Kompas.com - 07/05/2014, 15:01 WIB
Ilustrasi sabu-sabu ShutterstockIlustrasi sabu-sabu
EditorCaroline Damanik

PANGKAL PINANG, KOMPAS.com -- Bustami (55), warga Desa Sukadamai, Kecamatan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan, nyaris tewas setelah dua bungkus paket narkoba jenis sabu ditelannya, Minggu (4/5/2014) malam.

Aksi tersebut dilakukan oleh anaknya, Een Randi (29), yang panik menghilangkan barang bukti saat anggota Direktorat Reserse Narkoba Polda Kepulauan Bangka Belitung melakukan penangkapan di rumahnya.

Saat penggerebekan, Bustami yang sedang duduk di ruang tamu rumahnya kaget mengetahui kedatangan polisi. Karena langsung diminta oleh anaknya untuk menelan dua bungkusan itu, Bustami langsung menelan bungkusan tersebut tanpa pikir panjang. Namun, aksinya diketahui polisi.

"Saya tahu itu sabu. Tapi karena panik, saya juga nurut apa kata anak saya. Setelah itu saya tidak tahu lagi," ujar Bustami, Selasa (6/5/2014).

Seusai menelan dua bungkus narkoba tersebut, anggota polisi langsung membawa Bustami ke rumah sakit karena dia hampir tak sadarkan diri. Een mengaku menyesal menyuruh bapaknya menelan dua paket sabu tersebut.

"Saya panik waktu ada polisi. Saya langsung minta bapak saya menelan sabu itu untuk menghilangkannya. Rencananya saya minta semuanya, tetapi sudah ketahuan sama anggota (polisi)," kata Een.

Wakil Direktur Reserse Narkoba Polda Babel Ajun Komisaris Besar Adi Affandi mengatakan, awalnya melakukan penyelidikan untuk menangkap pengedar narkoba bernama Een. Saat dilakukan penangkapan, polisi mendapati Bustami menelan dua bungkus sabu.

"Kita lihat tersangka menelan dua bungkus narkoba, langsung kita lakukan penangkapan. Tersangka kita bawa ke rumah sakit. Lalu dilakukan perawatan dan obat penawarnya. Beruntung cepat tertolong. Kalau tidak, tersangka ini bisa saja tewas," kata Adi Affandi seizin Direktur Reserse Narkoba, Kombes Haryono.

Dalam penangkapan tersebut, ditemukan bukti 17 paket narkoba yang disimpan di kamar tersangka Eeng dan tiga ponsel. Sedangkan dua bungkus lainnya berada di dalam perut Bustami. Diperkirakan dua bungkus narkoba tersebut telah hancur di dalam perutnya.

Akibat perbuatannya, kedua tersangka dijerat dengan hukuman di atas 4 tahun penjara. Pelaku dikenakan Pasal 127 Undang-Undang No 35 Tahun 2009 tentang tindak pidana pemberantasan narkoba.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Regional
Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Regional
Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Regional
Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Regional
Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Regional
Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Regional
Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Regional
Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Regional
Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Regional
Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Regional
Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Regional
Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Regional
Program Pemberdayan Hidroponik di Sulsel Diapresiasi Dompet Dhuafa, Mengapa?

Program Pemberdayan Hidroponik di Sulsel Diapresiasi Dompet Dhuafa, Mengapa?

Regional
Dukung Pemerintah, Shopee Hadirkan Pusat Vaksinasi Covid-19 di Bandung

Dukung Pemerintah, Shopee Hadirkan Pusat Vaksinasi Covid-19 di Bandung

Regional
Lewat EDJ, Pemrov Jabar Berkomitmen Implementasikan Keterbukaan Informasi Publik

Lewat EDJ, Pemrov Jabar Berkomitmen Implementasikan Keterbukaan Informasi Publik

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X