Dianggap Ilegal, Pembangunan Perumahan Dihentikan Paksa

Kompas.com - 18/03/2014, 21:55 WIB
|
EditorFarid Assifa
AMBON, KOMPAS.com - Badan Pengendalian Dampak Lingkungan (BPDL) Kota Ambon, Selasa (18/3/2014) menghentikan aktivitas penggusuran lahan seluas 10 hektar untuk proyek pembangunan hunian warga di kawasan Batu Tagepe, Desa Batu Merah Kecamatan Sirimau Ambon.

Penghentian itu dilakukan lantaran pengembang proyek, Sait Waliulu tidak mengantongi izin lokasi dan izin lingkungan dari Pemerintah Kota Ambon.

Kepala BPDL Kota Ambon, Lusia Izzak kepada wartawan mengatakan, aktivitas penggusuran oleh pihak pengembang sudah berjalan setahun lalu. Namun anehnya, meski pihaknya telah memasang papan larangan dari Pemkot Ambon, namun pengembang sekaligus pemilik lahan tidak juga menghiraukannya.

“Pemilik lahan telah diminta untuk tidak melakukan aktivitas karena akan berdampak pada lingkungan hidup. Namun pemilik lahan tetap saja ngotot menggusur lahan,” kata Izzak.

Menurutnya, sebelum penggusuran, seharusnya pemilik tanah atau pengusaha, terlebih dulu mengantongi izin analisa dampak lingkungan. Selain itu, pengusaha juga harus melakukan reklamasi sesuai kondisi lahan agar tidak terjadi masalah lingkungan.

“Pertama, reklamasi lahan sebagai kegiatan mengubah lahan basah atau jalur air menjadi lahan yang bisa digunakan, umumnya dalam tujuan pengembangan. Kedua, reklamasi lahan sebagai sebuah proses di mana lahan yang rusak diperbaiki ke keadaan alaminya,” kata izzak.

Dia menjelaskan, Pemerintah Kota Ambon juga telah melarang aktivitas pengusuran, namun pemilik tanah tidak menghiraukannya. Saat ini, kondisi lahan dan lingkungan di kawasan itu sangat mengkhawatikan karena terdapat timbunan dan cela-cela kosong yang berdekatan dengan perumahan warga sekitar.

“Kondisi seperti itu dapat saja menimbulkan longsor saat musim hujan, dan secara otomats perumahan warga sekitar akan kena dampak dari timbunan tanah itu,” ujarnya.

Aktivitas penggusuran sementara dihentikan, dan pemilik tanah terlebih dulu mengurus semua surat izin terkait dengan penggunaan dan pemanfaatan lahan.

Sementara itu, Sait Waliulu saat hendak dikonfirmasi hingga kini tidak dapat dihubungi.

Terkait masalah tersebut, aktivis lingkungan hidup di Ambon, Nanang Temarwut meminta agar seluruh aktivitas penggusuran di kawasan itu dapat segera dihentikan secara total.

"Kami minta Pemerintah Kota Ambon dapat mengambil sikap tegas dan tidak mengizinkan adanya aktivitas penggusuran dalam bentuk apapun di kawasan itu,” tegasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Buka Turnamen Basket Antar Klub Se-Kaltara, Gubernur Zainal: Ini Merupakan Sejarah

Buka Turnamen Basket Antar Klub Se-Kaltara, Gubernur Zainal: Ini Merupakan Sejarah

Regional
Ganjar Siapkan Dua Langkah Jitu untuk Tangani Banjir Rob di Tanjung Emas

Ganjar Siapkan Dua Langkah Jitu untuk Tangani Banjir Rob di Tanjung Emas

Regional
Dishub Jabar Sebut Mudik Lebaran 2022 Berjalan Lancar meski Macet

Dishub Jabar Sebut Mudik Lebaran 2022 Berjalan Lancar meski Macet

Regional
Bantu UMKM di Tempat Wisata, Pemprov Jabar Upayakan Standardisasi Harga

Bantu UMKM di Tempat Wisata, Pemprov Jabar Upayakan Standardisasi Harga

Regional
Kangen: Kisah Antara Aku, Kau dan Yogya

Kangen: Kisah Antara Aku, Kau dan Yogya

Regional
Khofifah Jadi Pembina K3 Terbaik, Jatim 4 Kali Berturut-turut Raih Penghargaan K3 Nasional

Khofifah Jadi Pembina K3 Terbaik, Jatim 4 Kali Berturut-turut Raih Penghargaan K3 Nasional

Regional
Dani Ramdan Dilantik sebagai Pj Bupati Bekasi, Wagub Uu Sampaikan Pesan Ini

Dani Ramdan Dilantik sebagai Pj Bupati Bekasi, Wagub Uu Sampaikan Pesan Ini

Regional
Kasus Covid-19 di Jabar Mereda, Warga Diminta Waspadai Penyakit Emerging dan Re-emerging

Kasus Covid-19 di Jabar Mereda, Warga Diminta Waspadai Penyakit Emerging dan Re-emerging

Regional
Di Italia, Ridwan Kamil Singgung Pemanasan Global hingga Kondisi Pascapandemi

Di Italia, Ridwan Kamil Singgung Pemanasan Global hingga Kondisi Pascapandemi

Regional
Bedegong Mountain Bike Digelar, Wagub Uu Sampaikan Dukungannya

Bedegong Mountain Bike Digelar, Wagub Uu Sampaikan Dukungannya

Regional
Semakin Terpesona dengan Energi Bersih Danau Toba

Semakin Terpesona dengan Energi Bersih Danau Toba

Regional
Plh Gubernur Jabar Segera Lantik Penjabat Bupati Bekasi

Plh Gubernur Jabar Segera Lantik Penjabat Bupati Bekasi

Regional
Lantik 21 PPIH Embarkasi Jakarta–Bekasi 2022, Wagub Jabar Berharap Petugas Berikan Pelayanan Prima

Lantik 21 PPIH Embarkasi Jakarta–Bekasi 2022, Wagub Jabar Berharap Petugas Berikan Pelayanan Prima

Regional
Menguak Keluh Kesah Warga Mentawir Kaltim akibat Air Sungai Tercemar Bekas Galian Tambang

Menguak Keluh Kesah Warga Mentawir Kaltim akibat Air Sungai Tercemar Bekas Galian Tambang

Regional
Wagub Jabar: Harkitnas Jadi Momentum Bangkitkan Semangat Usai Terpukul Pandemi

Wagub Jabar: Harkitnas Jadi Momentum Bangkitkan Semangat Usai Terpukul Pandemi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.