Hadiri Deklarasi Pemenangan Jokowi-JK, Kades Demak Disemprit Panwas

Kompas.com - 28/05/2014, 19:24 WIB
Tugiman, Kepala Desa Pilangrejo Kecamatan Wonosalam , Demak , saat  dimintai keterangan oleh Panwaslu Demak , terkait dugaan keterlibatannya dalam aksi dukung mendukung salah satu kandidat calon presiden, Rabu (28/5/2014). KOMPAS.com ( ARI WIDODO )Tugiman, Kepala Desa Pilangrejo Kecamatan Wonosalam , Demak , saat dimintai keterangan oleh Panwaslu Demak , terkait dugaan keterlibatannya dalam aksi dukung mendukung salah satu kandidat calon presiden, Rabu (28/5/2014).
|
EditorCaroline Damanik

DEMAK,KOMPAS.com
– Kepala Desa Pilangrejo Kecamatan Wonosalam, Demak, Tugiman, harus berurusan dengan Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Demak. Pasalnya, dia diduga terlibat dalam aksi mendukung salah satu kandidat calon presiden.

Dia diperiksa selama satu jam untuk dimintai keterangan terkait keikutsertaannya dalam acara deklarasi pemenangan Jokowi-JK, 24 Mei lalu, di posko pemenangan Jalan Sultan Trenggono. Acara itu juga dihadiri Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo.

Ketua Panwaslu Demak, Choirul Saleh, mengatakan, kepala desa dilarang mengikuti kegiatan kampanye dan menjadi tim sukses pasangan calon presiden seperti diamanatkan dalam UU No 42 tahun 2008 tentang Pemilu.

Meskipun deklarasi Jokowi-Jk di Demak belum masuk tahapan kampanye, pemanggilan kepala desa tersebut sebagai upaya tindakan pencegahan dan mengingatkan kepada tokoh yang dituakan di desa itu, agar tidak terlibat politik praktis dengan mendukung pasangan capres.

"Selain pencegahan, pemanggilan ini juga merupakan peringatan dini bagi kepala desa lainnya agar tetap menjaga netralitasnya selama pilpres," ungkapnya dalam keterangan pers yang diterima, Rabu (28/5/2014).

Sementara itu, saat diperiksa, Tugiman mengaku datang ke acara deklarasi tersebut atas inisiatif dirinya sendiri dan ingin mendengarkan sambutan Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo.

"Saya tidak ikut tim sukses. Datang sebagai pribadi karena undangan teman. Mosok ketemu Pak Ganjar tidak boleh" ujarnya.

Secara terpisah, Manajer Koordinator Program Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR), Sunanto, menilai bahwa kehadiran kepala desa dalam acara tersebut bukan merupakan pelanggaran apalagi sampai saat ini belum ada calon presiden yang ditetapkan oleh KPU. Oleh karena itu, menurut JPPR, tidak ada aturan pilpres yang dilanggar.

"Apanya yang salah. Belum ada pasangan capres yang ditetapkan, jadi sah-sah saja orang mengikuti kegiatan kandidat," ujarnya melalui pesan singkat.

Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sleman dan Klaten Siap Terima Pengungsi Gunung Merapi Lintas Wilayah

Sleman dan Klaten Siap Terima Pengungsi Gunung Merapi Lintas Wilayah

Regional
179 Siswa SMK Negeri Jateng Terpapar Covid-19, Uji Coba Belajar Tatap Muka Dihentikan

179 Siswa SMK Negeri Jateng Terpapar Covid-19, Uji Coba Belajar Tatap Muka Dihentikan

Regional
Ganjar Minta Penyintas yang Sembuh dari Covid-19 Donorkan Plasma Darah

Ganjar Minta Penyintas yang Sembuh dari Covid-19 Donorkan Plasma Darah

Regional
3 Dokter Kandungan RSD dr Soebandi Positif Covid-19, Berstatus Tanpa Gejala

3 Dokter Kandungan RSD dr Soebandi Positif Covid-19, Berstatus Tanpa Gejala

Regional
Masa Tenang Pilkada, Kepala Daerah di Jateng Diminta Tak Politisasi Program Pemerintah

Masa Tenang Pilkada, Kepala Daerah di Jateng Diminta Tak Politisasi Program Pemerintah

Regional
Suami Pulang Mabuk, Wanita Ini Aniaya dengan Kapak hingga Tewas

Suami Pulang Mabuk, Wanita Ini Aniaya dengan Kapak hingga Tewas

Regional
Perjuangan Dokter Ririn Rawat Pasien Covid-19: Lihat Pasien Sembuh, Itu Sebuah Kepuasan...

Perjuangan Dokter Ririn Rawat Pasien Covid-19: Lihat Pasien Sembuh, Itu Sebuah Kepuasan...

Regional
Ada 74 Klaster Keluarga di Sleman Selama 2 Bulan Terakhir

Ada 74 Klaster Keluarga di Sleman Selama 2 Bulan Terakhir

Regional
Respons Pemkab Gresik Usai Video Keranda Jenazah Dihanyutkan Menyeberangi Sungai Viral

Respons Pemkab Gresik Usai Video Keranda Jenazah Dihanyutkan Menyeberangi Sungai Viral

Regional
Ada Siswa Positif Covid-19, Rencana Sekolah Tatap Muka di Jateng Terancam Ditunda

Ada Siswa Positif Covid-19, Rencana Sekolah Tatap Muka di Jateng Terancam Ditunda

Regional
Mobil Milik Seorang Dokter Tiba-tiba Terbakar di Parkiran RS Pekanbaru

Mobil Milik Seorang Dokter Tiba-tiba Terbakar di Parkiran RS Pekanbaru

Regional
Dirilis KPK sebagai Calon Wakil Kepala Daerah Terkaya, Muhidin: Alhamdulillah

Dirilis KPK sebagai Calon Wakil Kepala Daerah Terkaya, Muhidin: Alhamdulillah

Regional
Tertular dari Dosen, 48 Anak dan Pengurus Panti Asuhan Positif Covid-19

Tertular dari Dosen, 48 Anak dan Pengurus Panti Asuhan Positif Covid-19

Regional
Keluarga Mengamuk dan Tolak Pemakaman Pasien Corona Sesuai Prosedur Covid-19

Keluarga Mengamuk dan Tolak Pemakaman Pasien Corona Sesuai Prosedur Covid-19

Regional
Pengemudi 'Speedboat' yang Tabrakan di Musi Banyuasin Ditemukan Tewas

Pengemudi "Speedboat" yang Tabrakan di Musi Banyuasin Ditemukan Tewas

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X