Kompas.com - 16/12/2014, 12:22 WIB
Ilustrasi SHUTTERSTOCKIlustrasi
|
EditorCaroline Damanik

KUPANG, KOMPAS.com
- Aksi Risky Nona (21) terbilang nekat. Bagaimana tidak, warga jalan Jendral Sudirman, Kelurahan Nunleu, Kecamatan Kota Raja, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) ini, nekat merusak Pos Polisi Sub Sektor Kanaan, setelah sebelumnya berniat hendak membuat laporan polisi.

Wakil Kepala Polres Kupang Kota, Komisaris Yulian Perdana, mengatakan, aksi pengrusakan itu dilakukan sekitar pukul 02.00 dinihari tadi. Saat itu, dia datang dalam kondisi mabuk.

“Dinihari tadi sekitar puku 01.45 Wita terlapor (Risky) mendatangi Sub Sektor Kanaan dalam keadaan mabuk miras guna melaporkan kasus penganiayaan yang dialami terlapor. Sesampainya di Sub Sektor Kanaan, terlapor langsung mengetuk pintu dengan keras sambil menendang tempat sampah dan menendang meja di dalam ruangan,” kata Yulian.

Dua orang anggota jaga atau piket di Sub Sektor Kanaan yakni Brigpol Emanuel Radja dan Brigpol Wilson Lay, lanjutnya, kemudian menghampiri dan menyuruh Risky untuk duduk di bangku penjagaan Sub Sektor Kanaan. Namun, Risky justru bicara dengan nada tinggi.

''Saya mau bikin laporan, kalau pak polisi tidak mau buatkan Berita Aacara Pemeriksaan (BAP), maka saya akan Lapor Ke Polda NTT,'' kata Yulian meniru ucapan Risky.

Melihat hal itu, lanjut Yulian, salah satu anggota jaga (piket) Brigpol Emanuel Radja lantas menegur Risky sambil memegang Risky agar diam dan duduk di bangku. Bukannya duduk tenang, Risky malah berontak sambil mengatakan akan memanggil ayahnya. Selang beberapa menit kemudian, kedua orangtua Risky pun datang ke Sub Sektor Kanaan langsung menegur Risky untuk tenang.

“Pada saat kedua orangtua Risky sedang berbicara dengan anggota jaga Sub Sektor Kanaan, tiba tiba terdengar suara kaca pecah dan melihat Risky berdiri di depan kaca. Anggota piket Sub Sektor Kanaan lantas menghubungi penjagaan Polsek Oebobo dan Sekitar pukul 02.30 KSPK III Aipda Soleman Natonis bersama anggota tiba di Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan langsung membawa Risky dan kedua orang tuanya ke Polsek Oebobo untuk dimintai keterangan (pemeriksaan),” tambahnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurut Yulian, saat ini Risky sementara diamankan di Polsek Oebobo dan masih dalam keadaan mabuk berat dan didampingi kedua orangtuanya. Yulian pun mengimbau agar generasi muda harus menjauhi kebiasaan buruk yakni meminum miras karena banyak kasus asusila, kekerasan, lakalantas hingga pembunuhan karena diakibatkan oleh miras.

“Kita berharap para orangtua mendidik anaknya dengan utamakan pembentukan karakter, hindari diri dari kebiasaan buruk seperti tawuran, kekerasan, mabuk. Para pemuda harus punya kesadaran diri menjadi pribadi mandiri dan taat hukum dan norma,”pungkasnya.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jelang PON XX Papua, Kodam Cenderawasih Gencar 'Jemput Bola' Vaksinasi Warga

Jelang PON XX Papua, Kodam Cenderawasih Gencar "Jemput Bola" Vaksinasi Warga

Regional
Tangsel Raih Anugerah Parahita Ekapraya, Walkot Benyamin: Ini Bentuk Komitmen Wujudkan Kesetaraan Gender

Tangsel Raih Anugerah Parahita Ekapraya, Walkot Benyamin: Ini Bentuk Komitmen Wujudkan Kesetaraan Gender

Regional
Lewat '1000 Baju Baru', Dompet Dhuafa Penuhi Kebutuhan Pakaian Muslim Yatim Piatu

Lewat "1000 Baju Baru", Dompet Dhuafa Penuhi Kebutuhan Pakaian Muslim Yatim Piatu

Regional
Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Regional
Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Regional
Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Regional
Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Regional
Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Regional
Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Regional
Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Regional
Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Regional
Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Regional
Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Regional
Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Regional
Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.