinsi
Gara-gara Statusnya Madrasah, Juara Olimpiade Sains "Dibegal" Maju ke Provinsi




Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Regional
Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Regional
Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Regional
Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Regional
Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Regional
Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Regional
Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Regional
Program Pemberdayan Hidroponik di Sulsel Diapresiasi Dompet Dhuafa, Mengapa?

Program Pemberdayan Hidroponik di Sulsel Diapresiasi Dompet Dhuafa, Mengapa?

Regional
Dukung Pemerintah, Shopee Hadirkan Pusat Vaksinasi Covid-19 di Bandung

Dukung Pemerintah, Shopee Hadirkan Pusat Vaksinasi Covid-19 di Bandung

Regional
Lewat EDJ, Pemrov Jabar Berkomitmen Implementasikan Keterbukaan Informasi Publik

Lewat EDJ, Pemrov Jabar Berkomitmen Implementasikan Keterbukaan Informasi Publik

Regional
Pemkot Tangsel Sampaikan LPPD 2020, Berikut Beberapa Poinnya

Pemkot Tangsel Sampaikan LPPD 2020, Berikut Beberapa Poinnya

Regional
Kang Emil Paparkan Aspirasi Terkait RUU EBT, Berikut 2 Poin Pentingnya

Kang Emil Paparkan Aspirasi Terkait RUU EBT, Berikut 2 Poin Pentingnya

Regional
Diluncurkan, Program SMK Membangun Desa di Jabar Gandeng 27 Desa

Diluncurkan, Program SMK Membangun Desa di Jabar Gandeng 27 Desa

Regional
Ganjar Ingatkan Para Guru Berikan Contoh Disiplin Terapkan Prokes

Ganjar Ingatkan Para Guru Berikan Contoh Disiplin Terapkan Prokes

Regional
Pembunuh Berantai di Kulon Progo Ternyata Residivis Kasus Pencurian

Pembunuh Berantai di Kulon Progo Ternyata Residivis Kasus Pencurian

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X