Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 25/10/2014, 13:38 WIB
|
EditorWisnubrata

YOGYAKARTA, KOMPAS.com — Lantunan tembang Macapat yang dibawakan oleh Kanjeng Mas Tumenggung Projo Suwasono dan Nimas Nilam Sari mengalun khidmat menembus tembok Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Nyanyian dalam langgam Jawa itu membuat Bangsal Srimanganti semakin sakral. Dari bangsal inilah masyarakat dan abdi dalem Keraton Jogja mengawali prosesi Mubeng Beteng atau berjalan mengitari benteng keraton, sebuah tradisi yang selalu dilakukan pada malam 1 Sura, menyongsong pergantian tahun Jawa.

Tembang Macapat dengan syair doa-doa ini menjadi prosesi pembuka sebelum dimulainya perjalanan mengitari Benteng Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat untuk menyambut Tahun Baru Jawa 1 Sura. Walau diawali dengan tembang, tetapi prosesi Mubeng Beteng sendiri dilakukan tanpa suara.

Ketua Paguyuban Kaprajan Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Kanjeng Pangeran Mangunkusuma, Jumat (24/10/2014) malam, mengungkapkan, tembang Macapat dilantunkan agar masyarakat yang akan ikut Mubeng Beteng masuk dalam suasana meditasi sekaligus sebagai cara mempersiapkan batin. Doa dilagukan lewat Macapat agar masyarakat mendekatkan diri serta pasrah kepada Yang Mahakuasa sebelum berjalan keliling benteng Keraton.

Prosesi dilanjutkan dengan berjalan membisu atau diam tidak berbicara. Dalam kesunyian langkah, peserta Mubeng Beteng diberi kesempatan untuk merenungkan perjalanan hidupnya selama ini. Suasana hening ini juga merupakan wujud doa dalam hati kepada Tuhan.

Prosesi Mubeng Beteng pada Jumat malam dimulai tepat pada tengah malam atau pukul 00.00 WIB dari Bangsal Srimanganti. Arakk-arakan diawali barisan Prajurit Keraton yang membawa bendera Merah Putih dan lima bendera kabupaten di DIY, disusul abdi dalem Keraton dan diikuti oleh masyarakat.

Rute dimulai dari pelataran Keben Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat ke Jalan Kauman, lalu Jalan Wachid Hasyim sampai ke Pojok Beteng Kulon, belok ke Gading sampai Pojok Beteng Wetan. Setelah itu barisan berjalan lurus ke utara Jalan Brigjend Katamso, lalu Jalan Ibu Ruswo lurus ke Jalan Pekapalan dan kembali ke Keben.

Dalam prosesi Jumat malam, ribuan masyarakat baik dari DIY maupun wilayah lain mengikuti ritual ini dalam hening hingga selesai.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bone Bolango Jadi Kabupaten Panutan, Hamim Pou: Kami di Sini Serba Efisien

Bone Bolango Jadi Kabupaten Panutan, Hamim Pou: Kami di Sini Serba Efisien

Regional
Rahasia Satu Abad NU

Rahasia Satu Abad NU

Regional
Menteri ATR/BPN Sebut Program PTSL Kota Semarang Terbaik di Indonesia, Walkot Ita Beberkan Rahasianya

Menteri ATR/BPN Sebut Program PTSL Kota Semarang Terbaik di Indonesia, Walkot Ita Beberkan Rahasianya

Regional
Gerakan Memasang Tanda Batas Dinilai Penting untuk Hindarkan Masyarakat dari Konflik Tanah

Gerakan Memasang Tanda Batas Dinilai Penting untuk Hindarkan Masyarakat dari Konflik Tanah

Regional
Ganjar Terlibat Langsung Susun RPD dan RKPD, Bappenas Berikan Apresiasi

Ganjar Terlibat Langsung Susun RPD dan RKPD, Bappenas Berikan Apresiasi

Regional
Pembangunan Stasiun Pemancar di Maluku Barat Daya Telah Capai 80 Titik Lokasi

Pembangunan Stasiun Pemancar di Maluku Barat Daya Telah Capai 80 Titik Lokasi

Regional
Fajar Sadboy dan Cermin Buram Masyarakat Indonesia

Fajar Sadboy dan Cermin Buram Masyarakat Indonesia

Regional
Dukung Pelestarian Tenun Bali di Jembrana, Jokowi: Ini Dorong Industri Kreatif Budaya Lokal

Dukung Pelestarian Tenun Bali di Jembrana, Jokowi: Ini Dorong Industri Kreatif Budaya Lokal

Regional
Pemkot Semarang dan KPK Ingatkan OPD untuk Kelola PAD secara Tepat dan Maksimal

Pemkot Semarang dan KPK Ingatkan OPD untuk Kelola PAD secara Tepat dan Maksimal

Regional
Respons Banjir Dinar Indah, Walkot Semarang Rencanakan Penghijauan dan Relokasi Permukiman

Respons Banjir Dinar Indah, Walkot Semarang Rencanakan Penghijauan dan Relokasi Permukiman

Regional
Sosialisasikan Prolegnas RUU Prioritas 2023 di Kalteng, Baleg DPR Terima Lebih dari 9 Masukan

Sosialisasikan Prolegnas RUU Prioritas 2023 di Kalteng, Baleg DPR Terima Lebih dari 9 Masukan

Regional
DMC Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir dan Longsor di Manado

DMC Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir dan Longsor di Manado

Regional
Hadiri Rapimnas Fornas, Bupati Zairullah Paparkan Rencana Pembangunan Istana Anak Yatim

Hadiri Rapimnas Fornas, Bupati Zairullah Paparkan Rencana Pembangunan Istana Anak Yatim

Regional
Lokasi Vaksin Booster Kedua di Rumah Sakit Jakarta

Lokasi Vaksin Booster Kedua di Rumah Sakit Jakarta

Regional
Terima Penyandang Disabilitas Klaten, Ganjar: Ini Kejutan Karena Mereka Bawa Motor Modifikasi Sendiri

Terima Penyandang Disabilitas Klaten, Ganjar: Ini Kejutan Karena Mereka Bawa Motor Modifikasi Sendiri

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.