Kompas.com - 18/01/2015, 19:48 WIB
Amiruddin dan Rustam jadi buronan sejak dipastikan kabur dari lapas. Kalapas Balikpapan Edy Hardoyo menerangkan posisi CCTV yang memantau lokasi tempat dua napi ini kabur melompati pagar. kompas.com/dani jAmiruddin dan Rustam jadi buronan sejak dipastikan kabur dari lapas. Kalapas Balikpapan Edy Hardoyo menerangkan posisi CCTV yang memantau lokasi tempat dua napi ini kabur melompati pagar.
|
EditorFarid Assifa
BALIKPAPAN, KOMPAS.com – Kepala Lembaga Pemasyarakatan Klasifikasi 2A Balikpapan, Kalimantan Timur, Edy Hardoyo berencana memindahkan terpidana seumur hidup Amiruddin bin Rahman alias Amir Aco ke Nusakambangan. Alasannya, napi kelas kakap seperti Amir Aco ini dianggap tidak cocok menjalani pembinaan di lapas level Balikpapan.

“Setelah semua hukuman yang mesti dijalani dan apa yang dilakukan (kabur dari lapas), kami akan mengajukan permohonan memindahkan Amir Aco ke Nusakambangan,” kata Edy.

Rencana ini dinilai sudah bulat dan tak akan sulit untuk diajukan.

“Tidak susah mengajukan permohonan pindah narapidana. Pasti disetujui,” kata Edy.

Sebelum dipindah, Amir Aco harus menjalani banyak "urusan" setelah ditangkap kepolisian di Makassar.

“Amir Aco juga punya perkara yang belum selesai di kejaksaan di Balikpapan untuk kasusnya yang masih menggantung. Setelah semua itu inkrah, kita akan pindahkan ke Nusakambangan,” kata Edy.

Edy memastikan, selama di lapas nanti, Amir Aco akan menjalani perlakuan yang semakin berbeda. Pihak lapas menyiapkan sel khusus terpisah dari ruang isolasi.

“Kami akan melakukan perlakuan berbeda. Artinya semakin ketat dan selektif, termasuk tamu yang mengunjungi dia, lokasi sel juga akan semakin didekatkan pada penjaga,” kata Edy.

Amir Aco memiliki catatan buruk untuk kasus narkotika. Ia pernah tiga kali divonis bersalah dengan total hukuman 32 tahun penjara. Di sidang terkahir, ia lolos dari tuntutan hukuman mati oleh kejaksaan.

Amir Aco melarikan diri dari lapas pada pertengahan November 2014 silam. Pelarian itu dilakukannya bersama rekan sesama sel isolasi bernama Rustam Efendi, napi dengan kasus serupa.

Pelarian Amir Aco berakhir di tangan polisi di Makassar. Polisi menangkap Amir Aco bersama seorang pria dan dua wanita di sebuah hotel di Makassar Sabtu (17/1/2015) dini hari. [Baca juga: Pelarian Terpidana Seumur Hidup Berakhir di Makassar]

Pengembangan dari penangkapan Amir Aco ditemukan 1,2 Kilogram sabu beserta 4.188 butir ekstasi atau barang bukti senilai Rp 3,7 miliar, juga uang tunai Rp 8,6 juta.

“Rustam masih buron hingga kini. Tapi dengan tertangkapnya Amir Aco saja, saya serasa lega,” kata Edy.

Pelarian Amir Aco dan Rustam dari lapas menjadi salah satu catatan buruk upaya aparatur di Balikpapan dalam menangani warga binaan dengan kasus narkotika. Citra buruk ini diperparah oleh kasus lima tahanan menjebol sel tahanan polisi di komplek perkantoran Markas Polda Kaltim pada minggu terakhir Desember 2014 lalu. Dari lima tahanan polisi kala itu, salah satu di antaranya adalah gembong narkotika. Dua dari lima tahanan yang kabur bisa ditangkap di awal Januari 2015. Sementara tiga lainnya masih buron.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Turunkan Angka Kemiskinan di Jateng, Ganjar Targetkan Pembangunan 100.000 RSLH

Turunkan Angka Kemiskinan di Jateng, Ganjar Targetkan Pembangunan 100.000 RSLH

Regional
8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

Regional
Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Regional
Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Regional
Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.