Kurator Minta Masa Mediasi PT Nyonya Meneer dan Penggugat Diperpanjang

Kompas.com - 10/03/2015, 19:42 WIB
Hakim pengawas, Siti Jamzanah bersama Kurator menyampaikan laporan ke ketua Pengadilan Niaga Semarang terkait mediasi gugatan PKPU PT Nyonya Meneer, Selasa (10/3/2015) sore. Kompas.com/Nazar NurdinHakim pengawas, Siti Jamzanah bersama Kurator menyampaikan laporan ke ketua Pengadilan Niaga Semarang terkait mediasi gugatan PKPU PT Nyonya Meneer, Selasa (10/3/2015) sore.
|
EditorCaroline Damanik

SEMARANG, KOMPAS.com - Kurator yang mengurusi proses mediasi antara PT Nyonya Meneer dengan distributor PT Nata Meredia Investama (NMI) terkait gugatan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) meyakinkan hakim bahwa para pihak akan mencapai kata sepakat terkait perselisihan piutang.

Kurator Dedi Ardian dalam sidang di Pengadilan Niaga Semarang, Selasa (10/3/2015) sore mengatakan para pihak masih berselisih soal selisih jumlah piutang yang harus dibayarkan PT Nyonya Meneer.

Penggugat PT NMI menginginkan PT Nyonya Meneer membayar Rp 110 miliar, sementara termohon hanya menyetujui sebesar Rp 17 miliar dari piutang yang harus dibayarkan. Setelah melalui mediasi panjang hingga 42 hari itu, para pihak telah menunjukkan hasil yang amat baik. Ada beberapa poin kesepakatan yang tercapai dalam forum mediasi.

"Rencana perdamaian antara debitur dan kreditur belum ada titik temu terkait jumlah utang. Menurut pengurus hal itu masih sumir dan belum jelas hingga butuh perbaikan. Kami minta agar hakim berkenan memberikan waktu 15 hari lahi agar bisa menjembatani persoalan ini agar perdamaian bisa terwujud," kata Dedi, Selasa sore.

Permintaan perpanjangan mediasi itu, kata Dedi, penting agar kesepakatan bisa muncul. Jika hal tersebut terwujudkan, pihaknya akan mempertemukan para pihak antara PT NMI dengan PT Nyonya Meneer.

"Kalau sudah ketemu, nanti bisa voting soal perdamaian. Kreditur menjalankan langkah perdamaian. Untuk itu, kami minta tambahan waktu," tuturnya.

Kurator sendiri masih berharap dalam perkara itu bisa tercapai solusi terbaik, yakni menghindari agar PT Nyonya Meneer jatuh pailit. Dia pun menduga, jika masih saja tidak tercapai kesepakatan, akan muncul hal yang tidak diharapkan.

"Potensi kepailitan bisa terjadi kalau kreditur menolak. Total piutang PT Nyonya Meneer itu seluruhnya Rp 270 miliar, Rp 20 miliar itu tagihan pajak," katanya.

Besok, Rabu (11/3/2015), hakim akan memutuskan sikap terhadap permintaan Hakim Pengawas dan Kurator terkait jalannya mediasi. Hakim juga berjanji akan memberi jawaban teknis terkait terkait langkah penyelesaian dua perusahaan yang berseteru tersebut.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Oknum Perangkat Desa Paksa Anaknya Pukul Bocah yang Menangis Minta Maaf, Ini Kata Polisi

Oknum Perangkat Desa Paksa Anaknya Pukul Bocah yang Menangis Minta Maaf, Ini Kata Polisi

Regional
Puting Beliung di Pekalongan, Belasan Rumah dan Satu Mushala Rusak

Puting Beliung di Pekalongan, Belasan Rumah dan Satu Mushala Rusak

Regional
Ratusan Warga Desa Mengungsi karena Tanah Retak, Sekda Nganjuk: Kami Baru Edukasi Soal Mitigasi

Ratusan Warga Desa Mengungsi karena Tanah Retak, Sekda Nganjuk: Kami Baru Edukasi Soal Mitigasi

Regional
Usai Dilantik, Bupati Kendal Dibawa ke Pendopo dengan Kereta Kencana

Usai Dilantik, Bupati Kendal Dibawa ke Pendopo dengan Kereta Kencana

Regional
Wali Kota Pekalongan Ziarah ke Makam Ayah dan Kakaknya Usai Dilantik

Wali Kota Pekalongan Ziarah ke Makam Ayah dan Kakaknya Usai Dilantik

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 26 Febuari 2021

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 26 Febuari 2021

Regional
Usai Dilantik, Bupati HST Tegaskan Akan Jaga Pegunungan Meratus dari Tambang

Usai Dilantik, Bupati HST Tegaskan Akan Jaga Pegunungan Meratus dari Tambang

Regional
Bupati OKU Positif Covid-19, Terdakwa Korupsi Hadiri Pelantikan Seorang Diri

Bupati OKU Positif Covid-19, Terdakwa Korupsi Hadiri Pelantikan Seorang Diri

Regional
Pengakuan Bupati Trenggalek di SMAN 6 Surabaya: Saya Hampir Dikeluarkan karena Sering Bolos

Pengakuan Bupati Trenggalek di SMAN 6 Surabaya: Saya Hampir Dikeluarkan karena Sering Bolos

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 26 Februari 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 26 Februari 2021

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 26 Februari 2021

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 26 Februari 2021

Regional
Warga 3 Hari Tak Bisa Urus Administrasi, Ternyata Para Pejabat Pergi ke Pernikahan Anak Bupati

Warga 3 Hari Tak Bisa Urus Administrasi, Ternyata Para Pejabat Pergi ke Pernikahan Anak Bupati

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 26 Februari 2021

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 26 Februari 2021

Regional
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani Akan Berkantor di Desa 2 Kali Sepekan, Ini Alasannya...

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani Akan Berkantor di Desa 2 Kali Sepekan, Ini Alasannya...

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 26 Februari 2021

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 26 Februari 2021

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X